Bakmi dan Sate

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO…HALLO…. HALLO….

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. hari ini…Kali ini, sedikit cerita, bahwa di Mainz, seperti setiap tahunnya, salalu ada pesta-perta tertentu. Kalau dipikir, memang cukup banyak macam pesta kota di Mainz setiap tahunnya.

Namun demikian, sangat kelihatan, bahwa orang Mainz dan sekitarnya, cukup haus akan pesta-pesta tersebut. Maklum di Mainz tidak ada Mal dan setiap hari Minggu, setiap toko tutup dan juga tidak ada orang yang jualan di kaki lima. Hahahahahahahahaha…!!! Kasihan kan…Namun, kalau sudah biasa hidup di Mainz, maka kehidupan yang sunyi (sepi) juga membikin kita tenang.

Okay, kembali ke pesta di kota Mainz, kali ini ada pesta di tengah kota dan hanya 1 hari saja (Inter Culture). Pesta ini sengaja di peruntukkan orang asing, untuk memperkenalkan budaya dan kuliner dari negara mereka. Nah…di sinilah kelihatan kebersamaan orang asing dan simpatisan orang Jerman sendiri yang penasaran, apa yang akan
mereka lihat di pesta ini. Hal ini, pernah Dj. ceritakan beberapa tahun yang lalu, tapi kali ini, sengaja Dj. ceritakan lagi, karena Dj. dapat undangan dari teman yang buka stand di sana.

Okay lah, karena ini teman baik, maka kami dengan senang hati untuk pergi ke pesta orang asing di Mainz. Dan seperti biasanya, pesta ini selalu sangat padat dipenuhi oleh manusia dari banyak negara, yang tinggal di Mainz dan sekitarnya. Dan kamipun mulai keliling dan mencari, dimana stand teman kami berada….Hari Minggu yang indah dan udara pun sangat bagus…

Di pesta ini, tidak hanya dikunjungi orang asing saja, tapi banyak juga orang Jerman yang sedikit banyak juga penasaran. Olehnya, semakin rame dan untuk jalan pun, sedikit merayap…Hahahahahahahahaha…!!! Ada yang berjualan keramik, tapi entah dari negara mana, mungkin Yunani…

Kalau dengan kayu, ini, biasanya dari Itali atau Spanyol…

Maaaaaaf Dj. tidak ambil foto setiap stand…karena akan sangat buanyak…. Hahahahahahahahaha…!!! Tapi inilah beberapa foto dari beberapa negara…

Dan ada juga yang memekai pakaian asli darimana mereka berasal…

Dan saat Dj. lewat di depan panggung pun, anak-anak baru selesai mementaskan atraksinya…

Dan sangat banyak makanan dengan aroma yang bermacam-macam yang membikin selera yang menghirupnya.  Dan ini ada yang memanaskan teh di atas pasir yang sangat panas, tentunya…

Nah…ini salah satu makanan yang sangat menyengat hidung kami, mereka membakar daging, tapi entah bumbu apa yang mereka bubuhkan sehingga aromanya sangat harum menyengat…Dan rotinya pun ikutan dibakar…. Hhhhhmmmm…. Yummy….!!! Hahahahahahahahahaha…!!!

Okay, walau sangat menarik, tapi kami tidak membelinya, melihat yang belipun sangat panjang antrinya…Dan kami mengingat akan teman kami yang mengundang kami…Akhirnya, kami sampai juga di stand, dimana teman satu ini benar-benar sangat rajin. Walau sudah sukses dalam hidupnya, tapi tidak segan untuk turun tangan, untuk mewakili nama Indonesia. Dengan mempekerjakan beberapa students, maka kelihatan sangat rame dan banyak pembeli. Koh Budi, ini sudah sangat lama kami kenal dan memang sangat rajin dan apa saja yang dia kerjakan, sukses adanya.

Maksud Dj. kebanyakan (tidak semua), orang Indonesia yang sudah sukses, lalu malas, karena merasa sudah cukup.
Tapi lain dengan Koh Budi ini, dia ringan tangan dan suka membentu teman yang lain…Dia sendiri yang mengolah bakmi goreng dan beberapa students, melayani pembeli dan juga ada student yang special untuk membekar sate.

Juga putranya (kiri), ikut sibuk, juga ada lumpia kecil yang sangat enak…

Entah, berapa tusuk sate yang Dj. sendiri makan, yang pasti lebih dari 6 tusuk, belum bakmi goreng dan lumpianya.
Juga Susi dan masih manikmati kopi pula…Beberapa kali Koh Budi ini bertanya…Nambah, mas Djoko…Dj. hanya menolak, karena memang sudah cukup banyak yang Dj. makan. Nah ya, tidak terasa, waktu berjalan begitu cepat, ngobrol kiri kanan dengan rombongan dari Semarang, jadi bisa nyambung…Hahahahahahahaha…

Saaaat akan pulang dan akan bayar, Dj. sodorkan uang, tapi dia tolak dan berkata…Jangan mas Djoko, kami sangat senang, mas Djoko dan mbak Susi mau datang….HAAAAACH….!!! Kami tidak boleh bayar…!!! Untuk orang lain, mungkin malah senang, tapi kami malah salah tingkah…Hahahahahahahahaha…!!!

Nah, itu tadi sedikit cerita di Inter Culture yang telah berlangsung di kota Mainz.

Mohon maaf, bila banyak salah kata atau kata-kata yang tidak berkenan. Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. yang sangat sederhana ini. Terimakasih kepada anda semuanya yang selalu memberi perhatian untuk oret-oretan Dj.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

 

Salam manis dari Mainz
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

12 Comments to "Bakmi dan Sate"

  1. Dj. 813  28 September, 2018 at 13:48

    Aloha yu Lani….
    MAHAL8 yu….
    Hahahaha…. okay…
    Salsm manis dari Mainz….

  2. Lani  28 September, 2018 at 08:49

    Mas DJ: Bagaimanapun lezat nya makanan, masakan, jajanan dari manca negara akan ttp menurutku makanan dan jajanan Indonesian paling jozzzzzzzz…………..gandhossssssss………ya gimana lagi sejak lahir di Indonesia dicekok-i makanan Indonesia……bahkan ilate ilat Jowo harus ada sambal……….dan sambal dari Indonesia paling wuenaaaaaaaaak apapun itu namanya dan asalnya.

    Biarpun lama menetap dinegara asing tetap saja kangen sama makanan/jajanan Indonesia.

    Tempat tinggal boleh diluar Indonesia tapi selera masih Indonesia……..

  3. Dj. 813  28 September, 2018 at 00:54

    Terimakasih untuk semua jempolnya…
    TUHAN MEMBERKATI KITA SEMAUNYA….

  4. Dj. 813  28 September, 2018 at 00:52

    Hallo Alvina B…
    Terimakasih sudah mampir….
    Ayuuuk…
    Kita sama-sana lapar….
    Hahahahahahaha….!!!
    Salam lapar dari Mainz.

  5. Dj. 813  28 September, 2018 at 00:50

    Hallo Mr.sGoh…
    Siex siex ni…
    Hahahahahaha….!!!
    Shalooooom….!!!

  6. Dj. 813  28 September, 2018 at 00:49

    Hallo James…
    Terimakasih, sudah mampir…
    Bakmivdan sate, tifak ada bosan nya.
    Ingat jaman SMP dulu sering makan Yamien di jalan Kejaksaan, Bandung.
    Raaqnya nikmat sekali.
    Wqlau sdh di Mainz, tqpi setiap kali mudik, selalu kesana.
    Salam Bakmi dari Mainz…
    Hahahahahaha….,,!!!

  7. Dj. 813  28 September, 2018 at 00:46

    Terimakasih pengasug baltyra….!!!
    Yang sudah menayang kan Oret-oretan
    Dj…
    Semoga sehat selalu….
    TUHAN MEMBERLATI…!!!

  8. Alvina VB  27 September, 2018 at 01:29

    Ikutan laperrrrr, he..he….

  9. s.Goh  26 September, 2018 at 12:58

    Mantapssss….

  10. James  26 September, 2018 at 09:49

    jadi ikutan laper nih lihat sate dan bakmie goreng

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.