ZOROASTER

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

WAKTU pemakaman Freddy Mercury (wafat 24 Nov 1991) secara agama Zoroastrianisme, banyak yang bingung dengan agama itu. Dalam Islam, agama itu disebut Majusi. Agama monoteis Persia kuno. Sahabat kesayangan Nabi Muhammad SAW, Salman Al Farisi (Salman the Persian) adalah pemeluk Zoroaster sebelum menjadi Muslim. Nama Salman dipakai Presiden Soekarno untuk menamakan masjid di ITB, almamaternya.

Bahkan cucu kesayangan Kanjeng Rasul yang sering gelendotin Rasul semasa balita, saat Rasul sembahyang, Imam Hussein, memiliki istri dari kalangan Persia Zoroaster, Shahrbanu binti Yazdegerd II dari Dinasti Sassanid. Dia menurunkan keturunan anak pihak Kanjeng Rasul sampai sekarang. Imam Husein ini yang kepalanya dipenggal oleh sepupunya, Khalifah Yazid I dan dia dijadikan orang suci dalam kalangan Syi’ah, sebagai simbol melawan ketidakadilan.

Namanya dipajang di Masjid Haghia Sophia, Istanbul, sejajar Nabi dan empat sahabat utama. Waktu Presiden Obama ke mesjid ini (skrg jadi museum), guide menunjuk nama kaligrafi Hussein. “Mr. President, itu nama tengah Anda”. Obama dengan nama lengkap Barrack Hussein Obama, cuma nyengir. Imam Hussein adalah tokoh pujaan Mandela dan Gandhi.

Saya tak tahu apakah Shahrbanu tetap Zoroaster atau tidak sewaktu menikah dengan Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad. Yang pasti, Freddy memang non-practising Zoroaster. Tapi waktu dia menciptakan lagu berjudul ‘Mustapha’ ditambah mantra-mantra aneh dalam lagu ‘Bohemian Rhapsody’, termasuk kata /bismillah/, banyak penggemarnya di sini menganggap dia masuk Islam. Hoaks ini dibahas waktu saya senang2nya Queen 1978-1983, di majalah ‘Panji Masyarakat’ sekitar 1983-84. Biasalah, Muslim di sini bangga banget kalau ada seleb global tertarik dan masuk Islam. Tapi sebaliknya…. Yang Muslim pindah ke agama lain, akan dihujat.

Padahal Freddy hanya tumbuh besar di iklim budaya yang bukan monokultur. Jadi dia dekat dengan semua budaya, makanya dia mencintai kehidupan dan mengagumi makna cinta.

Tanya saja kepada produser Freddy, Denis Richards, yang menemani Freddy pergi ke studio rekaman di hari-hari akhir hidupnya. Freddy memaksa rekaman ke studio hanya untuk lagunya yang terakhir, ‘Mother Love’.
Dalam kondisi lemah, dia rekaman tanpa arranger musik dan hanya bermodalkan drum mesin. Hanya untuk ‘Mother Love’.

 

Baca nisannya Freddy Mercury:

“Freddy Mercury. The one who loved life. The one who sang songs”

 

 

7 Comments to "ZOROASTER"

  1. Sumonggo  13 December, 2018 at 09:13

    Kalau mendengar lagunya Queen saya malah teringat merk rokok Wismilak …….

  2. jhony lubis  12 December, 2018 at 22:10

    group Queen itu koor nya bagus… bahkan jd icon lagu utk pembangkit semangat “we are the champions”

  3. Lani  12 December, 2018 at 05:56

    Ki Lurah: yang the best itu dari sisi mananya? Lagu2nya? Orang nyakah?

  4. James  8 December, 2018 at 05:45

    ikutan komennya

  5. Dwi setijo widodo  7 December, 2018 at 11:13

    Singkat, namun dalam isi tulisannya.

  6. HennieOberst  6 December, 2018 at 18:16

    Sama komentarnya, “Freddie Mercury is the best!”

  7. J C  6 December, 2018 at 14:30

    Freddie Mercury is the best!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.