Blue Sapphire (1)

Syanti

 

“Nil kate, nil menik…. Dikenal dengan nama Blue sapphire atau blue diamond. Dapat membuat seseorang menjadi kaya raya, tetapi bisa membuat seseorang menjadi penjahat…. Bahkan pembunuh atau mati terbunuh!”

Sirisena dengan istrinya Anoma, mempunyai tiga orang anak perempuan, mereka harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Sirisena menjalankan bisnis keluarga, bersama ayah dan kakaknya membuat batu bata dan peralatan dapur dari tanah liat.

Dengan banyaknya barang-barang peralatan dapur terbuat dari plastik dan banyak yang membuat rumah dengan batako, membuat penghasilan mereka berkurang.

Anoma bekerja sebagai guru, ayah Anoma bekerja di departement pertanian. Ayahnya meninggal dunia pada waktu Anoma masih kecil, ia dan kakak perempuannya Janaki dibesarkan oleh ibunya.

Srilata ibu Anoma hanya seorang ibu rumah tangga, orang tuanya memberikan warisan rumah dengan kebun kelapa yang tidak terlalu luas. Setelah suaminya meninggal ia hidup dari uang pensiun dan hasil kebun kelapa.

Anoma tinggal di rumah bersama ibunya sedangkan kakak perempuannya Janaki setelah menikah mengikuti suaminya di daerah Katunayake Negombo.

Sirisena merasa penghasilannya kurang memadai dengan tiga orang anak perempuan.
Sirisena bertemu dengan teman lamanya yang tiba-tiba menjadi kaya raya.

Ternyata temannya mempunyai bisnis  mencari batu permata di daerah Ratnapura, dan ia beruntung berhasil mendapat batu permata blue sapphire yang mahal harganya.

Melihat temannya yang berhasil membuat Sirisena merasa tertarik untuk menjalankan bisnis tersebut, ia membicarakannya dengan Anoma.

Semula Anoma tidak setuju dengan rencana Sirisena, tetapi dengan alasan untuk masa depan anak-anak mereka. Karena ketiga anak mereka perempuan semua, mereka harus mempunyai tabungan untuk dowry bila nanti anak mereka menikah.

Akhirnya Anoma menyetujui dan menggadaikan perhiasan emasnya untuk modal bisnis Sirisena.

Untuk itu Sirisena sering meninggalkan keluarganya kadang sampai berminggu-minggu tidak pulang ke rumah.

Beberapa tahun telah berlalu, Sirisena belum berhasil mendapatkan batu permata yang mahal, hanya baru mendapatkan batu permata yang tidak terlalu berharga. Tetapi ia tidak putus asa, karena banyak orang yang berhasil, ia merasa yakin satu saat dewi Fortune akan bersamanya.

Pada suatu pagi dan hari masih agak gelap, Anoma bersiap-siap untuk pergi mengajar ke sekolah, bersama Malika dan Shiromi yang sekolah di tempat dia mengajar.
Sementara Gayatri anaknya yang bungsu baru berumur lima tahun, masih tertidur di kamar depan yang menghadap ke halaman rumah.

Tiba-tiba datang seorang lelaki tak dikenal berpakaian seperti penduduk desa di sekitarnya.

Lelaki itu berteriak memberi tahu, bahwa suaminya terjatuh ke sungai dalam keadaan mabuk, sambil menunjuk-nunjuk ke arah sungai yang tidak terlalu jauh dari rumahnya.

Anoma dan ibunya sangat terkejut, langsung berlarian ke arah yang ditunjuk lelaki itu. Diikuti oleh Malika dan Shiromi…… Mereka berlarian mencari Sirisena yang katanya terjatuh tetapi tidak diketemukan, mereka bertanya pada orang-orang yang berada di sekitar sungai, tetapi mereka berkata tidak melihat suaminya dan tidak ada orang yang jatuh ke sungai, sementara lelaki yang datang memberi tahu telah menghilang.

Mendengar suara ribut-ribut Gayatri terbangun dari tidurnya dari jendela ia melihat  ibu dan kakak serta neneknya pergi meninggalkan dia. Perlahan-lahan ia turun dari tempat tidurnya, karena ia juga ingin ikut bersama mereka.

Gayatri berjalan ke arah pintu…. Ia melihat ayahnya sedang didorong untuk duduk di kursi veranda oleh seorang lelaki, pada waktu lelaki itu melihatnya. Lelaki itu terkejut dan menghardiknya dengan mata melotot, membuat Gayatri ketakutan berlari kembali ke kamarnya naik ke tempat tidur dan menutupi kepalanya dengan bantal.

Tak lama kemudian Gayatri mendengar suara ibunya berteriak memanggil nama ayahnya. Disusul dengan suara tangisan nenek dan kakaknya. Gayatri berlari keluar tidak tahu apa yang terjadi, ia ingin memberi tahu tentang lelaki yang membawa ayahnya.

Tetapi  mereka semua nampak sibuk, ibunya berusaha membangunkan ayahnya dengan menggoyangkan tubuh ayahnya ditangan ayahnya ada botol obat sebagian isinya terjatuh ke lantai, baju ayahnya nampak basah.

Sementara Malika kakaknya berlari ke jalan sambil berteriak minta tolong pada orang yang lewat di jalan untuk menolong ayahnya.

Mereka membawa ayahnya ke rumah sakit, Gayatri dan kedua kakaknya ditinggal di rumah bersama tetangga terdekat.

Setelah beberapa jam kemudian ibu dan neneknya kembali ke rumah.
Neneknya memeluknya sambil menangis mengatakan ayahnya telah meninggal dunia, Gayatri hanya terdiam dan merasa bingung, ia tidak mengerti apa yang terjadi dan kenapa ayahnya meninggal dunia.

Malamnya Gayatri masih teringat pandangan mata lelaki itu yang sangat menakutkan, sehingga terbawa dalam mimpi. Gayatri terbangun dan menangis, ibunya mengira Gayatri menangis karena teringat akan ayahnya.

Anoma harus bekerja keras untuk membesarkan ketiga orang anaknya, selain itu ia masih harus mengumpulkan uang untuk menebus perhiasan emasnya di pegadaian, karena perhiasan itu warisan dari keluarganya sudah turun menurun.

Anoma sering dikunjungi suaminya dalam mimpi. Sirisena mengatakan dia meninggal dibunuh bukan bunuh diri.

Dokter menyatakan suaminya mati karena bunuh diri, dalam keadaan mabuk minum obat tidur dan over dosis.

Polisi melakukan pemeriksaan dan menduga Sirisena mati dibunuh, tetapi mereka tidak mendapatkan bukti bagaimana Sirisena dibunuh dan bagaimana Sirisena bisa berada di rumah dalam keadaan seperti itu.

Kasus ditutup karena Anoma tidak bisa memberikan kesaksian, siapa yang membawa suaminya ke rumah. Dan ia tidak mengetahui dari mana datangnya  lelaki misterius yang datang pagi itu, apakah lelaki itu ada hubungannya dengan kematian suaminya.

 

LIMA BELAS TAHUN KEMUDIAN

Malika tumbuh menjadi gadis yang bijaksana, tempat ibunya untuk bertukar pikiran. Karena ia anak yang tertua, ia merasa ikut bertanggung jawab di keluarganya.

Malika kuliah di fakultas hukum, University of Colombo. Di university ada fasilitas hostel, Malika tinggal di hostel karena rumah mereka jauh dari Colombo.

Shiromi sering menimbulkan masalah di keluarganya, sifatnya keras kepala sering membuat ibunya pusing menghadapinya. Shiromi setelah menyelesaikan A level, nilainya tidak cukup untuk ke university.

Shiromi bekerja pada perusahaan swasta di Awisawela, tidak terlalu jauh dari desa tempat mereka tinggal.

Gayatri tumbuh menjadi gadis yang pendiam, ia yang tercantik dari kedua orang kakaknya. Tubuhnya tinggi warna kulitnya terang seperti ibunya. Rambutnya tebal berombak dan ia mempunyai mata yang indah.

Gayatry baru menyelesaikan A level exams, ia masih menanti hasil ujiannya. Untuk mengisi waktu ia mengambil kursus bahasa Ingris.

Anoma masih menjadi guru di sekolah desa. Selesai mengajar ia menerima jahitan untuk menambah penghasilannya.

Beruntung ibunya mendapat uang pensiun dan mendapat uang dari hasil kebun kelapa mereka. Semua itu sangat membantu, karena mereka membutuhkan uang untuk membiayai Malika, walaupun untuk pendidikan free tetapi mereka masih harus membayar hostel dan keperluan lainnya.

Dokter Suneth mendapat tugas baru di rumah sakit Awisawela, orang tuanya seorang pengusaha property di Colombo.
Ibunya meninggal pada waktu ia masih kecil, ayahnya tidak menikah lagi. Suneth dibesarkan oleh ayahnya dan Gamini mame sahabat ayahnya yang tinggal bersama di rumahnya.

Gamini adalah sahabat dekat yang membantu bisnis Ajith mahathia ayah Suneth, Gamini tidak menikah dan sangat menyayangi Suneth. Di rumah itu ia sudah seperti keluarga sendiri.

Hari itu Gayatri mengantar neneknya ke rumah sakit di Awisawela. Setiap bulan neneknya ke rumah sakit untuk menchek tekanan darahnya.

Gayatri berdiri di samping kursi tempat neneknya diperiksa. Dokter Suneth merasa tertarik pada kecantikan Gayatri, sambil memeriksa ia beberapa kali mencuri pandang pada Gayatri. Sebetulnya Gayatri tahu apa yang dilakukan oleh dokter Suneth, tetapi ia pura-pura tidak melihat.

Setelah hampir satu bulan dokter Suneth harus pulang pergi dari rumahnya di Colombo ke Awisawela, ia memutuskan untuk tinggal di rumah dinas. Karena terlalu melelahkan.

Sore itu dokter Suneth pamit kepada ayahnya dan Gamini mame, untuk pergi ke Awisawela pindah ke rumah dinas. Ayah dan Gamini mame meminta ia untuk berangkat esok hari pagi-pagi, tetapi karena ada meeting di rumah sakit pada pagi harinya ia memutuskan untuk pergi sore itu juga.

Dokter Suneth tiba di Awisawela setelah hari gelap, karena ia terjebak macet di Kotawa. Ia tidak terlalu ingat jalan menuju ke rumah dinasnya.

Dokter Suneth berusaha mencari jalan menuju ke rumah dinasnya, tetapi ia tersesat tidak tahu dimana ia berada. Tiba-tiba mesin mobilnya mati, ia berusaha untuk menghidupkan mobilnya tetapi sia-sia.

Ia berusaha untuk menghubungi dokter Akila temannya, tetapi telephone genggamnya juga mati, rupanya ia lupa untuk mencharge battery telephonenya.

What a life? Tersesat, mobil mogok dan telephone mati, dokter Suneth merasa dirinya sedang naas.
Dokter Suneth keluar dari mobilnya berusaha untuk mencari pertolongan, tetapi jalanan begitu sepi dan tidak terlihat ada rumah di sekitar tempat itu. Setelah berjalan beberapa ratus meter, ia melihat nyala lampu dari sebuah rumah.

Rumah itu rumah tua dan cukup besar, dengan halaman yang cukup luas dan mempunyai banyak pohon kelapa. Dokter Suneth berjalan menuju rumah tersebut.

” Permisi… permisi! gadera kaude? “

Dengan setengah berteriak dokter Suneth memanggil pemilik rumah.

Ia melihat seorang wanita setengah baya keluar, diikuti oleh seorang wanita lain yang terlihat kurang jelas.

” Siapa, ada perlu apa? “

Tanya wanita yang pertama, tetapi sebelum dokter Suneth menjawab.
Terdengar suara wanita berada di belakang menyapanya.

” Oh… Dokter mahathia!  Mari masuk! “

Dokter Suneth memandang wanita itu, ternyata pasien yang datang dengan gadis cantik itu. Ia menceritakan keadaannya yang tersesat dan ingin minta tolong untuk menghubungi temannya karena telephonenya mati.

Anoma memanggil Gayatri untuk membawa telephonenya dan memberikan kepada dokter Suneth untuk menghubungi temannya.

Hati dokter Suneth senang sekali, ternyata karena tersesat ia bisa bertemu dengan gadis yang telah menarik perhatiannya.

Sambil menunggu dokter Akila datang menjemputnya, dokter  Suneth dijamu oleh keluarga itu. Gayatri diminta  untuk membuatkan tea oleh neneknya untuk dokter mahathia. Gayatri membawakan tea tetapi ia tidak berbicara hanya diam saja.

Esok harinya dokter Suneth datang kembali bersama seorang montir, untuk memperbaiki mobilnya.
Kali ini Gayatri yang membukakan pintu dan ia mempersilahkan dokter Suneth untuk duduk di veranda kemudian pergi ke dalam memanggil achiama neneknya, tetapi ia tidak kembali. Hal ini semakin membuat dokter Suneth merasa penasaran.

Srilata achiama menyukai dokter Suneth, melalui Srilata achiama dokter Suneth berhasil mendekati Gayatri.
Dengan diam-diam mereka suka bertemu di luar rumah tampa sepengetahuan Anoma.

Shiromi dan Asanka saling jatuh cinta, tetapi ibu Asanka tidak menyetujui hubungan mereka. Karena di keluarga Anoma hanya perempuan, semua lelakinya mati masih muda.

Penduduk di desa itu banyak yang tidak ingin, anak lelaki mereka menikah dengan anak gadis dari keluarga Anoma. Karena mereka tidak mau anak lelakinya mati masih muda.

Wasanti ibu Asanka sudah mempunyai calon istri untuk Asanka, tetapi Asanka menolak pilihan ibunya.

Asanka tetap berhubungan dengan Shiromi dan mereka merencanakan untuk menikah. Hal ini membuat Wasanti sangat marah, ia berusaha untuk mencegah niat mereka.

Wasanti sengaja datang menemui Anoma di sekolah tempat Anoma mengajar,  ia memberi tahu Anoma,  agar Shiromi tidak menemui Asanka karena ia tidak mau anaknya Asanka, meninggal masih muda dan Asanka sudah mempunyai calon istri.
Wasanti sengaja mengatakannya di depan murid-murid sekolah itu.
Wasanti ingin membuat Anoma malu.

Anoma pulang ke rumah dengan perasaan malu dan marah, dalam perjalanan pulang ia melihat Gayatri turun dari mobil dokter Suneth di perempatan tak jauh dari rumahnya.

Membuat kepalanya bertambah pusing dan pikirannya kacau, sore itu Anoma terbaring sakit badannya demam.

Dengan marah Anoma meminta Shiromi untuk tidak berhubungan dengan Asanka, kalau Shiromi ingin menikah Anoma akan mencari merried proposal untuknya.

Anoma juga meminta Gayatri agar dokter Suneth menemuinya, Anoma ingin menyelesaikan semua problem anaknya.

Shiromi mendengar bagaimana ibunya telah dipermalukan, pergi ke rumah Asanka. Dengan berani Shiromi melabrak ibu Asanka, dihadapan Asanka dan ayahnya. Dan ia meminta Asanka untuk tidak menemuinya lagi.

Setelah Shiromi pergi Wasanti merasa dadanya sebelah kiri sakit, lalu jatuh pingsan. Wasanti dilarikan ke rumah sakit, kata dokter ia mengalami serangan jantung ringan.

Kejadian ini membuat Asanka merasa bersalah, ayahnya meminta Asanka memenuhi keinginan ibunya.
Tetapi Asanka mencintai Shiromi, ayahnya menasehati bahwa setelah menikah lambat laun, ia akan mencintai gadis pilihan ibunya.

Akhirnya Asanka setuju untuk menikah dengan gadis pilihan ibunya, mereka menentukan waktu pernikahan beberapa bulan kemudian berdasarkan horoscope.

Dokter Suneth datang memenuhi undangan Anoma, di dinding rumah tergantung photo keluarga. Pada waktu dokter Suneth melihat photo Sirisena ayah Gayatri, ia merasa pernah bertemu tapi entah dimana.

Anoma bertanya pada dokter Suneth, tentang hubungannya dengan Gayatri. Bila dokter Suneth serius, Anoma meminta orang tua dokter Suneth untuk datang menemui mereka dengan membawa horoscopemya.
Bila horoscope mereka cocok dan orang tuanya setuju, Anoma ingin mereka segera menikah.

Dokter Suneth memberi tahu ayahnya, bahwa ia ingin menikah dengan gadis pilihannya. Dan meminta ayahnya untuk datang bertemu dengan keluarga gadis itu.

Ajith mahatia dan Gamini mame senang sekali mendengar berita itu, mereka bersedia untuk datang.

Pada waktu dokter Suneth memberi tahu nama keluarga Gayatri dan alamat rumahnya. Ayahnya dan Gamini mame nampak agak terkejut dan saling berpandangan.

Dokter Suneth bertanya pada ayahnya, apa mereka mengenal keluarga Gayatri. Dokter Suneth teringat dengan photo ayah Gayatri.

Tetapi ayahnya menjawab tidak kenal, begitu juga Gamini mame.

Pada waktu yang sudah ditentukan, mereka berangkat ke rumah keluarga Anoma dengan dua mobil. Ayahnya dengan Gamini mame, dokter Suneth dengan mobilnya sendiri karena ia tidak kembali ke Colombo.

Anoma dan keluarganya bersiap-siap menantikan kedatangan orang tua dokter Suneth. Malika datang  dari Colombo untuk membantu ibunya.

Dokter Suneth datang lebih dulu, ia sudah memberitahu jalan ke rumah itu. Karena rumah itu alamatnya kurang jelas, dokter Suneth akan menanti di halaman depan dekat jalan.

Anoma dan yang lain juga ikut menanti bersama dokter Suneth.
Dari kejauhan dokter Suneth melihat mobil ayahnya, ia memberitahukan bahwa ayahnya sudah dekat sambil menunjuk ke arah mobil ayahnya yang sudah mendekat.

Tetapi setelah dekat mobil ayahnya tidak berhenti malah melaju dengan cepat sekali, membuat mereka terkejut. Dokter Suneth menjadi bingung, ia berusaha menelephone ayahnya tetapi tidak dijawab…..ia bertanya-tanya apa yang terjadi?

 

bersambung…

 

 

2 Comments to "Blue Sapphire (1)"

  1. Syanti  16 May, 2019 at 08:59

    Alvina memang blue sapphire mahal sekali harganya. Srilanka blue sapphire adalah yang terkenal di dunia karena kwalitasnya.
    Di Srilanka mencari batu permata dengan cara mendulang di sungai, juga dari dalam tanah. Mereka membuat lubang seperti sumur.
    Kebetulan suami berasal dari Ratnapura, saya pernah melihat bagaimana mereka mencari batu permata… Tetapi tidak mudah dan tidak selalu berhasil.

  2. Alvina VB  15 May, 2019 at 00:09

    Blue sapphire memang terkenal mahal banget di sini, ttp juga sering disebut blood diamond, karena diambil dari negara di Afrika melalui perang/kartel dengan pertumpahan darah.

    Syanti, ditunggu lanjutan ceritanya ya….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.