Bongkar Total Pengurus PSSI

Ibnu Zakaria Saka

 

Jakarta. Tidak adanya prestasi sepak bola Indonesia di kancah internasional disebabkan faktor para pengurus pusat PSSI yang dimana dalam kurun waktu kurang lebih 4 tahun terjadi kekisruhan, ditambah lagi terbongkarnya mafia pengaturan skor dalam pertandingan sepak bola Indonesia yang sekarang ini sedang ditangani oleh Satgas Anti Mafia Bola Mabes Polri.

Setelah ditetapkan Gusti Randa sebagai Plt Ketua Umum PSSI oleh Joko Driyono paska dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Anti Mafia Bola, jelas sudah melanggar statuta.

Ketua Umum Forum Pecinta Sepakbola Indonesia (FPSI) Ibnu zs mengatakan, kami dari FPSI dengan ini menolak keberadaan Gusti Randa beserta seluruh pengurus PSSI karena kami melihat pengurus PSSI yang sekarang sudah menjadi penyakit kanker Stadium 5, kalau sudah Stadium 5 berarti penyakit kangkernya sudah menjalar kemana mana.

Satu satunya jalan untuk mengobati itu harus dibakar sampai akar akarnya, semua pengurus diganti total terutama yang jadi ekxo PSSI.

Maka dari sini kami menghimbau untuk para voters PSSI harus berani bersuara menyatakan bongkar total kepengurusan PSSI dan jangan takut, karena rakyat Indonesia sudah haus akan prestasi dan gelar juara bukan yang dipertontonkan kebobrokan pengurus dan kehebatan mafia pengaturan skor.

 

Note Redaksi:

Selamat datang dan selamat bergabung Ibnu Zakaria Saka. Terima kasih Dewi Aichi yang sudah mengajak satu lagi kontributor di BALTYRA.com.

 

 

2 Comments to "Bongkar Total Pengurus PSSI"

  1. James  25 March, 2019 at 09:45

    he he he bener tuh AL, Korupsi pada Jago nya tapi Prestasi jadi Terasi mulu, sejak tahun 50 an Negara lain sudah begitu berprestasi di dunia sepak bola, Indonesia belum pernah menjadi salah satu yang disegani sama sekali berarti Indonesia ketinggalan selama 60 tahun lebih

  2. Alvina VB  24 March, 2019 at 04:07

    Selamat bergabung Ibnu di Baltyra. Dewi hebring euy…dpt penulis baru lage….
    Di Indonesia, organisasi/assosiasi apa sich yg bersih total/gak ada mafianya? Rata2 pasti ada, cuma seberapa besar/kecilnya skalanya aja. Kl dah gede baru keluar jadi scandal, kl masih kecil2an banyak org yg EGP/tutup mata aja…..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.