HUTANG!

Jhony Lubis – Jakarta

 

Note: hanya artikel fiksi (dongeng sebelum tidur), kesamaan yang terjadi tidak merupakan kesengajaan tetapi hanya kebetulan saja…. *smile

 

Dalam kehidupan ada namanya kebutuhan dan keinginan dikenal dengan istilah need dan want. Untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan bisa dilakukan dari self-financing (penghasilan/gaji) atau dari debt (hutang). Kondisi keterbatasan artinya harus bisa memilih prioritas yang harus didahulukan.

Permasalahannya bila dari hutang ada biaya pra realisasi hutang (provisi dan komisi) dan bunga yang dibayarkan selain pokok hutang serta asset yang dijaminkan sebagai agunan kredit (tergantung jenis kreditnya). Hutang dalam teori keuangan diperbolehkan untuk sector produktif dan bersifat leverage dimana pembiayaan dominan dari self-finance bukan dari hutang.

Pasti di BALTYRA sudah banyak ahli keuangan yang paham dengan teori hutang mulai dari jenis, risiko sampai profiling hutang…*smile

Ada seorang bapak yang memiliki anak-anak yang sudah dewasa dan memiliki penghasilan serta cakap hukum dalam melakukan perjanjian hutang/kredit dengan pihak manapun. Suatu hari dalam momen kumpul keluarga sang bapak sebagi kepala keluarga menyampaikan niatnya ingin membangun pos siskamling, beli kentongan, memasang portal, memasang CCTV dll dimana janji tersebut terlanjur disampaikan kepada warga antah berantah saat kampanye pemilihan ketua RT.

Untuk pembiayaan atas janjinya tersebut sang bapak kebingungan karena penghasilannya tidak mencukupi termasuk saldo rekening simpanannya juga terbatas tetapi sang bapak melihat asset anak-anaknya banyak dan mempunyai penghasilan termasuk potensi dari hasil panen sawah, empang dan kebun. Dalam kebingungan tersebut sang istri yang geulis mengusulkan agar bapak dan setiap anak-anaknya mengajukan hutang dimana hutang yang didapat dari setiap anak akan dipakai sang bapak untuk memenuhi janjinya ke warga.

Prosedur sederhananya setiap anak yang sudah dewasa, memiliki penghasilan dan cakap hukum untuk membuat perjanjian hutang atas namanya termasuk asset yang dijaminkan miliknya tetapi uang hutang yang didapat akan diserahkan kepada bapaknya untuk memenuhi janjinya kepada warga. Secara prosedur tidak salah (saya tidak bahas proposal penggunaan uang hutang).

Tetapi bila perhitungan sang bapak meleset dan tidak dapat memenuhi kewajiban membayar kepada anak-anaknya sehingga anaknya gagal bayar hutang, maka yang akan disita adalah asset milik anaknya termasuk reputasi anaknya yang akan masuk daftar black list informasi debitur sebagai debitur gagal bayar sementara sang bapak aman secara asset dan reputasi.

Bagaimana menurut anda, etiskah tindakan sang bapak dalam memenuhi janjinya kepada warga dengan meminta anak-anaknya mengajukan hutang dengan jaminan asset anaknya…*smile, sementara portofolio hutang bapaknya aman seolah-olah tidak bertambah…

 

Jhony Lubis

 

 

5 Comments to "HUTANG!"

  1. Jhony Lubis  4 January, 2019 at 23:28

    Tks bro JC, selamat tahun baru… sukses untuk baltyra n penikmatnya yang melek informasi serta objektif dalam menganalisa…. salute n smile..

  2. J C  3 January, 2019 at 20:40

    Bang JL, jelas si bapak sangat tidak etis lah…apa kabar? Selamat Tahun Baru 2019. Terima kasih atas kebersamaan selama 10 tahun ini…

  3. Jhony Lubis  1 January, 2019 at 21:22

    info terakhir hutang BUMN perbankan meningkat termasuk hutang BUMN kontraktor…. khusus BUMN perbankan biasanya hutang didapat dari DPK (nasabah penyimpan) dan nyaris tidak ada LDR 100% (artinya DPK = kredit disalurkan, apalagi LDR > 100% yg artinya DPK < kreditnyanya, tidak akan pernah terjadi ) Bingung kenapa hutang BUMN perbankan meningkat…?? *smile

  4. Alvina VB  29 December, 2018 at 05:54

    Trus kl sudah berhutang dan kalah, gimana? Stress berat?
    Lebih baik tidak berhutang saja.

  5. Handoko Widagdo  27 December, 2018 at 21:33

    Wah calon RT saja harus hutang?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.