SHAKUNTALA (4)

Syanti

 

Artikel sebelumnya:

SHAKUNTALA (1)

SHAKUNTALA (2)

SHAKUNTALA (3)

 

Shakuntala berusaha untuk memaafkan Ravi. Walaupun hatinya terasa sakit dan sangat kecewa. Tetapi ia ingat nasehat ibu mertuanya, bahwa ia tidak boleh kalah dan harus kuat untuk mempertahankan keluarganya.
Selama ini Shakuntala selalu mengalah, sekarang ia harus berani  dan harus mempunyai rasa percaya diri.

Beberapa minggu kemudian, mereka mendapat berita, bahwa Rajis menolak untuk menikah dengan lelaki pilihan mereka. Ayah Rajis datang sambil menangis, memberi tahu, bahwa anaknya telah pergi melarikan diri entah kemana.

Mendengar berita itu, mereka sangat terkejut dan mengirim orang suruhan mereka, untuk mencari tahu kemana Rajis pergi. Karena bagi mereka, biar bagaimanapun anak yang dikandung Rajis adalah keluarga mereka.

Ada yang mengatakan, bahwa Rajis pergi ke Badula ke rumah ibu kandungnya, tetapi setelah dicek ke sana, tidak ada. Mereka menduga ada kemungkinan Rajis bergabung dengan LTTE. Ada juga yang mengatakan pergi ke Jaffna… Bahkan ada yang mengatakan Rajis menjadi pengungsi di India. Beritanya menjadi simpang siur.

 

Srilanka 2006

Setelah beberapa kali perundingan damai antara pemerintah Srilanka dan LTTE untuk menghentikan civil war, yang sudah lebih dari duapuluh tahun, selalu mengalami kegagalan. Pemerintah Srilanka mengambil keputusan melakukan serangan secara besar-besaran. Banyak daerah yang dikuasai oleh LTTE berhasil diambil alih oleh pemerintah Srilanka.
Membuat LTTE semakin terdesak, dan mereka sembunyi di hutan-hutan.

Toko textile keluarga Nadesen, selain menjual textile, juga menjahit pakaian untuk pria dan wanita.

Setelah Vinod agak besar, ibu Ravi yang mengetahui ketrampilan Shakuntala dalam menjahit, memberi kesempatan pada Shakuntala untuk mengelola usaha menjahit untuk pakaian wanita dan anak-anak, di toko mereka.

Ternyata Shakuntala berhasil menjalankan bisnis menjahit dengan baik, dan menjadi terkenal. Banyak orang yang menjahitkan baju pada Shakuntala. Sehingga ia memerlukan beberapa orang assisten untuk membantunya. Hal ini membuat Shakuntala menjadi percaya diri.

Ravi dan beberapa teman kantor mendapat tugas ke Colombo dari perusahaannya. Karena masih ada tempat duduk di mobil kantor tersebut, Shakuntala bisa ikut serta untuk membeli pernak pernik perlengkapan menjahit dan menengok keluarganya di Colombo.

Pagi-pagi sekali mereka sudah berangkat dengan beberapa orang dari kantor Ravi. Biasanya mereka ke Colombo melalui Dambula, tetapi kali ini karena ada jembatan yang rusak, terpaksa mereka mengambil jalan lain, melalui Anuradhapura. Di daerah tersebut terdapat beberapa tempat persembunyian  LTTE.

LTTE mendapat informasi, bahwa akan ada truk membawa kebutuhan logistik untuk Srilanka Navy base di Trincomale yang akan melalui Anuradhapura. Mereka merencanakan untuk menjarah truk tersebut.

Sepanjang malam tentara LTTE bersembunyi mengintai di hutan dekat jalan yang akan dilalui oleh truk tersebut. Mereka terpecah menjadi dua kelompok. Salah satu kelompok akan menyerang dari belakang, sedangkan kelompok kedua akan menyerang dari depan dan mereka menasang rintangan untuk menghentikan truk tersebut.

Hari masih pagi sekali dan masih gelap, dari kejauhan mereka melihat ada lampu mobil yang menyala, mereka mendapat informasi dari kelompok pertama , bahwa truk yang mereka incar hampir mendekati. Dan mereka bersiap-siap melakukan aksi mereka.

Dari arah belakang, mereka mengejar truk tersebut sambil melepas tembakan agar truk berhenti. Tetapi truk tersebut dikawal dengan ketat, oleh tentara dan memberikan perlawanan sehingga tembak menembakpun terjadi.

Truk berjalan dengan kecepatan tinggi dan berhasil menghindari blokade yang dipasang oleh LTTE. Sementara jeep LTTE  dari arah belakang, berusaha untuk mengejar truk tersebut dengan kecepatan yang tinggi pula. Pada waktu yang sama kendaraan yang ditumpangi oleh Ravi, Shakuntala dan temannya. Datang dari arah yang berlawanan, supir kendaraan tersebut berusaha untuk menepi. Tetapi terlambat, karena jeep LTTE muncul dari belakang truk dengan kecepatan tinggi. Jeep tersebut menabrak mobil kantor dengan keras sehingga terguling dan jeep LTTE menabrak pohon kemudian terguling pula.

Ravi yang duduk dekat pintu, tubuhnya terpental keluar, menghempas aspal jalanan dan terguling-guling, membuatnya terluka berat dan tidak sadarkan diri. Sementara Shakuntala dan penumpang lainnya semua terluka dan berusaha keluar dari kendaraan yang mereka tumpangi. Shakuntala masih sempat melihat Ravi yang terkapar di sisi jalan. Kepalanya terasa sakit sekali, kemudian ia terjatuh tak sadarkan diri.

Tentara LTTE yang melihat kecelakaan yang terjadi dan melihat teman mereka banyak yang terluka, datang untuk memberikan bantuan. Rajis ada di antara mereka, waktu ia melihat mobil van tersebut, Rajis mengenali van itu adalah milik perusahaan tempat dia bekerja dulu. Dan Rajis melihat Ravi dalam keadaan terluka dan tidak sadarkan diri.

Mereka dengan segera mengangkat teman mereka yang terluka, Rajis tampa sepengetahuan yang lain, mengangkat tubuh Ravi ke dalam jeep. Dan dengan segera meninggalkan tempat tersebut, karena dari kejauhan terdengar suara mobil patroli yang semakin mendekat.

Kapten Nimal Abeysekera, mendapat laporan, bahwa gerombolan LTTE telah menyerang truk pemerintah. Di area tempat ia bertugas, dengan segera ia memerintahkan pasukannya untuk memberikan bantuan.

Pada waktu ia menerima laporan, telah terjadi kecelakaan antara jeep LTTE dengan kendaraan umum dan banyak korban kecelakaan yang luka berat. Ia meminta rumah sakit terdekat untuk mengirim bantuan dan ia langsung menuju ke tempat kecelakaan tersebut.

Kapten Nimal Abeysekera adalah kakak Theruni, merasa terkejut ketika melihat di antara korban, terdapat Shakuntala yang dikenalnya. Ia menghubungi dokter Ananda, ayah Shakuntala di Colombo. Pada waktu mendengar berita itu, dokter Ananda sangat terkejut, istrinya dan Padma menangis memikirkan keadaan Shakuntala dan Ravi.

Dokter Ananda, memberi tahu orang tua Ravi, tentang kecelakaan yang menimpa Ravi dan Shakuntala. Hari itu juga dokter Ananda dan istrinya pergi ke Anuradhapura untuk melihat keadaan Shakuntala dan Ravi.

Melihat keadaan korban sangat parah, Kapten Nimal memutuskan untuk mengirim mereka ke rumah sakit di Anuradhapura yang mempunyai fasilitas lebih lengkap.

Menjelang sore dokter Ananda dan istrinya tiba di rumah sakit Anuradhapura , setelah menempuh perjalanan selama enam jam.
Di rumah sakit mereka bertemu dengan orang tua Ravi, yang telah datang sejak pagi. Shakuntala telah sadar, tetapi Ravi tidak ada diantara para korban kecelakaan.

Kapten Nimal, memerintahkan anak buahnya untuk mencari Ravi di tempat terjadi kecelakaan.

Sore harinya kakak tertua Ravi, yang ikut serta mencari Ravi. Kembali dengan muka sedih, karena mereka tidak menemukan Ravi di sana.
Mendengar berita itu mereka semua menjadi shock, terutama Shakuntala. Ia yakin Ravi ada di sana dan masih hidup.

Keesokan harinya pada waktu Zaky salah satu dari korban  kecelakaan tersebut, sudah siuman mengatakan bahwa ia sempat melihat Ravi dibawa pergi oleh tentara LTTE dengan jeep mereka.

Mendengar apa yang dikatakan oleh Zaky, mereka tidak mengerti. Mengapa LTTE menculik Ravi. Terutama keluarga Nadesen, karena selama ini mereka selalu membayar ransom pada LTTE. Dengan perjanjian LTTE tidak akan mengganggu bisnis dan juga anggota keluarga mereka.

Rajis yang merasa telah dihina dan  direndahkan oleh Ravi dan keluarganya. Bersumpah akan membalas dendam dan akan menghancurkan kesombongan  keluarga Nadesen. Untuk itu ia pergi melarikan diri dari keluarganya dan bergabung dengan LTTE.
Karena itu pada waktu ia melihat Ravi terkapar tak sadarkan diri. Tampa berpikir panjang, diculiknya Ravi. Rajis tidak mau melepaskan kesempatan yang ada, untuk membalas dendam. Ia tahu pasti keluarga Nadesen akan sangat berduka. Biar mereka merasakan bagaimana pedihnya kehilangan anggota keluarga yang dicintai.

Rajis dan teman-temannya melarikan diri dari kejaran tentara pemerintah. Mereka bersembunyi di hutan yang masih dikuasai oleh LTTE.

Rajis membawa Ravi yang terluka dan tidak sadarkan diri. Ke Vedha mahathia, yang berada di desa terpencil untuk mengobati Ravi.
Vedha mahathia adalah dokter tradisionil yang mengobati pasien dengan ramuan tumbuh-tumbuhan yang diolah menjadi obat- obatan .

Vedha mahathia tersebut, dari suku Singhala tetapi ia sudah turun menurun menetap di desa itu bersama suku Tamil, yang sudah dianggap sebagai saudara sendiri, mereka hidup berdampingan dengan damai. Ia membantu mengobati penduduk di sekitarnya tampa memungut bayaran, biasanya mereka memberikan hasil kebun mereka sebagai ucapan terima kasih.

Rajis meminta Vedha mahathia untuk merawat dan mengobati Ravi. Dan Rajis meminta Vedha mahathia untuk merahasiakan keberadaan Ravi dari siapapun dan menjaga Ravi, agar tidak melarikan diri. Bila itu sampai terjadi Rajis mengancam  akan membunuh Vedha mahathia dengan seluruh anggota keluarganya.

Ancaman Rajis membuat Vedha mahathia sangat ketakutan. Ia tahu tentara LTTE sering berlaku kejam baik terhadap orang Singhala, Muslim maupun sesama orang Tamil.

Vedha mahathia, hidup dengan istrinya dan salah seorang cucunya yang baru berumur lima tahun, anak perempuannya meninggal pada waktu melahirkan sedangkan suaminya tidak tahu kemana sudah lama tidak kembali. Ia dibantu oleh seorang laki-laki Tamil yang sudah tua, untuk membuat obat-obatan.

Rajis memberi sejumlah uang, yang dia ketemukan di dompet Ravi. Kemudian ia pergi membawa dompet Ravi dengan kartu identitas dan membuangnya ke hutan. Dia berjanji untuk datang kembali, ke tempat itu. Vedha mahathia menolak uang pemberian dari Rajis, tetapi Rajis memaksanya dan meninggalkan uang tersebut di atas meja.

Setelah pulih kesehatannya, Shakuntala kembali ke rumah mertuanya di Trincomale. Ia menolak ajakan orang tuanya untuk tinggal di Colombo bersama mereka. Shakuntala ingin menunggu Ravi kembali, ia yakin Ravi masih hidup dan akan kembali.

Berbagai usaha dilakukan untuk menemukan Ravi, mereka membayar orang suruhan untuk mencari Ravi tetapi belum diketemukan juga.

Shakuntala tidak berputus asa, kemampuannya berbahasa Ingris yang ia peroleh dari Ladies college, sangat membantu. Ia meminta bantuan dari UNCHR, yang merupakan  mediator antara pemerintah dan LTTE, dalam masalah pengungsi dan missing person.

Ravi yang mengalami benturan sangat keras di kepalanya, membuat ia tidak sadarkan diri cukup lama dan tempurung kakinya sebelah kiri retak. Vedha mahathia berusaha mengobati Ravi dengan obat ramuannya dan merawat Ravi.

Akhirnya Ravi mulai sadarkan diri, pada waktu ia melihat sekelilingnya begitu asing baginya,  Ia bertanya di mana ia berada, vedha mahathia merasa senang melihat Ravi telah siuman. Tetapi ia masih belum ingat siapa dirinya. Vedha mahathia hanya menjawab bahwa LTTE nona yang membawa dia untuk diobati. Vedha mahathia sendiri, tidak tahu Ravi siapa dan berasal dari mana.

Pada waktu Rajis, melihat keadaan Ravi yang tidak dapat mengenali dirinya sendiri. Ada rasa prihatin, karena sesungguhnya  masih ada rasa cinta di hatinya, tetapi ia berusaha untuk menutupi semua itu dengan rasa dendam dan sakit hati.

Dengan mencuri waktu, Rajis mengunjungi Ravi. Tidak ada yang tahu dengan apa yang dilakukan Rajis. Bila diketahui oleh komandannya ia bisa kena sangsi.

Ravi berusaha untuk mengingat-ingat siapa dirinya. Daya ingatnya seperti puzzle, ada beberapa bagian yang belum diketemukan, kadang muncul dan tenggelam.

Pada waktu Rajis datang mengunjunginya. Ravi berusaha untuk mengenali Rajis.

“Kamu siapa? Apa yang kamu mau dari saya?… Kenapa kamu melakukan semua ini?”

Tanya Ravi, ia merasa marah sekali kepada Rajis. Sambil berusaha untuk berdiri tetapi tubuhnya masih sangat lemah.

“Saya Rajis!  kamu ingat Rajis?…. Rajis yang mengandung anak kamu! ….kemudian kamu campakan dan kamu hina!”

Jawab Rajis, dengan tersenyum mengejek. Rajis memandang Ravi dengan perasaan puas dan senang melihat penderitaan Ravi.

Pada waktu Ravi menanyakan tentang anak yang dikandungnya, Rajis mengatakan bahwa anaknya laki-laki, telah ia berikan kepada orang asing untuk diadopsi.

Mendengar jawaban Rajis, Ravi hanya terdiam dan termenung berusaha untuk mengingat-ingat.

Terbayang olehnya seorang anak lelaki yang memanggilnya “apa (ayah) ” dan seorang wanita…. Tetapi wanita itu bukan Rajis.

Setelah itu Rajis, memutuskan untuk tidak datang lagi. Ia akan meninggalkan Ravi di sana sendiri, tampa keluarga sebagai hukuman.
Selain itu markas persembunyian mereka, harus selalu berpindah- pindah tempat. Agar tidak diketahui oleh pasukan pemerintah.

Setahun telah berlalu, Ravi belum diketemukan juga. Membuat keluarganya hampir kehilangan harapan, tetapi Shakuntala tetap bertahan dan percaya Ravi akan kembali. Setiap hari bersama dengan ibu mertuanya, Shakuntala melakukan puja dan berdoa untuk keselamatan Ravi.

Akhirnya Shakuntala mendapat berita dari UNCHR, ada beberapa orang yang berada di bawah custody LTTE di Vavuniya. Mereka bisa membantu Shakuntala untuk bertemu dengan pimpinan LTTE di area itu untuk melihat, apakah Ravi ada diantara tawanan mereka.

Shakuntala memutuskan untuk pergi menemui pimpinan LTTE di tempat persembunyian mereka. Dengan segala resikonya, walaupun semua keluarganya melarang. Tetapi Shakuntala tetap bersikeras, akhirnya mereka mengijinkan Shakuntala pergi tetapi didampingi dengan ayahnya dokter Ananda.

Mereka diantar oleh petugas UNCHR, ke satu tempat di mana anggota LTTE menunggu mereka, setelah diadakan segala macam  pemeriksaan. Mereka tidak boleh membawa apapun. Dengan mata tertutup, mereka dibawa dengan jeep LTTE memasuki hutan. Mereka dibawa berputar-putar, melalui jalan yang berliku-liku. Agar mereka tidak ingat jalan yang dilalui.

Setelah hampir satu jam, mereka dibawa berputar-putar. Mereka diturunkan di tengah hutan. Setelah tutup mata mereka dibuka, mereka melihat ada beberapa tenda dengan penjagaan yang cukup ketat.

Dokter Ananda dan Shakuntala, dibawa ke tenda yang agak besar, sebelum masuk mereka kembali digeladah. Anggota LTTE yang membawa mereka, menyerahkan file dari UNCHR yang menerangkan tujuan kedatangan mereka, beserta keterangan identitas Ravi lengkap dengan foto dan kronologi hilangnya Ravi.

Dokter Ananda dan Shakuntala, tidak banyak berbicara. Mereka hanya menjawab pertanyaan yang diajukan oleh komandan LTTE.
Sebelum berangkat dokter Ananda dan Shakuntala, sudah sepakat untuk berbicara seperlunya dan sedapat mungkin menghindari perdebatan. Dan mengikuti apa yang mereka inginkan. Untuk menghindari hal-hal yang bisa membahayakan keselamatan mereka.

Berdasarkan file mereka, tidak ada nama Ravi diantara tawanan mereka. Tetapi pimpinan LTTE memerintahkan anak buahnya untuk membawa dokter Ananda dan Shakuntala, untuk melihat tawanan yang ada. Mungkin ada diantara mereka dengan identitas yang berbeda.

Mereka membawa dokter Ananda dan Shakuntala ke salah satu tenda. Ternyata di dalam tenda tersebut ada jalan masuk ke bunker terpat persembunyian mereka di bawah tanah.

Di bunker tersebut, banyak kamar-kamar dan ada beberapa kamar yang dijadikan sel untuk tawanan.

Ravi tidak diketemukan di sana, tetapi Shakuntala melihat ada Rajis di sana yang sedang bertugas. Dia yang membuka pintu untuk mereka berdua. Tetapi Shakuntala pura-pura tidak mengenalnya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ia hanya memegang tangan ayahnya lebih erat. Sebetulnya banyak yang ingin dia tanyakan pada Rajis. 

Rajis juga sangat terkejut,  pada waktu melihat Shakuntala dan dokter Ananda.

Rajis tidak mengira dokter Ananda adalah ayah Shakuntala…… dokter yang pernah menolong menyelamatkan jiwanya.

 

bersambung…

 

 

4 Comments to "SHAKUNTALA (4)"

  1. Syanti  25 February, 2019 at 08:47

    Alvina part 5 sudah saya kirim, tinggal tunggu tayang.
    Colek JC… Hehehe!

  2. Alvina VB  24 February, 2019 at 10:32

    OK ditunggu. Masih di tempat sekarang; kl kelamaan udah kabur lage….he…he….

  3. Syanti  23 February, 2019 at 09:05

    Terima kasih Alvina.
    Tunggu episode selanjutnya. Episode terakhir.

  4. Alvina VB  23 February, 2019 at 01:51

    Syanti, ditunggu lanjutannya. Semoga kebaikan akhirnya yg menang.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.