College Canisius

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

API ASIAN PARA GAMES III 2018, sejak dinyalakan di Mrapen, Grobogan JaTeng, dibawa ke Solo dan diterbangkan ke Ternate. Di sana disimpan di Kedaton Kesultanan Ternate yang penuh magis, lalu diarak ke Makassar, Bali, Pontianak, Pangkal Pinang, Medan dan Jakarta untuk dinyalakan pada upacara pembukaan Asian Para Games III 2018 tanggal 6 Oktober 2018 oleh Presiden RI Joko Widodo di Gelora Bing Karno.

Kesultanan Ternate adalah kerajaan tertua di Indonesia (kerajaan Islam) sejak 1257 hingga kini. Sejak Sultan Mudaffar Syah II wafat awal 2015, belum ada penggantinya. Sebelum wafat, Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Iriana memjenguk Sang Sultan yang terbaring di RS Pondok Indah, akhir November 2014. Setiap presiden RI sangat hormat dengan sosok Sultan Ternate.

Disemayamkannya Api Asian Para Games III 2018 di rumah Sultan Mudaffar Syah II adalah bentuk penghormatan tertinggi dari negara.

Sultan Mudaffar Syah II ini yang membuka “rahasia” bahwa Presiden Soekarno (dua kali ke Kedaton, 1952, 1954), pernah nginap di kamar Sultan dan esok paginya “dipindahkan” ke lantai, entah oleh siapa. Dan pengawal didamprat Soekarno. Sang Sultan juga pernah menegaskan bahwa Timor Timur adalah wilayah dan bagian kekuasaan Kasultanan Ternate yang dirampas Kerajaan Portugis.

Bangsa Eropa memang maling. Dimana mereka datang, di situ mereka mengakui sebagai tanah miliknya. Jadilah kolonialisasi. Indonesia korbannya. Beda dengan orang Cina atau orang Asia, datang ke daerah baru, ya datang aja. Cari makan bertahan hidup. Makanya di mana-mana banyak “pecinan (chinatown)”, tapi bukan menjadi wilayah kekaisaran Tiongkok. Beda dengan orang bule. Datang, langsung jadi dia punya.

Sebagai penguasa kerajaan Islam tertua di Indonesia, Sultan Mudaffar Syah II adalah lulusan College Canisius tahun 1953, sekolah Katolik ternama di Jakarta. Ustadzah Neno dan Santri postmo Sandiaga juga lulusan sekolahan Katolik.

Makanya, punya anak sekolahin disekolahan Katolik, biar jadi aulia, ulama, dan ustad/zah

 

 

5 Comments to "College Canisius"

  1. Nuchan  1 October, 2018 at 21:08

    Ustadzah Neno dan Santri postmo Sandiaga juga lulusan sekolahan Katolik.
    Makanya, punya anak sekolahin disekolahan Katolik, biar jadi aulia, ulama, dan ustad/zah

    Ini maksudnya opo Mas ISK hahahaha…ngakak bacanya hahaha

  2. IWAN KAMAH  28 September, 2018 at 11:19

    Kamsiah, Tji Lani.

  3. IWAN KAMAH  28 September, 2018 at 11:18

    Soal lulusan Canisius College Di LN, tanya suhu kita, Om Joseph Chen. Ada kok artikelnya di Baltyra.

  4. Lani  28 September, 2018 at 08:52

    ISK: Aku suka banget kalimat pungkasannya……….mengandung arti paling dalam dan kebanggaan tersendiri buat ku

  5. Alvina VB  27 September, 2018 at 01:30

    Lulusan Canisius nyebar di LN juga bro!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.