Perjumpaan dengan Oma Myra Sidharta

Asrida Ulinnuha

 

“Oma, saya mau dong foto sama Oma…” saya menepuk pelan pundaknya. Oma Moy, begitu beberapa orang memanggil, langsung menanggapi, “Hayuk!” Ia sedang berbincang ringan dengan Mas Aji Chen. Lalu setelahnya saya ikut terseret perbincangan bersama mereka.

Tak lama kemudian saya dikirim foto ini dari ponsel Mas Aji Chen. Saya harus bilang senang sekali. Kenapa? Sini saya ceritain…

Untungnya Iwan bilang, “Kamu harus foto sama Oma Myra…” Saya yang semula ragu akhirnya maju juga. Bagaimana tidak, saya melihatnya dirubung orang bergantian. Menyapa dan minta berfoto.

Beliau orang penting di tanah air. Bagi saya sendiri ia adalah ‘legend of her kind’. Ia penulis senior, pakar sastra Tionghoa Melayu, kolumnis untuk beberapa majalah Indonesia termasuk The Jakarta Post, dan psikolog perempuan pertama di Hindia Belanda. Di usianya yang kini menapak ke 91 tahun, ia masih menulis dan akan menjadi buku. Great!

Tamparan untuk saya yang tidak konsisten menulis ini. Hedew 😅

Ngomong-ngomong, orang pentingnya bukan cuma Bu Myra Sidharta. Di sebelah saya, yang berbaju merah, adalah pakar gastronomi peranakan Indonesia. Selalu menjadi narasumber di setiap acara yang membahas kuliner dan budaya yang melekat pada pangan peranakan Tionghoa Indonesia, baik di forum diskusi hingga ke stasiun TV.

Sementara yang berdiri di sisi paling kiri foto adalah Iwan Kamah. Ia adalah anak dari alm. Muhammad Ali Kamah yang merupakan seorang jurnalis senior, tokoh pers nasional, dan wartawan perang.

Iwan sendiri, mungkin karena gen dari ayahnya itu, adalah seorang yang kritis dan kerap menulis latar dari foto-foto bersejarah tokoh nasional Indonesia yang dimilikinya, tidak jauh kaitannya dengan kiprah Ali Kamah. Apa yang diceritakannya mengungkap kebenaran-kebenaran yang kerap dilupakan karena terseret jaman.

Saya beruntung satu bingkai dengan mereka.

 

 

4 Comments to "Perjumpaan dengan Oma Myra Sidharta"

  1. Lani  23 October, 2018 at 05:37

    Wah………wah……..wah……..ISK & Lurah bergabung beruntung Ulin bisa ikut berpotret bersama. Ini ketemuannya dimana? Asyiiiiiik

  2. Alvina VB  23 October, 2018 at 03:15

    Penampakan org2 yang masih aktif nulis ya. Hebring….

  3. James  19 October, 2018 at 10:30

    Ki Lurah Mas Aji Chen tambah subur makmur rupanya

  4. James  17 October, 2018 at 10:03

    wow cerita yang asyik nih, baru lihat foto Iwan Kamah nya

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.