Cinta Itu Indah (4 – Habis)

Syanti

 

Artikel sebelumnya:

Cinta Itu Indah (1)

Cinta Itu Indah (2)

Cinta Itu Indah (3)

 

Colombo, Bandung 2002

Kembali dari Colombo Edna bekerja di Bandung di hotel yang sama. Walaupun keluarga Tati maupun Edison setelah pension menetap di Bandung, tetapi Edna memilih untuk tinggal sendiri.

Tiga tahun sudah Edna kembali ke Indonesia Tati mengharapkan Edna untuk menikah karena ia sudah berusia 32 tahun. Tetapi Edna nampak menikmati kehidupannya sendiri, sementara adiknya Ardi telah menikah.
Hal ini membuat Tati khawatir…. Tati teringat Edna waktu kecil senang sekali ketika menjadi pengiring pengantin anak kepala sekolah tempat Tati mengajar.

” Mama nanti kalau saya menikah, saya ingin memakai rok pengantin seperti mbak Ratna…. Rok panjang putih dihiasi dengan manik-manik yang gemerlapan! “

Tati hanya tersenyum mendengar celoteh Edna kecil. Tetapi sekarang Edna tampak tidak suka bila Tati membicarakan tentang pernikahan.

Edisonpun mengharapkan Edna untuk menikah, karena dua orang adik Edna yang lelaki telah menikah. Kadang ada rasa bersalah terhadap Edna, hubungannya dengan Edna tidak dekat seakan ada batas yang menghalanginya. Selama ini Edison selalu membina hubungannya dengan Edna.

Edison membawa Edna ke Lampung untuk menemui keluarga Maemunah ibu kandungnya.  Karena bagi Edison setiap orang harus mengetahui asal usulnya.

Setiap pagi Edna sebelum berangkat ke tempat kerjanya sambil sarapan mengecek email yang masuk, betapa terkejutnya ketika ia melihat ada email dari Lahiru…… Email dari Lahiru berada diurutan email terakhir yang dia harapkan.

Karena setelah kembali ke Indonesia mereka jarang berhubungan, hanya beberapa kali mereka saling berkomunikasi melalui email.
Email pertama setelah satu minggu ia berada di Indonesia, ia mengucapkan terima kasih atas pertolongan dan perhatian Lahiru padanya waktu terjadi ledakan bomb dan minta maaf baru sempat memberi tahu Lahiru bahwa ia sudah kembali ke Indonesia dan  tidak sempat pamit padanya.

Jawaban Lahiru sangat singkat, bahwa ia senang mendengar berita Edna telah sehat dan ia mengharapkan yang terbaik untuk Edna. Email selanjutnya hanya ucapan selamat Natal dan Tahun Baru.

Tetapi Edna harus mengakui bahwa ia merasa kehilangan Lahiru, walaupun mereka hanya bertemu beberapa kali di luar urusan pekerjaan.
Dengan Lahiru ia merasa bebas untuk mengeluarkan pendapat dan Lahiru tidak pernah bertanya hal-hal yang bersifat pribadi, ia sangat menghargai privacy dan selalu bersikap sopan.

Edna tidak mungkin melupakan bagaimana Lahiru telah menyelamatkan dia, pada waktu ia begitu panik banyak reruntuhan bangunan yang berjatuhan karena ledakan bomb, semua orang berusaha untuk menyelamatkan diri. Jika Lahiru tak menolongnya mungkin ia akan menderita luka yang lebih parah, entah bagaimana mereka sampai berpelukan di bawah meja yang sempit.

Edna membandingkan Lahiru dengan Ferry teman kuliahnya dulu yang pernah sempat dekat dengannya.

Ferry dan Edna sering bersama karena mereka dalam study group yang sama. Ferry selalu berusaha menarik perhatian Edna walaupun Edna hanya menganggapnya teman biasa.

Pada suatu hari, Ferry datang ke tempat Edna untuk mengerjakan project mereka dan Rani teman sekamar Edna sedang pergi. Tiba-tiba Ferry memeluk Edna dan mendorong ke tempat tidur sambil berusaha mencumbunya.

Edna sangat terkejut dan marah sekali, didorongnya tubuh Ferry dengan sekuat tenaga….. Diusirnya Ferry untuk keluar dari kamarnya atau ia akan berteriak memanggil tetangganya.

Melihat reaksi Edna yang seperti itu membuat Ferry merasa marah dan malu.

“Kenapa kamu sok suci? Bukankah ayah dan ibu kamu juga melakukannya….. Dan mereka tidak pernah menikah, betulkan?”

Ferry berkata dengan tajam sambil meninggalkan Edna.

Edna merasa marah dan direndahkan oleh Ferry, ia menangis terisak-isak dan berjanji pada dirinya sendiri walaupun ia lahir di luar nikah atau anak haram tetapi ia mempunyai harga diri dan ia tidak akan melakukan hal yang sama. Peristiwa tersebut membuat Edna semakin takut untuk jatuh cinta dan selalu berusaha untuk menghindarinya.

Setelah kejadian itu Ferry merasa menyesal dan berusaha untuk minta maaf pada Edna, tetapi Edna tidak pernah memperdulikannya.

Lahiru memberi tahu melalui email, bahwa ia akan ke Indonesia untuk bertemu dengan Edna.

Mungkin dia ada seminar atau meeting di Indonesia dan sekalian ingin bertemu dengannya, pikir Edna.

Beberapa minggu sebelumnya  Lahiru bersama keluarga berkumpul di rumah Samantha yang baru satu minggu melahirkan anak pertamanya. Sore itu hujan baru reda udara terasa segar,.

Samantha kelihatan begitu bahagia memeluk bayi lelakinya yang baru berumur seminggu, sementara Mahinda tampak sibuk memberi perhatian pada istri dan anaknya.

Melihat semua itu Nana nenek dari ibunya, dengan setengah berbisik berkata pada Lahiru, dulu waktu kamu baru lahir Naomi ibumu dan juga Jagath ayahmu seperti itu, mereka sangat berbahagia sekali. Mendengar perkataan neneknya, membuat hati Lahiru tersentak, ada rasa kerinduan dihatinya, iapun ingin merasakan kebahagian seperti Samantha dan Mahinda.

Achiama dan Manil yang berada tidak jauh dari Lahiru, sempat mendengar perkataan Nana pada Lahiru. Lokhu Menike merasa ada penyesalan tidak menyaksikan kebahagian anaknya, karena kesombongan dan kekerasan hatinya…… Ia tidak mau kehilangan kesempatan itu lagi, sekarang ia sudah tua dan jaman sudah berubah. Ia berdoa agar diberikan kesempatan menyaksikan Lahiru mempunyai istri dan anak. Siapa pun istrinya ia akan menerimanya.

Tiba-tiba Samantha berdiri memandang ke luar melalui jendela, sambil menggendong anaknya.

“Lahiru aya, mari sini!….. Lihat ada pelangi indah sekali!”

Samantha memanggil Lahiru untuk melihat pelangi, karena waktu mereka masih kecil bila ada pelangi mereka berdua berlari-lari ke luar untuk melihat keindahan pelangi.

Lahiru tersenyum mengingat masa kecilnya, Lahiru menghampiri Samantha dan memeluknya.

Mereka semua yang berada  di ruangan itu, tersenyum melihat tingkah laku Lahiru dan Samantha.
Sambil tersenyum priest seeya berkata:

“Pelangi itu indah, mengingatkan janji Tuhan kepada umat manusia, bahwa Tuhan tidak akan mendatangkan air bah lagi untuk menghukum manusia. Pelangi identik dengan cinta….. Dan cinta itu indah!”

Perkataan priest seeya sangat menyentuh perasaan Lahiru. Kalau setiap orang bisa menikmati indahnya pelangi…. Mengapa ia tidak?  Ia juga ingin merasakan indahnya cinta seperti yang lain.

Selama ini Lahiru berusaha memendam rasa cintanya…. Ia mulai merasa mencintai Edna pada waktu ia melihat Edna yang berjalan dengan panik dan tubuhnya berlumuran darah, secara reflek ditariknya tubuh Edna ia berusaha melindunginya…. Karena ia takut kehilangannya dan ada rasa ingin memilikinya!

Hatinya sedih dan kecewa pada waktu ia tidak menemukan Edna di rumah sakit dan mendengar berita Edna dipulangkan ke Indonesia oleh pimpinannya. Ingin rasanya ia berlari untuk mengejarnya tetapi ia tidak mempunyai keberanian mengikuti kata hatinya. Karena ia tidak mau mengecewakan achiama, seperti ayahnya yang telah mengecewakan orang tuanya. Sehingga menimbulkan keributan dan pertengkaran yang berakhir dengan tragis.

Tiga tahun lamanya ia berusaha untuk melupakan perasaannya, karena itu ia tidak pernah berusaha mencari tahu tentang keadaan Edna……. Karena akan membuat ia rindu pada Edna.

Lahiru memberi tahu achiama dan Manil lokhu nenda, tentang perasaannya pada Edna. Achiama menyadari keadaan sekarang sudah banyak berubah, Lahiru yang sudah berusia 37 tahun sudah waktunya untuk menikah.

Selama ini ia ingin Lahiru menikah dengan wanita yang sesuai dengan keinginannya, tapi kali ini ia hanya  ingin Lahiru bahagia.

Manil lokhu nenda merasa bahagia dengan keputusan Lahiru, untuk mengikuti kata hatinya….. Seharusnya ia juga mengikuti kata hatinya, waktu Laksman mengajaknya menikah walaupun horoscope mereka tidak cocok. Tetapi ia tidak berani melangkah.

Lahiru mengambil keputusan untuk menemui Edna dan menyatakan cintanya. Ditolak atau diterima ia akan hadapi secara gentleman….. Apapun yang terjadi, terjadilah! pikirnya.

Edna menatap wajahnya di cermin dengan seksama, seperti ada yang kurang, sudah beberapa kali ia mengganti warna lipstick agar sesuai dengan penampilannya, hal ini diluar kebiasaannya. Tiba-tiba Edna tersadar dan segera keluar untuk  bertemu dengan Lahiru, mereka berjanji untuk bertemu sore itu. Jadi tidak ada yang istimewa hanya bertemu dengan teman lama, tidak seharusnya ia lama-lama di depan cermin.

Lahiru telah menunggu di lobby hotel, Edna agak terkejut melihat penampilan Lahiru yang nampak santai dengan pakaian casual. Hampir setiap pertemuan Lahiru selalu berpakaian kerja lengkap dengan dasinya.
Setelah saling menyapa bertukar berita, mereka tampak agak canggung tidak tau apa yang akan dibicarakan. Biasanya tentang buku, lukisan atau sekitar hasil seni.

Untuk mencairkan suasana Edna menawarkan minuman pada Lahiru dan jawaban dari Lahiru.

“Edna I miss you!….. do you miss me?”

Edna agak terkejut dan menjawab dengan spontan.

“Of course I miss you!”

Bagaimana dia melupakan orang yang pernah menolong jiwanya, pikir Edna.

Mendengar jawaban Edna, Lahiru nampak merasa senang, kemudian ia menatap pada Edna sambil berkata:

“Edna I love you! And I want to marry you!”

Kali ini Edna benar-benar terkejut, ia hanya diam sambil menatap balik pada Lahiru.

“Would you?”

Tanya Lahiru, melihat Edna yang hanya diam sambil menatapnya.

“Lahiru do you know who I am?”

Jawab Edna dan Edna menceritakan siapa dirinya, tampa memberikan kesempatan pada Lahiru untuk berbicara. Karena Edna telah mempelajari tradisi pernikahan di Srilanka yang sangat rumit. Dimana keluarga memegang peranan dan ikut menentukan segalanya.
Lahiru berasal dari high class family, mungkinkah mereka menerima dirinya?

Lahiru berpindah kursi dan duduk di sebelah Edna, digenggamnya tangan Edna sambil berkata :

“So what?….Edna I do not care who you are, I only want your answer yes or not?”

Edna memandang Lahiru dengan pandangan tidak percaya, ia serasa bermimpi. Melihat Edna yang hanya terdiam, Lahiru berkata lagi

“Edna you have right to be happy and fall in love!”

Mendengar perkataan Lahiru, yang mau menerima dirinya apa adanya. Edna mulai merasa bahwa iapun mencintai Lahiru, dan Edna menjawab dengan menganggukan kepalanya sambil berkata “yes”

Lahiru mendengar jawaban Edna sangat bahagia dipeluknya Edna sambil berkata … Kita sudah tertinggal jauh dari yang lain, kita harus mengejarnya sebelum terlambat!

Tiga bulan kemudian

Pada hari pernikahan di gereja, sebagai ayah Edison harus mengantarkan Edna menuju altar, ia tak kuasa menahan air matanya dipegangnya tangan Edna anaknya erat-erat,  hatinya begitu bahagia.

Akhirnya anak perempuannya yang tertua menikah juga, hilang semua beban pikirannya yang selama ini memenuhi hati dan pikirannya.

Tati dan Suyono dengan bahagia. memandang Edna yang nampak cantik dan anggun dengan gaun pengantin berwarna putih…. Seperti impian Edna kecil.

Lahiru dengan wajah berseri-seri berdiri dekat altar, menanti mempelai perempuan.

Mereka bersatu dalam kasih, dalam pernikahan yang kudus!

“Pelangi itu indah….di balik pelangi ada arti cinta. Setiap orang dapat menikmati keindahan pelangi dan cinta”

“If other people’s can see the rainbow…. Why you can not?”

 SELESAI

 

 

10 Comments to "Cinta Itu Indah (4 – Habis)"

  1. Alvina VB  20 April, 2019 at 10:50

    Syanti, berarti happy ending ya, setelah melewati rintangan.
    Selamat Paskah!

  2. Syanti  16 April, 2019 at 08:41

    Hahaha Alvina so pasti lah. Terutama dari keluarga saya. Kami menunggu sampai 5 tahun untuk menikah. Sempat berpisah 3 tahun, dia di Srilanka saya di Indonesia. Tetapi saat terakhir keluarga saya merestui.
    Mengenai keluarganya, karena ia anak tertua dan setelah ayahnya pensiun menjadi tulang punggung keluarga. Ia memutuskan sendiri untuk menikah… Itu juga setelah 3 tahun pisah tak ancem kalau enggak ada keputusan mau tak cari yang lain hehehe… Cinta mengalahkan segalanya!!!

  3. Alvina VB  15 April, 2019 at 01:32

    Koreksi: bukan asal Vancouver, tapi dari Maple Ridge, British Columbia, Canada

  4. Alvina VB  15 April, 2019 at 01:30

    Iya, betul juga. Kenalan yg anaknya dr. kudu pulkam untuk dikawinin; dia gak bisa ngelawan keluarga, bisa2 dikick keluar/dikucilkan dari keluarganya. Yg extrem banget, seorg wanita India asal Vancouver (Indo-Canadian, Jaswinder Kaur Sidhu) yg kawin sendiri sesuai dengan pilihannya dan mereka beda kasta lagi. Keluarganya (ibu dan pamannya) yg suruh org untuk bunuh dia di India. Cerita ini udah didokumentasikan dan bahkan difilmkan. Baru tahun ini, keluarganya akan disidangkan, padahal kejadian thn 2000 di Punjab. Kamu sempet ditentang gak kawin dengan kel. yg bukan dari background yg sama?

  5. Syanti  14 April, 2019 at 08:20

    Alvina, mungkin karena kebudayaan India dengan Srilanka hampir sama. Terutama dalam hal pernikahan, mereka masih memegang tradisi. Dalam hal merried proposal dan dowry.
    Pada umumnya orang India maupun Srilanka walaupun mereka tinggal di berbagai negara, tetapi mereka akan pulang ke negaranya untuk menikah.
    Jarang sekali yang mau menikah dengan bangsa lain. Mungkin karena agama dan tradisi.

  6. Alvina VB  13 April, 2019 at 12:18

    Syanti, ceritanya mirip2 cerita orang India soalnya, he…he….Banyak temen dari India yg memperkenalkan saya ke cerita2 India dan gak jauh beda dengan cerita2 dari Srilanka ternyata. Cerita2 dan film India juga ternyata digandrungi oleh orang Afrika. Sementara org bule mulai tertarik pada Bollywood stories.

  7. Syanti  12 April, 2019 at 09:02

    Hahaha James…. Itulah cinta!
    Wong saya sampai 29 tahun terperangkap di Srilanka, karena cinta!

  8. Syanti  12 April, 2019 at 08:58

    Thanks Alvina yang suka dengan tulisan saya.
    Saya sedang mempersiapkan tulisan baru.

  9. Alvina VB  11 April, 2019 at 23:54

    Syanti, akhirnya bisa mengakses Baltyra lagi, stl error buka website ini. Happy ending ya, akhirnya….
    Ditunggu cerita2 yg lainnya.
    James, biasa ngegombal ya? he…he…..kaburrrrrrr….

  10. James  11 April, 2019 at 10:00

    I don’t care who you are, where you from and what you did, as long as you Love me…..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.