Gelora Bung Karno

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

🎶
I can feel your halo (halo) halo
I can see your halo (halo) halo
🎶

SAYA baru tahu (saya bukan etnis Jawa) bahwa atap gelang Stadion GBK diilhami Soekarno dari gelang Chandrakirana yang dipakai Bima dalam mitologi pewayangan Jawa. Saya cuma tahu itu bentuk ‘halo’, tanda suci di atas kepala sosok terkenal, seperti Jesus, Muhammad, Buddha, Mani, santo dan santa…etc…

Waktu kecil sering nonton perserikatan (liga Indonesia jadoel), bingung lihat atap beton tak bertiang. Ya, kalau memang ‘halo’, tentu tak perlu penyangga. Waktu dipugar untuk persiapan Asian Games XVIII 2018 dan Asian Paragames III 2018, tetap tak diberi penyangga. Hebat yang punya ide dan membangun stadion megah ini.

Bandingkan dengan Berlin Olimpia stadion yang dipakai acara pembukaan Olimpiade Berlin 1936 oleh Hitler, lalu dipugar habis-habis untuk persiapan final Piala Dunia 2006 saat Mattarazzi diseruduk Zidane. Stadion Olimpiade Tokyo 1964, juga dipugar habis 2014 untuk pembukaan Olimpiade 2020. Stadion Lenin di Moskow tempat Olimpiade Moskow 1980, dipermak untuk final Piala Dunia 2018. Stadion Maracana pun begitu. Direno besar-besar sejak dipakai final Piala Dunia 1950, lalu dipugar untuk Olimpiade Rio 2016. Apalagi Stadion Wembley tempat final Piala Dunia 1966 dan Olimpiade 1948, diubah total 2003 dan jadi cantik untuk pembukaan Olimpiade 2012, yang pakai acara stuntman Ratu Elizabeth II terjun payung. Stadion GBK?

Tak banyak diubah dan biaya renovasinya tak sebesar stadion-stadion disebut di atas. Hanya “dibedakin” sedikit untuk kesesuaian jaman now, misalnya fasilitas kaum difabel, sinar laser etc etc etc yang tak ubah konstruksi. Kok bisa?

Yang punya ide dan membangunnya, hidupnya di masa depan. Mirip ‘Orang-Orang Suci Di Zaman Akhir’ (Latter-Day Saints). Ada ‘halo’-nya di atas kepala. Patungnya kini dibikinkan dan di letakkan di depan stadion ciptaannya. Sayang patung itu tak ada ‘halo’-nya.

 

 

2 Comments to "Gelora Bung Karno"

  1. Nuchan  30 September, 2018 at 18:00

    Tulisan Mas ISK selalu menarik untuk dibaca. Trims..

  2. Nuchan  30 September, 2018 at 17:59

    Tulisan Mas ISK selalu menarik untuk dibaca…Terima kasih Mas Iwan…

    Selamat akhir pekan…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.