Hizbut Tahrir Musuh Nasionalisme

Chandra Sasadara

 

Nasionlisme adalah musuh utama cita-cita mendirikan khilafah ala Hizbut Tahrir (HT). Buku “al-Dawlat al-Islamiyyah” karya Taqi’ al-Din al-Nabani (pendiri Hizbut Tahrir) menyebut bahwa kuatnya opini umum tentang nasionalisme serta gerakan-gerakan politik yang dibangun atas dasar nasionalisme menjadi penghambat tegakanya khilafah. Bagi HT, nasionalisme sama dengan semangat kesukuan (ashabiyah) yang bertentangan dengan hukum Islam. Dalam “Mithaq al-Ummah” mereka mengatakan umat Islam wajib memerangi nasionalisme, sebab nasionalisme adalah dosa besar.
.
Betulkah? Tentu saja tidak! Nasionalisme yang dipahami Bangsa Indoensia adalah konsep kebangsaan yang kompatible dengan “Ummah” dalam Piagam Madinah. Piagam Madinah adalah dokumen kesepakatan antara umat Yahudi dan Islam; antara Suku Auf, Suku Sai’dah, Suku al-Hars, Suku Jusyam, dan suku-suku lain yang mendiami Kota Yastrib (nama Madinah sebelumnya) dengan suku Quraisy sebagai pendatang. Pasal 1 Piagam Madinah berbunyi: “Innahum umatun wahidatun min duninass: Sesungguhnya mereka satu ummat, lain dari manusia lainya. Pasal 25 bahkan menyebutkan “Kaum Yahudi dari Suku Auf adalah satu umat dengan para Mukmin” (Isi Piagam Madina bisa dibaca dalam buku “Siratu al-Nabi” Juz II karangan Ibnu Hisyam/Abu Muhammad Abdul Malik).


.
Mengapa HT ngotot bahwa nasionalisme wajib diperangi? Jawabannya sederhana: karena mereka ingin menyatukan dunia dalam satu imperium kekuasaan yang mereka sebut khilafah! Abd Rahman al-Bagdadi, pendiri HTI yang telah menjadi tarikin (sebutan khusus bagi hizbiyyin/anggota HT yang telah keluar dari partai) mengatakan: “..masalahnya tidak sekedar mendirikan suatu negara yang berlebel ‘Islam’ seperti Iran, Pakistan, Saudi Arabia, dan lainya, tapi tegaknya dawlah Islamiyyah yang super, dawlah khilafah.” Jadi tak heran mengapa pengkotbah HT terus-menerus mengatakan bahwa nasionalisme tak ada contohnya serta menyamakan nasionalisme dengan ashabiyah (tribalisme) ala Arab abad ke-6 dan ke-7, sebab semangat cinta tanah air bisa membunuh khayalan mereka tentang imperium dunia yang bernama Khilafah.
.
Bagaimana cara mereka menggerus nasionalisme anak-anak negeri ini? Pertama-tama mereka akan mengacaukan sejarah moyangmu, mengharamkan budayamu, memusyrikan dasar negaramu, mengolok-olok praktik demokrasimu, dan mengkafirkan/menthagutkan pemerintahanmu. Setelah itu mereka akan mengatakan “tinggalkan itu semua dan berbarislah bersama kami untuk mendirikan khilafah.” Gerakan HT hanya akan berhasil jika kalian mulai mengurangi kecintaanmu kepada bangsamu!
.
Maka, jangan kasih kendor! Tetapkan hatimu dan kuatkan tekadmu untuk tetap bertumpah darah Indonesia, berbangsa Indonesia, dan berbahasa Indonesia. Selamat Merayakan Sumpah Pemuda, Gaes!


——————–
#gambarlinetoday

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.