Cinta Itu Indah (1)

Syanti

 

Arti cinta bagi setiap orang bisa berbeda-beda, berdasarkan pengalaman dalam kehidupannya..
…….tetapi cinta itu sesungguhnya indah.

        “Cinta dapat membuat seseorang rela berkorban…. Tanpa perduli pengorbanannya, bisa membuat yang lain menderita. Lahiru tidak ingin membuat orang lain menderita…. Karena itu cinta baginya adalah identical dengan penderitaan. “

    “Cinta sering kali membuat seseorang melakukan sesuatu mengikuti perasaan daripada akal budi, ….. Tanpa memikirkan akibatnya yang merugikan diri sendiri….. Bagi Edna cinta adalah kebodohan! “

 

Ceylon 1964

Ayah Lahiru, Jagath Mudyanselage Dishanayake berasal dari keluarga bangsawan Kandyan. Mudyanselage nama tengah yang menunjukkan kasta mereka.  Keluarga mereka menganut ajaran Budhism yang taat.

Ibu Lahiru, Naomi Perera berasal dari keluarga Nasrani, ayahnya Kumara Perera seorang pendeta. Dan mereka sudah tidak percaya pada horoscope, juga tidak ada kasta bagi mereka semua sama.

Jayaratne Mudyanselage Dishanayake, bekerja sebagai kepala kantor pos di Panadura. Keluarga mereka sangat disegani dan dihormati oleh penduduk setempat. Karena ia berasal dari keluarga bangsawan Kandyan, mereka memanggilnya “Lokhu Hamu” yang berarti tuan besar.

Istrinya Subadra Mudyanselage Abeynayake adalah anak tunggal dari Nilame yaitu kepala desa di Bandaragama yang masih keturunan bangsawan Kandyan. Mereka memiliki kebun karet, sawah dan kebun kelapa yang sangat luas.

Rumah mereka disebut Walawwa atau rumah besar orang-orang kaya, biasanya dari keturunan bangsawan. Bangunan yang megah, dibangun berdasarkan Srilankan architecture. Pada umumnya berlantai dua, dan dibangun dengan menggunakan bahan berkwalitas. Seperti pintu, jendela dan tangga, dibuat dari kayu pilihan, perabot rumah tangga mereka banyak yang terbuat dari kayu ebony yang mahal harganya dan merupakan warisan turun temurun dari kakek buyut mereka.

Di dinding rumah mereka, biasanya tergantung photo keluarga. Dari kakek buyut sampai anak cucu, mereka mengenakan pakaian kebesaran mereka. Dan foto pernikahan mereka juga dipajang di sana.

Istrinya anak tunggal, semua harta kekayaan diwariskan kepada istrinya. Menike itu panggilan untuk istrinya, Menike berarti batu permata yang sangat berharga. Setelah ayahnya meninggal, Jayaratne diangkat menjadi Nilame menggantikan mertuanya.

Mereka mempunyai empat orang anak, Kularatne adalah anak laki-laki pertama. Horoscope Kularatne tidak bagus, hidupnya akan banyak mengalami kesulitan dan tidak baik untuk hidup berkeluarga. Karena itu pada waktu ia berumur sepuluh tahun, ia diserahkan ke temple untuk menjadi biksu.

Anak yang kedua perempuan bernama Manil, bunga teratai berwarna ungu. Manil wajahnya sangat cantik. Berdasarkan horoscope, ia akan menjadi wanita yang cerdas. Tetapi ia akan mendapat kesulitan untuk mendapatkan suami. Lelaki yang menjadi suaminya harus mempunyai horoscope yang lebih kuat darinya. Kalau tidak suaminya akan kalah dan meninggal dunia.

Jagath adalah anak ketiga, mempunyai horoscope yang bagus, mempunyai pendirian yang kuat, hanya Jagath sering tidak bisa mengontrol emosinya, tetapi baik hati.

Aralia berarti bunga kamboja, adalah anak bungsu mereka. Horoscope Aralia cukup bagus dan mempunyai masa depan yang baik.

Beberapa kali, Manil mendapat married proposal. Tetapi horoscope mereka tidak ada yang cocok. Lelaki mana yang mau menikah dengannya kalau setelah menikah akan mati. Manil mengambil keputusan untuk tidak menikah. Ia mempunyai pekerjaan yang cukup baik di pemerintah.

Jagath dan Aralia, yang menjadi harapan orang tuanya untuk menjadi penerus keluarga mereka. Mereka merencanakan pernikahan Aralia dengan lelaki pilihan mereka, yang masih ada hubungan keluarga yaitu anak dari sepupu ibunya. Horoscope mereka sesuai dan di Srilanka pernikahan antara sepupu adalah hal yang lumrah. Untuk mencegah harta kekayaan mereka jatuh ke orang lain.

Tetapi nasib berkata lain, Aralia terkena penyakit kolera yang sedang berjangkit di daerah mereka dan jiwanya tidak tertolong. Kematian Aralia membuat keluarga mereka sangat berduka.

Orang tua Jagath menghendaki Jagath untuk menikah. Mereka mencari proposal dari kalangan keluarga mereka sendiri. Jagath menolak calon istri pilihan orang tuanya. Karena Jagath jatuh cinta pada Naomi, adik dari teman dekatnya. Naomi adalah seorang guru, ia mengajar di St Thomas college. Sekolah Kristen Anglican, khusus untuk anak laki-laki yang sangat terkenal di Colombo.

Percintaan mereka mendapat tentangan dari kedua pihak, tetapi  Jagath tetap dengan pendiriannya. Ia mencintai Naomi dan ingin menikah dengan Naomi. Jagath memberi tahu orang tua Naomi, bahwa ia ingin menikah dengan Naomi dan bersedia menikah secara Kristen dan dibabtis.

Pendeta Kumara Perera, datang menemui orang tua Jagath, untuk membicarakan tentang Jagath dan Naomi.  Jayaratne Dishanayake menyatakan bahwa ia tidak setuju dan menolak rencana pernikahan anaknya. Sebagai orang terhormat dan menjadi panutan masyarakat, ia merasa terhina dan malu. Bila anaknya menikah dengan kasta yang berbeda dan berpindah agama. Apa kata masyarakat nanti, karena sebagai Nilame ia adalah pemimpin keagamaan, dan Jagath adalah penerus ayahnya.

Berdasarkan hukum di Srilanka, pernikahan dapat dilakukan, untuk wanita berumur minimal 16 tahun dan laki-laki minimal berumur 20 tahun. Jagath dan Naomi yang sudah berusia di atas 20 tahun berhak untuk menikah, dengan atau tampa persetujuan orang tuanya.

Jagath dan Naomi memutuskan untuk menikah, mereka menikah di gereja secara Kristiani. Orang tua Jagath tidak hadir dalam acara pernikahan. Hanya Manil yang hadir, ketika Jagath melihat Manil datang menghadiri pernikahannya di gereja, Jagath senang sekali ada anggota keluarganya yang hadir.

Setelah mereka menikah, pendeta Kumara Perera. Meminta mereka untuk mengunjungi orang tua mereka. Ia berpesan pada Jagath dan Naomi, untuk tetap menghormati orang tuanya, sekalipun mereka marah dan menolak mereka berdua.

Jayaratne dan istrinya sedang duduk-duduk di veranda, ketika mereka melihat Jagath dan Naomi memasuki halaman rumah mereka. Dengan secepatnya mereka masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu. Sambil berteriak mengusir mereka untuk pergi dan jangan datang lagi!

Jagath memanggil ayah dan ibunya sambil mengetok pintu dengan keras. Naomi tidak mengira, orang tua Jagath akan menolak mereka seperti itu. Hatinya sedih sekali, tidak tahu harus berbuat apa?

Manil yang kebetulan berada di rumah, mendengar ada suara ribut-ribut. Datang untuk melihat apa yang terjadi. Ibunya mengatakan, ada Jagath di luar. Manil berjalan ke pintu dan membukanya, walaupun dilarang oleh ayah dan ibunya.

Manil menyuruh mereka masuk, ayah dan ibunya masuk ke kamar tidak mau menemui mereka. Sambil berteriak-teriak marah, bahwa Jagath bukan anak mereka lagi. Jagath meminta maaf sambil menangis di depan kamar orang tuanya. Tetapi mereka tidak mau memaafkan.

Naomi melahirkan anak lelaki yang pertama, di pagi hari pada waktu matahari terbit. Mereka menamakannya Lahiru, berarti cahaya matahari pagi. Mereka begitu bahagia, dengan harapan membawa kehangatan pada keluarga mereka.

Pada waktu Lahiru berumur satu bulan, mereka membawa Lahiru menemui orang tua Jagath, kakek dan neneknya. Ayah Jagath yang masih marah dan tidak mau mengakui mereka. Untuk melihat bayi Lahiru saja tidak mau, pada waktu istrinya mau menyentuh saja dilarangnya. Hati Naomi sedih sekali, walaupun demikian setiap kali Jagath datang ke rumah orang tuanya, ia selalu ikut. Naomi selalu ingat pesan ayahnya, untuk menghormati dan mencintai mereka.

Pada waktu Lahiru berusia empat tahun lebih, Naomi melahirkan anak kedua, seorang anak perempuan. Mereka memberi nama Samantha, diambil dari nama neneknya Naomi.

Dengan kelahiran anak-anaknya, Naomi berharap dapat mengambil hati mertuanya. Naomi selalu datang ke rumah mertuanya, pada acara-acara tertentu. Seperti Avurudhu (tahun baru Srilanka) tetapi mereka tidak menerima Naomi dengan baik. Karena bagi orang tua Jagath, Naomi yang telah membuat Jagath tidak patuh pada orang tuanya. Mereka masih mengharapkan Jagath kembali, untuk meneruskan tradisi mereka.

Setelah menikah mereka tinggal di rumah sewaan. Jagath ingin memiliki rumah sendiri, tetapi uang tabungannya belum cukup.

Waktu Manil datang mengunjungi mereka, Manil memberi tahu  bahwa mereka sedang panen  cengkeh. Kebun cengkeh itu adalah kepunyaan Jagath, karena ditanam dari uang gaji pertama Jagath.

Pada waktu itu ayahnya meminta Jagath untuk menanam cengkeh,  di kebun mereka. Sebagai tabungan untuk masa depan bila Jagath telah berkeluarga.

Mendengar berita itu, Jagath bermaksud meminta sebagian uang dari penjualan cengkeh. Karena ia memerlukan uang tambahan untuk membeli rumah.

Jagath memberi tahu Naomi akan ke rumah orang tuanya, karena sudah sore Naomi dan anak-anak tidak ikut serta. Jagath pergi sendiri dengan naik sepeda motor.

Ayah Jagath menolak memberi uang hasil panen cengkeh, kepada Jagath. Hal tersebut membuat Jagath marah, mereka berdua bertengkar. Ibunya dan Manil berusaha melerai mereka. Tetapi mereka bersikeras dengan pendirian masing-masing.
  
Jagath pulang ke rumah dalam keadaan marah, dan di luar mulai turun hujan. Manil meminta Jagath  untuk menanti sampai hujan reda, tetapi Jagath tidak mau mendengar ia tetap pergi. 

Jagath mengendarai sepeda motornya dengan penuh rasa marah, membuat ia tidak hati-hati dan tidak mengontrol kecepatan sepeda motornya. Hujan turun dengan derasnya dan sudah mulai gelap. Dari arah berlawanan datang sebuah bis penumpang, jalan yang licin membuat Jagath lepas kendali menabrak bis tersebut. Kecelakaanpun terjadi Jagath terjatuh dan tubuhnya terlindas roda depan bis tersebut. Jagath meninggal di tempat.

Kematian Jagath yang secara mendadak dan tragis, membuat semua keluarga sangat berduka. Naomi berusaha untuk tegar dan kuat demi kedua anaknya, walaupun hatinya hancur dan sedih sekali.

Tetapi ayah Jagath tidak dapat menerima kenyataan yang terjadi. Hatinya penuh dengan penyesalan, ia tidak dapat memaafkan dirinya sendiri. Anaknya meninggal karena kekerasan hatinya, mempertahankan harga dirinya.

Ia memutuskan untuk bunuh diri, dengan cara melompat ke sungai dari atas jembatan dan kemudian menenggelamkan diri.

Setelah Jagath meninggal dunia, pendeta Kumara Perera, membawa Naomi dan anak-anaknya tinggal bersama mereka di mission house.

Manil meminta ijin kepada ibunya, untuk membawa Naomi tinggal di rumah mereka. Tetapi ibunya menolak, ia hanya mau menerima cucunya, karena baginya Naomi sumber malapetaka. Ia kehilangan anak dan suaminya karena Naomi. Dan ia juga tidak mau Naomi  menikmati harta kekayaannya.

Setelah melahirkan anak kedua, Naomi sering merasa tubuhnya kurang sehat, tetapi Naomi tidak menganggap terlalu serius. Akan tetapi setelah Jagath meninggal dunia,  kesehatannya semakin menurun. Naomi berusaha untuk bertahan demi kedua anaknya. Dokter mendiagnosa bahwa Naomi menderita kanker rahim.

Naomi menyerah kalah………ia menutup mata untuk selama-lamanya. Meninggalkan Lahiru  yang baru berumur sepuluh tahun dan Samantha enam tahun.

Setelah dewasa Lahiru mulai mengerti, bagaimana ibunya selalu kelihatan serba salah bila berada di Walawwa. Biasanya sebelum berangkat ibunya sudah memberi tahu, bahwa ia tidak boleh ini dan itu. Hal tersebut membuat ia merasa tidak nyaman dan sering membuat ia merengek minta pulang.

Hampir setiap kali mereka berkunjung ke Walawwa, antara ayahnya dengan seeya panggilan untuk kakek, selalu saling berbeda pendapat. Sedangkan achiama neneknya, sibuk menasehati ibunya…. Samantha harus begini! Lahiru harus begitu! sambil mencari kesalahan ibunya.

Berbeda bila mereka berada di mission house. Ia merasa ada kehangatan, priest seeya panggilan untuk kakek dari ibunya dan nana untuk neneknya. Di waktu senggang priest seeya mengajar Lahiru menggambar, bagaimana membuat garis, mencampur warna. Mereka bernyanyi bersama, ibunya mengiringinya dengan piano, ayahnya dan Samantha menari sambil bertepuk tangan…. Mereka begitu bahagia.

Waktu ayahnya meninggal, Lahiru masih terlalu kecil. Ia tidak tahu kenapa ayahnya meninggal, setelah besar ia baru tahu mengapa ayahnya meninggal disusul dengan kematian kakeknya.

Semua pristiwa itu, membuat Lahiru menarik kesimpulan, semua itu terjadi karena “cinta!” Bagi Lahiru cinta membutuhkan banyak pengorbanan dan mengakibatkan penderitaan.

Lahiru masih ingat masa kecilnya bagaimana ia merasa menderita. Terutama setelah ibunya meninggal. Manil lokhu nenda memutuskan membawa ia dan Samantha untuk tinggal di Walawwa. Setiap malam Samantha selalu menangis, ia berusaha  menenangkan Samantha untuk tidak menangis dan tidak takut. Walaupun sesungguhnya ia juga merasa takut dan ingin menangis. Lahiru selalu ingat, ibunya meminta ia untuk menjaga dan menyayangi adiknya.

Samantha yang waktu itu baru berusia enam tahun, belum mengerti bahwa ibunya tidak akan kembali lagi. Membuat ia menjadi anak yang rewel dan sering menangis.

Lokhu Menike meminta Manil untuk membawa Samantha kembali ke mission house. Pendeta Kumara Perera, tidak setuju kalau kedua anak itu harus hidup terpisah. Tetapi lokhu Menike menginginkan Lahiru tetap di Walawwa. Karena ia ingin mendidik Lahiru sesuai dengan tradisi mereka dan mempelajari Budhism. Pendeta Kumara Perera  bersedia merawat Samantha, tetapi setiap akhir pekan dan hari libur, mereka harus mengijinkan Lahiru untuk tinggal bersama mereka di mission house. Agar kedua anak itu tidak merasa dipisahkan dan tetap saling menyayangi.

Lahiru tidak suka harus berpisah dengan adiknya…..ia selalu menanti datangnya hari jumat, untuk berkumpul dengan Samantha di mission house.

Semua pengalaman ini, membuat Lahiru tidak mau jatuh cinta, karena cinta memerlukan banyak pengorbanan…….Ia tidak mau membuat orang lain ikut menderita, seperti yang ia alami.

 

 

10 Comments to "Cinta Itu Indah (1)"

  1. Syanti  16 March, 2019 at 08:55

    Jasmerahputih, yes because love is beautiful.
    But some people sometimes confuses with the meaning of love.
    Terima kasih sudah membaca tulisan saya.

  2. djasMerahputih  15 March, 2019 at 16:30

    Love will find the way

  3. Syanti  15 March, 2019 at 08:51

    Perselingkuhan Intelek, wow ternyata setiap suku mempunyai tradisi sendiri. Suku Singhala di Srilanka juga sama, horoscope, kasta, mas kawin di Srilanka perempuan yang bayar mas kawin dan pesta pernikahan. Mereka juga menghitung hari baik sampai jam berapa upacara mulai…., bahkan jam tanda tangan surat nikah juga harus tepat.
    Saya ada rencana untuk menulis tentang pernikahan di Srilanka

    .

  4. Perselingkuhan Intelek  14 March, 2019 at 09:32

    Syanti, tradisi dalam Keturunan Tionghoa malah lebih pelik aturan Pernikahan, hrs disetujui keluarga, tidak boleh nama keluarga yg sama, harus tergantung pasangan Sioh nya, tidak boleh beda sukunya sebisa mungkin, tanggal dan tahun termasuk hari mana Hari Pernikahannya yg terbaik, plus mas kawinnya masih ditambah plus…plus lagi

  5. Syanti  14 March, 2019 at 08:27

    Hahaha… Kalau sudah di alam baka ya kagak perlu persetujuan.
    Lani memang ribet, bagi mereka yang masih terikat dengan tradisi.
    Di Srilanka tradisi masih kuat dan mereka percaya sekali dengan horoscope…. Bagi saya juga lucu!

  6. Lani  14 March, 2019 at 06:21

    Al: Wah repot juga kalau syarat harus disetujui oleh dua belah pihak……khususnya buat aku pribadi apa aku harus memohon pd Tuhan dulu agar mereka dikirim kembali ke dunia hanya utk merestui/menyetujui hubungan cinta kami wakakakakak………..

  7. Syanti  13 March, 2019 at 08:35

    Alvina, hehehe… Cinta memang jadi ribet apalagi kalau masih terikat dengan tradisi.
    Percintaan kami juga mengalami pertentangan dari keluarga… Tapi puji Tuhan, orang tua akhirnya merestui, sekarang sudah 32 tahun usia pernikahan kami.

  8. Syanti  13 March, 2019 at 08:29

    James itu lah cinta tapi tergantung dari orangnya…. Tapi cinta itu indah
    Banyak yang sukses dalam pernikahan karena cinta.

  9. Alvina VB  12 March, 2019 at 11:34

    Wah ribetnya cinta beda agama dan beda kasta. James, Cintanya Romeo dan Juliet juga ribet, lah dua kel. bertengkar dan akhirnya mereka mati kan? Cinta itu indah kl dapet restu 2 keluarga. Susyah ya kl suruh milih pasangan hidup atau keluarga. Sama aja kaya makan buah simalakama

    Ditunggu lanjutan ceritanya Syanti

  10. James  11 March, 2019 at 10:36

    Cinta…..oh Cinta hanya bikin mumet doang, kalau Cinta nya seperti Romeo Juliet itu Indah

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.