Pilih Partai atau Individu Caleg??

Jhony Lubis – Jakarta

 

Beberapa bulan ke depan kita akan melakukan Pileg dan Pilpres, dimana saat ini sudah mulai memasuki periode kampanye terbukti dengan mulai banyaknya spanduk promosi diri caleg dari berbagai partai yang terpasang di tiang listrik, pohon, jembatan penyeberangan bahkan sampai kaca belakang angkot…. *smile

Tujuan pemasangan spanduk tersebut untuk memperkenalkan diri dan menjual diri dengan berbagai kata-kata yang menjanjikan (baru taraf umbar janji lho… *smile) seperti jujur, tegas, bersih, berintegritas, amanah, berjuang bersama rakyat, peduli rakyat, kerja nyata demi rakyat dll….pointnya semua janji untuk kebaikan rakyat…. Hebatkan….?? *smile

Tetapi saya bingung….. dalam konteks system partai di Indonesia, dimana semua anggota legislatif harus membawa kebijakan dan keputusan partai di dalam aktivitasnya sebagai anggota legislative, bagaimana bila suatu kondisi keputusan partai tidak sesuai dengan janji caleg saat jual diri waktu kampanye? Apakah anggota legislative berani berbeda sikap dengan keputusan parpolnya dalam system vote…?? *smile

Buktinya mungkin public pernah dengar beberapa tahun lalu ada istilah “petugas partai” bahkan mungkin janji caleg ke partai akan selalu loyal dan mendukung semua kebijakan partai di atas janjinya kepada rakyat pemilihnya. Di lembaga legislative ada susunan seperti fraksi dan komisi, dimana fraksi mewakili kesamaan pandangan (biasanya mewakili suara partai) seperti fraksi parpol X, parpol Y dan parpol Z dan komisi – komisi (I-XI) mewakili bidang kerja tertentu yang terkait dengan kementrian dan lembaga negara.

Contoh saya pilih Fulan sebagai caleg dari parpol X, dalam tugasnya sebagai anggota legislatif Fulan ditempatkan di komisi III bidang hukum & HAM, dalam suatu rapat kerja dengan kementrian atau lembaga terkait terjadi perbedaan pandangan antara fraksinya yang kurang mendukung penguatan lembaga ad-hoc tersebut dengan berbagai alasan pembenaran dengan pemikiran dan janji Fulan kepada pemilihnya saat kampanye dulu sebagai caleg bahwa dia akan berjuang menegakan hokum, berantas korupsi dan mewakili aspirasi rakyat pemilihnya. Saya sebagai pemilih Fulan tentunya berharap aspirasi saya diperjuangkan supaya lembaga ad-hoc tersebut dapat diperkuat dengan anggaran dan kewenangannya (asumsi banyak pemilih yang mendukung perkuat lembaga ad-hoc tersebut)

apa yang terjadi? Apakah Fulan akan berani berbeda sikap dengan fraksinya dengan potensi risiko dilakukan PAW (pergantian antar waktu) atau Fulan akan mendukung kebijakan fraksinya walau terjadi ingkar janji dengan pemilihnya dengan potensi risiko dosa (janji kepada rakyat sama juga berjanji kepada penciptanya)?? *smile.

Kebingungan saya dan mungkin di banyak pemilih lainnya, apakah sebaiknya kita pilih berdasarkan janji parpolnya termasuk histori kebijakan parpolnya selama ini….. atau pilih janji calegnya yang terpampang di berbagai spanduk…?

System pemilihan anggota legislatif yang berlaku adalah pilih individu calegnya bukan parpolnya…. Tetapi kenyataannya kebijakan parpol harus didukung oleh anggota partainya yang berada di legislative…

Mungkin untuk pemilih tertentu yang mempunyai akses informasi, bisa memilih dengan cerdas…

 

Jhony Lubis, Jakarta

 

 

5 Comments to "Pilih Partai atau Individu Caleg??"

  1. jhony lubis  5 December, 2018 at 21:30

    Kabar baik bro JC, apa ada kopdar di baltyra seperti waktu di KOKI dulu? sukses buat baltyranya…

  2. James  2 December, 2018 at 09:31

    yes, lurah Baltyra for President and ci Lani for Vice President nya, Alvina for Foreign Affair dan Jas Merah Putih for Internal Affair

  3. J C  2 December, 2018 at 08:22

    Halllooooo bang Jhony, apa kabar? Waahhh terima kasih banyak sudah dikampanyekan…

  4. jhony lubis  1 December, 2018 at 22:33

    pilih lurah baltyra saja… JC

  5. James  29 November, 2018 at 11:45

    Pilih Baltyra aja ah…..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.