Info untuk Calon Gelin

Dedushka

 

Sudah lama saya ngga kirim artikel ke Baltyra, maafkan suhu semua sejak menikah, hamil dan punya anak si eneng, hasrat menulis panjang lebar menyurut drastis karena kesibukan ngurus si eneng saat itu, ditambah sekarang anak sudah sekolah, tambah lieur kepala saya ngajarin PR yang bertumpuk tiap hari.

Nah kali ini saya sempatkan untuk menulis mengenai gelin ini. Saya menulis ini karena tergelitik dengan semakin banyaknya pengantin wanita/gelin yang berasal dari Indonesia menikah dengan cowok Turki. Saya sih senang aja karena semakin banyak teman, tapi di lain pihak banyak juga para yeni gelin ini/pengantin baru mengalami shock culture yang luar biasa pada saat pindah ke Turki.

Jika mendapat pasangan yang benar-benar baik tidak masalah, nah bersyukurlah. Tapi jika mendapat pasangan yang bermasalah kasian para gelin ini. Saya cuma mau share aja beberapa tips yang mungkin berguna bagi yang akan menikah dengan cowok Turki nanti;

1. Jika Anda menganggap agama sangat penting, tanyakan ritual keagamaan keseharian si calon. Karena di Turki menikah dengan yang berlainan agama pun ga masalah. Di sini agama Islam memang mayoritas, tapi banyak aliran alirannya. Seperti syiah alevi (berbeda dengan suni pada umumnya).

2. Pastikan cowok Turki/pasangan kamu itu mandiri, siap sedia melindungi istri yabanci/asing nya jika terjadi konflik dengan keluarganya. Bersedia membantu pekerjaan rumah tangga. Dan tidak lupa bisa mengongkosi biaya ijin tinggal.

3. Jika menikah apakah akan tinggal dengan ibu mertua. Kenapa ini penting karena banyak pergesekan antara menantu dan mertua. Jika mendapat keluarga mertua yang tidak ikut campur urusan anaknya, itu lebih baik. tapi kalau dapat yang suka ikut campur maka siap-siap makan hati rampela si gelin ini setiap hari.

4. Tanyakan apa pendapat si calon untuk anak yang bilingual, apakah setuju dengan hal tsb, kadang ada keluarga yang tidak setuju jika si anak berbahasa selain Turki.

5. Karakter cowok Turki pada umumnya memang keras, suaranya tinggi, untuk orang Indonesia mungkin pada awalnya akan terkaget-kaget, dikira diomelin padahal maksudnya mereka bicara normal jadi jangan baperan ya

6. Jika menemui atau mengindikasikan calon tsb abusive, please jangan diterusin. Contoh; si calon terlalu pencemburu buta tanpa alasan, agresive, berkata yang merendahkan dll. Angka KDRT di Turki termasuk tinggi. Jika sampai terjadi hal yang tidak diinginkan simpan baik-baik alamat dan no hotline KBRI/KJRI dan ktr polisi Turki (155).

7. Belajar bahasa Turki untuk mempermudah komunikasi dan budaya nya.

8.Simpan baik-baik paspor karena paspor adalah nyawa kita bila hidup di luar negeri.

9. Jangan terkecoh  dan menganggap yang hidup di luar negeri itu mudah dan menyenangkan, jalan-jalan terus dll. Bagi yang hidup di koy atau pedesaan lebih berat, contoh jika panen findik mau ga mau mesti bantu bantu, entah itu di bahce atau di dapur. Buat tereyag, salca, yufka, merah susu dll.

10. Pengelolaan uang di keluarga penting, bicarakan sedari awal. Apakah istri diperbolehkan kerja, jika tidak kerja di rumah bagaimana pengaturan keuangannya. Keuangan masalah sensitif tapi sangat penting.

Oke di lain waktu saya akan share lagi pengalaman lainnya yang sekiranya bisa membantu.

Note:
Gelin: pengantin wanita di Turki

 

 

4 Comments to "Info untuk Calon Gelin"

  1. James  14 March, 2019 at 09:23

    mbak Lani, kalau Mantu Laki ama Mertua Perempuan begitu juga kalau Mantu Perempuan ama Mertua Laki-laki barangkali ok saja jarang Bentrok hanya ada satu bahaya nya yaitu jika antara Mantu Laki dan Mertua Perempuan atau sebaliknya Mantu Perempuan dan Mertua Laki-laki ada unsur Cinta Selengkapnya/Komplit ya anaknya ya ortu nya

  2. Lani  14 March, 2019 at 06:18

    Al, James: Setuju 1000Kali mandiri, mandiri, sudah berani menikah ya hrs tinggal dirumah sendiri. Emoh nunut tinggal bersama ibu mertua…….perlu ditanyakan sebelum menikah, begitu dijawab “nunut” batal……..ora sido wae buat apa karena kebanyakan (tidak semuanya) pasti akan banyak kendala antara mantu dan ibu mertua……….

  3. Alvina VB  12 March, 2019 at 11:40

    Setuju James! Mendingan mandiri, gak tergantung/nyusahin org lain, terutama mertua/para ipar. Pasti mereka salut nantinya.

  4. James  11 March, 2019 at 10:29

    lain lubuk lain ikan nya, harus mawas diri dan menyesuaikan dimana dan dengan siapa kita tinggal, paling baik adalah selalu berdikari dalam membangun keluarga baru

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.