Upik dan Buyung di Jawa Timur – Wujud Nyata Bhinneka Tunggal Ika

Azmi Abubakar

 

Pengamalan Bhinneka Tunggal Ika, begitu nyata tampak, pada majalah khusus untuk anak-anak SD di wilayah Jawa Timur. Majalah ini terbit dan eksis pada tahun 1960an. Kalau dipikir-pikir karena beredar di Jawa, nama majalahnya setidaknya ya Si Tole atau Si Denok. Tapi, ini justru memakai nama panggilan khas bagi anak kecil di Sumatera Barat.

Saat ini, seharusnya rasa persaudaraan itu semakin menguat, tapi kenyataannya semakin merosot. Tak terbayang, misalnya di Jawa Barat, terbit majalah anak2 bernama Si Ucok dan Si Butet. Atau di Makassar ada majalah anak bernama Koko dan Cici.

Penasaran, saya bulak balik isi majalah ini untuk melihat nama orang-orang di belakang layarnya, jangan-jangan pemiliknya orang Sumatera Barat, tapi sungguh mengejutkan karena mulai dari pemimpin umum sampai redaksi bahkan kontributor dan ilustrator, isinya ya boleh diduga orang Jawa semua. Luar biasa!

Orang tua kita telah merajut apa yang namanya Kebhinnekaan atau Keberagaman, dan konyolnya saat ini, ada sebagian dari kita, yang mulai mengoyak-ngoyak rajutan tersebut.

Ayo kita rajut kembali kebangsaan kita!

#azmiabubakar
#museumpustakaperanakantionghoa

 

Sumber:
Majalah Si Upik & Si Bujung no. 19 dan 21

Koleksi Museum Pustaka Peranakan Tionghoa

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.