SHAKUNTALA (2)

Syanti – Srilanka

 

Artikel sebelumnya:

SHAKUNTALA (1)

 

Prateph Nadesen, tidak peduli dengan LTTE yang ingin mendirikan negara sendiri. Karena suku Tamil sebagai minoritas di Srilanka merasa didiskriminasi oleh pemerintah Srilanka yang banyak dikuasai oleh suku Singhala. Bagi keluarga Nadesen siapapun yang berkuasa yang penting bisnis mereka bisa berjalan. Keluarga Nadesen menolak untuk memberikan anak-anaknya untuk join dengan LTTE, untuk itu mereka harus membayar ransom pada LTTE.

Karena itu Ravi oleh orang tuanya disekolahkan ke India, ia mengambil jurusan teknik mesin. Setelah lulus dia kembali ke Srilanka.

Di Trincomale terdapat sebuah PMA bergerak di bidang food industry. Produk perusahaan tersebut selain untuk diekspor juga menguasai pasar di Srilanka. Mereka mendirikan pabrik mereka di tepi pantai, dengan tanah seluas lima hektar. Dilengkapi dengan perumahan untuk pekerja asing dengan keluarganya. Dan juga tersedia tempat olah raga dan rekreasi.

Ravi diterima bekerja di pabrik tersebut sebagai supervisor untuk maintenance mesin-mesin di pabrik, kalau ada kerusakan harus segera diperbaiki. Ravi dan beberapa teknisi lainnya, bertugas bergantian selama duapuluh empat jam.

Perusahaan menyediakan kamar  untuk mereka beristirahat, jika mereka bertugas malam hari. Karena situasi keamanan dimana sering terjadi bentrokan antara Srilanka army dan LTTE. Mereka tidak diijinkan pulang bila sudah tengah malam. Pabrik tersebut dilengkapi dengan kantin yang cukup besar untuk para pekerja.

Di pabrik tersebut Ravi bertemu dengan Rajis, seorang gadis Tamil yang bekerja di kantin. Rajis jatuh cinta pada Ravi, ia berusaha menarik perhatian Ravi, walaupun ia tahu keluarga Ravi berasal dari kasta yang tinggi dan ia berasal dari kasta yang rendah. Rajis adalah gadis yang penuh percaya diri. Ia akan berusaha untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.

Sejak kecil Rajis sudah biasa bersaing dengan adik tirinya. Semula dia tidak mengetahui, ibunya itu bukan ibu kandungnya. Pada waktu ia berumur sepuluh tahun, ibu kandungnya datang untuk membawa dia ikut bersamanya. Walaupun ayahnya tidak mengijinkan, tetapi ibunya bersikeras membawanya dengan berbagai alasan.

Rajis dibawa ibunya ke Badula tempat ibunya bekerja di perkebunan teh. Ternyata ibunya telah menikah lagi dan mempunyai dua orang anak. Ibu kandungnya membawa Rajis, sebetulnya untuk membantu menjaga adiknya. Kehidupan Rajis bersama ibunya tidak jauh berbeda dan ayah tirinya adalah bukan laki laki yang baik.

Rajis melalui masa remajanya di Badula. Banyak temannya yang join dengan LTTE, ibunya merasa khawatir kalau Rajis terpengaruh dengan teman-temannya. Rajis sering menghilang dari rumah dan bolos dari sekolah. Ia mengikuti pertemuan yang diadakan oleh LTTE .Mereka  mengadakan pertemuan secara sembunyi, untuk merekrut anak-anak muda Tamil, untuk dijadikan tentara. Mereka dilatih untuk berperang dan menjadi bom bunuh diri. Sasaran mereka adalah anak-anak muda yang orang tuanya bekerja di perkebunan. Karena pada umumnya mereka berasal dari kasta rendah dan kurang mampu. LTTE menanamkan idea mereka, untuk join ikut berjuang, medirikan pemerintah sendiri. LTTE menjanjikan kehidupan yang lebih baik, bila mereka berhasil medirikan negara sendiri.

Ibu Rajis memberi tahu ayah Rajis di Trincomale, tentang Rajis. Ayahnya memutuskan untuk membawa Rajis kembali ke Trincomale. Ayah Rajis bekerja di pabrik tempat Ravi bekerja, di bagian cleaning services. Ayah Rajis meminta pekerjaan untuk Rajis kepada pimpinannya. Karena pendidikan Rajis O level saja belum tamat. Rajis dipekerjakan sebagai pembantu di kantin, untuk melayani pegawai pabrik yang makan di kantin.

Rajis walaupun warna kulitnya gelap, tetapi ia mempunyai wajah yang menarik. Tubuhnya berisi dan rambutnya yang panjang terurai dengan indah. Selain itu Rajis pintar menarik perhatian orang-orang di sekitarnya.

Ravi mengetahui Rajis sering berusaha untuk menarik perhatian padanya. Tetapi Ravi tidak membalas perhatian tersebut. Ravi sejak kecil sudah dididik oleh keluarganya sesuai dengan tradisi dengan sangat ketat. Mereka hidup sesuai dengan kasta mereka. Bagi keluarga mereka tidak ada love married, untuk pernikahan semua diatur oleh keluarga.

Rajis tidak pernah putus asa, sikap Ravi justru membuat Rajis merasa ditantang. Rajis selalu melayani Ravi dengan memberikan makanan yang terbaik, ia mengamati dengan seksama makanan apa saja yang disukai Ravi. Setelah selesai bertugas, ia berhias dan mengganti baju seragamnya, dengan salwar khames, rambutnya diurai dihiasi dengan untaian bunga melati.
Rajis selalu mencari tahu jam kerja Ravi, ia selalu berusaha untuk pulang dengan bis antar jemput yang sama dan duduk bersebelahan dengan Ravi.

Lambat laun Ravi mulai merasa tertarik pada Rajis….. Mereka kadang duduk bercakap-cakap di kantin… di pantai.

Pagi itu sebelum berangkat kerja, orang tuanya memberi tahu Ravi. Bahwa mereka mendapat beberapa married proposal untuknya. Sambil menunjukan foto beberapa orang gadis yang berasal dari berbagai daerah. Ravi memandang foto-foto itu dan membandingkan dengan Rajis.
Ravi mengembalikan foto-foto tersebut ke ibunya, ia minta waktu untuk memikirkannya. Sambil pergi, karena bis jemputan dari kantor sudah datang.

Sepanjang hari itu, Ravi pikirannya dipenuhi dengan masalah married proposal dan Rajis. Baginya tidak ada pilihan, ia harus melupakan Rajis. Karena biar bagaimanapun orang tuanya tidak akan menyetujuinya. Kalau ia bersikeras, keluarganya akan membuang dia. Ravi harus menjaga martabat keluarganya dan Ravi tidak mau kehilangan keluarga yang mencintainya.

Dari beberapa proposal yang mereka terima. Menurut horoscope, yang terbaik adalah proposal dari keluarga dokter Balasingham. Ravi menyetujui pilihan orang tuanya.

Ravi memberi tahu Rajis, bahwa ia akan menikah dengan gadis pilihan orang tuanya. Untuk itu ia meminta Rajis tidak menemui dia lagi. Rajis sangat kecewa dan sedih, tetapi ia tidak mau menyerah kalah. Baginya ia akan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada.

Rajis ikut di antara kerumunan orang-orang, yang ingin melihat kedatangan kedua mempelai. Mereka berdiri di pinggir jalan dekat pintu gerbang rumah keluarga Nadesen. Acara penyambutan mempelai perempuan, diadakan dengan meriah… Dari kejauhan Rajis berusaha melihat mempelai perempuan, seperti apa istrinya Ravi. Rajis memandang Shakuntala yang mengenakan sari berwarna merah yang sangat mahal harganya, dengan penuh rasa iri hati dan benci . Ia berjanji pada dirinya… Ia akan berjuang dan harus menang!

Sebagai suami, Ravi berusaha untuk menjadi suami yang baik bagi istrinya Shakuntala. Walaupun Shakuntala bukan istri idamannya. Sifat Shakuntala yang penurut membuat Ravi menyukai Shakuntala.

 

 bersambung…

 

 

4 Comments to "SHAKUNTALA (2)"

  1. Syanti  27 January, 2019 at 14:12

    Betul Ninik,suku Tamil di Srilanka masih mempertahankan tradisi dari negara asalnya India.
    Seperti di Jaffna yang mayoritas penduduknya Tamil mereka masih mempraktekkan system kasta. Di Colombo penduduknya majemuk jadi tidak terlalu kelihatan.
    Suku Singhala pun ada system kasta tetapi dalam kehidupan sehari – hari tidak dipraktekan, mereka semua berhak mendapat pendidikan dan pekerjaan yang sama. Hanya dalam pernikahan biasanya mereka masih melihat kasta. Tetapi tidak seketat India.

  2. Ninik Atmodipo  27 January, 2019 at 12:52

    Sepertinya adat mereka sangat ketat.

  3. Syanti  26 January, 2019 at 22:49

    Cerita ini berdasarkan kejadian yang terjadi di Srilanka.
    Banyak mereka yang masih melakukannya. Sampai sekarang.
    Terutama suku Tamil Hindu dan Srilanka Muslim. Srilanka Christian sudah banyak yang tidak melakukan.

  4. J C  24 January, 2019 at 11:16

    Syanti, apakah model-model seperti ini masih dipraktekkan dan eksis di sana?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.