Indahnya Kebersamaan

SW Pratikasari

 

Hallo sahabat Baltyra tersayang. . . . apa kabarnya? Semoga semuanya dalam keadaan sehat dan bahagia. . . .
Senang sekali bisa berjumpa para pembaca setia melalui tulisanku.

Hidup ini penuh dengan warna dan silih berganti bak musim yang selalu kita alami. Kebahagiaan dan kesedihanpun selalu bersama kita, dalam alur kehidupan.

Pagi tadi sapaan “Assalamualaikum. . . selamat pagi. . . ” akhirnya menjadi sebuah obrolan yang panjang melalui whatsapp di handphone. Berbagi cerita tentang kehidupan yang penuh dengan makna, tapi banyak yang tidak menyadari. . . . dan ternyata itulah sebuah kunci kebahagiaan.

Obrolan kami 2 hari terakhir cukup intens, maklum baru berjumpa kembali setelah saling tidak terdengar kabar satu dengan yang lainnya. Dewi yang sudah aku anggap seperti adikku sendiri, yang aku rasakan masih sama seperti 18 tahun yang lalu, selalu ramah. . . . . penuh perhatian dan ternyata sekarang lebih cantik.

Ngalor ngidul kami ngobrol lewat chatting, karena belum bisa bertemu langsung. “Mba, lusa aku ke Pekanbaru terus ke Balikpapan, ada acara di kantor suami dan sekalian ngurus kerjaanku”. Walahhhh lama juga ya perginya gimana dengan anakmu Wi? He. . . he. . . Inshaa Allah nggak apa-apa mba, kan ada adik-adikku, kami 1 rumah. Dalam hatiku, apakah adik-adik Dewi belum ada yang nikah?

Seperti bisa membaca pikiranku, Dewi langsung menjelaskan bahwa adik-adiknya sudah menikah semua, cuma dari dulu selalu jadi 1 rumah, jadi kebawa sampai sekarang walau sudah pada menikah semua. Aku hanya menjawab chatt nya dengan Oooooo panjang, karena masih sambil berfikir kenapa bisa begitu ya??

Buat aku cukup heran, karena semua bisa menjadi 1 tempat tinggal yang seatap. Dewi adalah anak ke 3 dari orang tua yang cukup sukses dan mempunyai kedudukan yang sangat bagus dalam jajaran pemerintahan. Dia ber lima saudara. Kakak-kakak dan adik-adiknya juga sukses dan sudah bekerja semua. Ke 2 kakaknya tinggal di daerah tempat mereka bekerja, sedangakan yang lainnya di Jakarta dan 1 rumah.

Mereka alhamdulillah sudah punya rumah sendiri-sendiri mba, tapi malah rumahnya dikontrakkan ke orang lain atau bahkan ada yang d diamkan saja rumahnya dalam keadaan kosong. Kami lebih merasa tenang dan nyaman saat 1 rumah. Ipar-ipar juga pada kompak. Dewipun menceritakan bahwa kebersamaan tersebut bukan hanya sebuah kebersamaan biasa. . . . tapi kami ini saling bantu dalam hal apapun walau kami memiliki berbagai background yang berbeda.

Hanya Dewi yang bekerja sebagai pengusaha, sedangkan adiknya ada yang sebagai dr Anak di sebuah RS Swasta di Serpong. Kami sering mba beli asset secara patungan. Beli mobil patungan, bahkan kami sering berlibur bersama. . . enak kalau pergi ramai-ramai. Benar sekali, akupun jika pergi berlibur lebih memilih untuk ramai-ramai biar seru. . kecuali berliburnya untuk bulan madu, pastinya hanya berdua dong. . . ha. . ha. . .

Buat aku pribadi jarang ya melihat kedekatan antara kakak dan adik apalag setelah menikah. Biasanya ntah istrinya atau suaminya dari saudara kita yang tidak mau tinggal bersama atau berdekatan, karena rasa gengsi dan harga diri.
Akupun tersenyum membayangkan kehidupan Dewi.

Itu juga mungkin yang menyebabkan dia tampak selalu ceria dan sepertinya tidak pernah mengalami kesulitan. Ternyata kesulitan di dalam keluarga, mereka saling membantu. Misalnya ada keponakan yang sakit dan opname, mereka pun siap untuk saling mendampingi yang sakit, tentunya dengan orang tua si anak juga.

Hmmmm suatu hal yang sangat luar biasa. Semua ini bisa terjadi karena adanya pengertian yang telah di tanamkan oleh orang tua Dewi.

Dari sapaan selamat pagi hari ini aku mendapatkan sebuah pelajaran “Indahnya Kebersamaan” Intinya mereka selalu mensyukuri atas semua rejeki dari  Sang Pencipta, tidak ada rasa saling iri karena didikan orangtuanya yang menanamkan, bahwa selama barang-barang papa mama masih ada, itu bisa kalian pergunakan.

Dan janganlah kalian bersitegang hanya karena harta yang hanya bisa kita nikmati saat nafas masih menempel di raga kita.

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.