Dua Srikandi Menguak Takdir

Usmantri Sukardi

 

Sistem ekonomi, carut marut dunia perpajakan yang sudah mulai tertib, tertata dan berjalan on the track, tidak lepas dari sepak terjang seorang wanita yang sangat mencintai negerinya Indonesia, wanita patriotik itu adalah Sri Mulyani, kita semua tahu siapa beliau, dan reputasinya di dunia ekonomi, menjabat direktur IMF dengan gaji yang jumlahnya hwarakadah, linier dengan kecerdasan dan intuisinya, kita juga tahu kursi empuk dan “bikin kaya” itu ditinggalkannya demi “panggilan” bosnya di Indonesia yang dia percayai adalah bos baik dan jujur memimpin Negara, trust Sri Mulyani terhadap bosnya inilah dia rela menanggalkan jabatan bergengsinya di USA sana, bersedia kerja keras bahkan sangat keras walaupun gaji yang diterima “ra ono apa apane” dibanding saat di IMF, semua itu karena satu faktor, pekerjaannya akan sukses dan berhasil jika bosnya juga bekerja benar

Minggu, 23 maret 2019 Indonesia memasuki era kota berbasis transportasi modern, MRT yang baru saja diresmikan oleh presiden RI Joko Widodo, disambut meriah dan membanggakan masyarakat Jakarta, berharap banyak akan berdampak baik untuk transportasi umum, siapa sih yang berdiri di belakang suksesnya MRT ini?

Adalah seorang Silvia Halim perempuan kelahiran Jakarta, pada tanggal 18 Juni 1982, tamatan Fakultas Teknik Sipil di Nanyang Technological University, Singapura, dan bekerja di bidang infrastruktur di Singapura selama 12 tahun dengan gaji fantastis, Silvia mengaku benci dan malas terhadap Jakarta yang sangat macet dan masyarakatnya yang tidak tertib, aturan yang ada dilanggar seenaknya, tapi mengapa Silvia tiba-tiba bersedia menangani MRT dan digaji “ora sepira” oleh DKI, jawabannya sama dengan Sri Mulyani, saya sudah bekerja di Singapura selama 12 tahun, saya sudah nyaman menjalani hidup di kota yang tertib masyarakatnya, tapi saat bos DKI yang bernama Basuki Tjahaja Purnama meminta saya membantu membenahi transportasi DKI saya bersedia, saya percaya jika bos saya baik dan tulus memimpin dan mengelola DKI, akan berdampak baik untuk keseluruhannya, inilah alasan saya mau pulang ke negeri yang indah ini dan besar harapan saya melihat Jakarta ke depan akan menjadi kota modern dan manusiawi.

Dua wanita perkasa ini telah menguak takdirnya.

 

Pamulang 26 Maret 2019

 

 

4 Comments to "Dua Srikandi Menguak Takdir"

  1. djasMerahputih  30 March, 2019 at 20:53

    Salut buat duo srikandinya.. tapi panutan utamaku tetap Bu SUSI PUDJIASTUTI..

  2. Alvina VB  28 March, 2019 at 12:03

    Semoga Srikandi2 ini dihargai kinerjanya.

  3. Jhoni Lubis  28 March, 2019 at 12:02

    Seingat sy bu SM Direktur pelaksana bank dunia.
    Silahkan googling ttg tata cara pemilihan pejabatnya, dominasi penentun WB oleh USA dan IMF oleh Eropa
    WB atau IMF bukan persh bisnis global yg orientasinya pasar ttp kesejahteraan dunia sbg lembaga nirlaba.

    Orang Indonesia Hebat… Salute

  4. Perselingkuhan Intelek  28 March, 2019 at 11:29

    maju terus para srikandi demi Negaramu dan Bangsamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.