Selamat Tahun Baru 2019

Dewi Aichi – Brazil

 

Satu tahun telah kita lewati bersama. Waktu seperti berlalu cepat melesat bagai busur panah yang dilepaskan. Kini kita akan segera meninggalkan tahun 2018 dalam hitungan jam, dan akan masuk ke tahun 2019 dalam hitungan jam. Setiap orang pastinya mempunyai catatan sendiri selama berada dalam kurun waktu satu tahun (2018). Semua berharap bahwa tahun ini mempunyai titik balik dengan rasa optimisme yang tinggi untuk memasuki tahun berikutnya.

Indonesia dengan ceritanya sangat beragam. Hadir dengan ceritanya yang sepanjang tahun ini mengangkat topik utama tentang tantangan terhadap nasionalisme di tengah keberagaman. Dengan maraknya berita yang diangkat di media online dan media sosial terutama, tantangan tentang nasionalisme, pluralisme semakin meningkat.

Ditambah lagi dengan tahun politik, yang juga masih akan berlanjut sampai tahun depan. Awal tahun 2019 pastinya sedang puncak-puncaknya mengenai topik politik dan pemilu. Dengan adanya pemilu, masyarakat Indonesia harus bisa meningkatkan kesadaran dalam mengutarakan opini, menyerap berita atau informasi yang ada demi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Kalau masyarakat mudah tersulut provokasi berita, alangkah disayangkan, sebab dengan demikian, akan terjadi kubu-kubuan yang sangat tidak baik untuk kesatuan bangsa. Kita bisa melakukan dengan minim reaksi. Jangan semua ditanggapi.

Akan lebih baik jika malam pergantian tahun baru kita lakukan tradisi daerah yang bisa dikembangkan untuk dijadikan ciri khas . Mengingat beragamnya suku bangsa di Indonesia ini, sungguh sangat menarik jika diangkat dan dijadikan topik.

Di BALTYRA ini yang dikunjungi hampir dari 200 penjuru negara, oleh warga Indonesia di seluruh dunia, bagus juga saling berbagi pengetahuan tentang tradisi masing-masing negara, seperti saya di Brasil, yang saya tau, tradisi masyarakat Brasil akan memakai baju putih sebagai simbol optimisme dan harapan di tahun mendatang. Di wilayah Bahia, mereka melarung perahu kecil, dengan bunga-bunga yang ditaburkan di tepian pantai sambil memanjatkan doa-doa harapan.

Saya punya teman orang Rusia, katanya di malam pergantian tahun, ada tradisi minum jus abu, wah…gimana rasanya itu, bayangin saja sudah mules hehe, jadi, orang Rusia akan menulis semua yang diinginkan, diharapkan di tahun berikutnya pada selembar kertas, lalu kertasnya di bakar, abunya dicampur dengan vodka, lalu diminum,  ada lagi Filipina yang membuka pintu rumah di malam tahun baru, Italia ciuman massal….

Di Jerman bagaimana tradisinya ya pak Djoko Paisan? Di tunggu ceritanya. Pak EA Inakawa, bagaimana Afrika? Yah, banyak lagi dari berbagai negara. Di Indonesia sendiri, setiap kepulauan juga punya tradisinya sendiri. Jawa, mereka tirakatan, doa-doa malam. Berkumpul bersama tetangga, menggelar tikar. Masyarakat Ambon akan membunyikan terompet tahuri, alat musik khas Ambon yang terbuat dari kerang. Tahuri berasal dari masyarakat pesisir Maluku yang biasa dipakai sebagai pengiring tarian tradisional seperti Tari Cakalele.

Selain semua itu, perayaan malam tahun baru juga ditandai dengan letupan-letupan kembang api yang sangat indah di berbagai negara, dan beruntun sebab setiap negara, benua, akan ada perbedaan waktu. Jadi bisa menikmati berbagai tampilan pesta kembang api di seluruh dunia.

Pada akhirnya, kita semua berharap, perdamaian untuk semuanya. Kerukunan berbangsa dan bernegara untuk Indonesia. Menyambut tahun baru dengan damai dan meriah. Di BALTYRA juga cermin dari pluralisme, semoga makin maju dan berkembang menjadi wadah yang baik dan mencerdaskan. Dengan mengoptimalkan warga BALTYRA yang terdiri dari berbagai suku, dan warga Indonesia yang sudah berdomisili di luar Indonesia, tentu bisa sharing tentang negara yang ia tempati. Dengan pikiran dan pandangan yang berbeda, namun tetap  bersatu sebagai orang Indonesia.

Selamat tahun 2019…Indonesia! Selamat tahun baru untuk warga BALTYRA di seluruh dunia.

 

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

19 Comments to "Selamat Tahun Baru 2019"

  1. James  17 January, 2019 at 08:35

    DA, iya tuh sampai mau main petak umpet sama Lani Kona juga kagak bisa

  2. Dewi Aichi  15 January, 2019 at 18:58

    James, selamat tahun baru, waduh lamaaaaaaaaaaaaaaa sekali terisolasi dengan baltyra ya…sehat selalu ya…..

  3. Dewi Aichi  15 January, 2019 at 18:57

    Komennya bisa langsung muncul, enak nih pak Lurah kayak dulu lagi, jadi bisa gebrak-gebrakan sama Lani….

    ya ngga Lani, gimana sih malam tahun baru malah tidur sore.

  4. Dewi Aichi  15 January, 2019 at 18:55

    Alvina Menghilang lagi dengansegudang kesibukannya, tapi selalu setia hadir di baltyra…

  5. James  14 January, 2019 at 09:22

    Selamat Hari Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, telaaaattt banget tapi bukan salah sy karena Baltyra menghilang selama berminggu-minggu gak bisa di akses di Ozi, mau kontak pak Lurah lupa alamatnya, jadi tunggu dengan suabar seribu sabar baru hari ini 14 Januari muncul dilayar Kompi

  6. Lani  8 January, 2019 at 05:11

    DA: Tengah malam sambil menunggu pergantian tahun disarankan kepantai? Welah……iki wis super kenthir….kkkkk……..opo ora malah berbikini kiwir2 dan berenang ria sekalian dilaut………

    Al: itulah yg aku ndak ngerti duit dibuang-buang dibakar tdk ada gunanya………lebih baik dimanfaatkan utk membantu orang lain

  7. Alvina VB  7 January, 2019 at 05:05

    Dewi: aduhhhh….panas di Brazil yak…..dinginnnnn di sini. Biasa kl di Selatan lagi panas di Utara dinginnnn
    Mbakyu Lani, kembang api, tradisi di tahun baru yg ngures duit buaanvak, padahal masih banvak org yg gak bisa makan dan gak punya rumah tinggal yo. Di UK masih heboh brexit, ttp 2.3 million pondsterling buat kembang api di malam tahun baru. Di US lagi shutdown gov.nya, banyak org yg gak dpt gaji ttp tetep aja pengeluaran duit buat kembang api jalan tuh.

  8. Dewi Aichi  4 January, 2019 at 20:47

    Tahun baru malah tidur nih Lani, bukannya ke pantai, deket kan?

  9. Dewi Aichi  4 January, 2019 at 20:46

    pak SLB, sekarang di acc dulu deh kayaknya nih sama admin, kenapa ya? Ngga langsung keluar jadi mau tanya jawab kayak dulu jadi nungguuuuuu

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.