Jokowi “Curang”

Alpinosta

 

Belakangan ini gw berangkat kantor menggunakan Royal Trans, angkutan umum sebagai bagian mendukung gerakan pemerintah mengurangi kemacetan belantara Jakarta. Dalam perjalanan tanpa sadar gw melihat betapa sepanjang perjalanan dari Bekasi hingga kantor di area Jakarta Selatan terlihat pembangunan konstruksi yang masif dan marak. Pekerjaan bukan hanya dilakukan pada pagi hingga sore hari, namun saat perjalanan pulang di malam hari juga terlihat para pekerja konstruksi bekerja. Hal ini terlihat sejak 2014. Saat menggunakan KRLpun gw melihat beberapa stasiun diperbesar, dibenahi dan ada tambahan bangunan serta fasilitas terkait KRL

Berkaca dari pengalaman kampanye capres dan caleg belakangan ini, terlihat bahwa capres dan mostly caleg mengerahkan tim sukses dengan menggunakan Alat Peraga Kampanye seperti baliho, spanduk, kalender, stiker, kartu nama dan lain-lain. Itupun dilakukan baru baru ini setelah ditetapkannya pasangan Capres dan Cawapres serta Daftar Caleg Tetap oleh KPU.

Namun satu hal yang gw lihat dari Jokowi, Sungguh Capres petahana ini sebenarnya “curang”. Kenapa gw katakan “curang”? Jokowi sudah kampanye sejak 2014 dengan cara memperlihatkan pekerjaan-pekerjaan konstruksi di mana-mana. Teringat saat kunjungan kerja ke Papua beberapa bulan lalu, gw dengan mata kepala sendiri melihat beberapa pembangunan konstruksi seperti Jembatan Holtkamp yang biasa dikenal dengan jembatan merah di teluk Youtefa serta stadion baru di Sentani.

Gw tidak akan menjabarkan hal-hal lain yang diberitakan oleh media masa dan dishare di medsos. Gw menyampaikan apa yang gw saksikan dan gw lihat sendiri. Bagi yang berkutat di seputaran jabodetabek tentunya melihat dan merasakan kemacetan yang makin parah dengan adanya pembangunan konstruksi di banyak tempat terlebih dengan adanya pembangunan MRT. Dengan cara ini tidak heran bila Jokowi tidak perlu lagi spanduk, baliho, apalagi kalender dan stiker, karena masyarakat bisa melihat sendiri ulah ke”curang”an Jokowi melalui pembangunan infrastruktur yang ada.

So….. dengan cara ini silahkan pembaca memilah dan menimbang nimbang sendiri. Pilih Jokowi yang “curang” curi start kampanye sejak 2014 dengan segala kelakuannya melalui berbagai konstruksi yang masif dan marak dimana mana, atau memilih capres lain yang sibuk dengan jargon dan statement statement mengerikan, belum lagi ditambah bani lenong di sekitarnya yang rajin dan riuh menebar hoax

 

Salam dari Caleg PSI Dapil Lampung 1 Nomor Urut 2
#PSI
#CalegPSI
#PartaiSolidaritasIndonesia
www.albertus-sitanggang.com

 

 

About Alpinosta

I just wanna be myself. Never ever lead me into your path. Dünya'daki en yakışıklı adam Albert'tir. Come to me and be my lover. Make a list of things we can know. Then make a list of things we can only believe. Indicate some of the factors contributing to a person's philosophy of life. What is meant by conscience? Do u think conscience is the same for everyone? What is meant by priority of values?

My Facebook Arsip Artikel

One Response to "Jokowi “Curang”"

  1. J C  27 November, 2018 at 12:07

    Salam seperjuangan bro…

    #AkuPSI

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.