Blue Sapphire (2)

Syanti

 

Artikel sebelumnya:

Blue Sapphire (1)

 

Diikatnya tubuh lelaki itu dan digeladah tubuhnya, tetapi benda yang dicari tidak diketemukan. Lelaki itu berusaha melawan tetapi kepalanya terasa berat, karena pengaruh minuman beralkohol.

Sementara kedua orang itu begitu kuat…. Akhirnya mereka menemukan apa yang dicarinya, yang oleh lelaki itu disembunyikan di celana dalamnya, dibungkus dengan secarik kain dan dijahitnya.

Kedua lelaki itu gembira sekali melihat sebongkah batu berwarna biru, nil kate atau nil menik….. ..  Blue sapphire yang sangat mahal harganya!

Sementara lelaki itu berusaha melepaskan ikatannya, tetapi  kedua orang itu memasukan mulut lelaki itu beberapa pil dengan cara dipaksa, ditutup mulutnya agar pil itu tidak dimuntahkan…. Lelaki itu badannya mulai melemah kemudian tidak sadarkan diri.

Diangkatnya tubuh lelaki itu ke dalam threewheeler, dan mereka pergi meninggalkan tempat itu dengan segera… Mereka takut diketahui oleh orang lain.

Setelah sekitar dua jam perjalanan, sampailah mereka ke tempat yang dituju. Lelaki yang mengemudikan threewheeler, mengusulkan untuk membuang tubuh lelaki yang tak sadarkan diri itu ke sungai.

Tetapi walaupun hari masih pagi sekali dan gelap, sudah ada beberapa orang di sungai yang sedang menjala ikan.

Lelaki yang duduk di belakang, mengusulkan membawa lelaki itu ke rumahnya dan meletakan di depan pintu.

Tetapi di rumah yang dituju, pintu dan jendela sudah terbuka dan ada lampu yang sudah menyala berarti penghuni rumah sudah bangun.

Akhirnya kedua lelaki itu memutuskan, mematikan mesin threewheeler masuk ke halaman rumah itu dengan mendorongnya. Kemudian memarkirnya di tempat tersembunyi dekat dengan pintu masuk ke rumah.

Lelaki itu menunggu di threewheeler, sementara temannya memanggil penghuni rumah agar keluar.

“Nona… Nona…! Mahathia mabuk dan jatuh ke sungai!”

Lelaki itu sambil berteriak berlari ke pinggir jalan menunjuk ke arah sungai.

Setelah semua penghuni rumah pergi, lelaki itu kembali masuk membawa tubuh lelaki yang tidak sadarkan diri itu, diduduki di kursi yang ada di veranda, tidak lupa ia menaruh botol obat yang terbuka di tangan lelaki yang terkulai.

Waktu ia akan kembali ia melihat seorang anak perempuan kecil yang memandangnya dengan mata penuh tanda tanya.

Dihardiknya anak itu agar masuk ke dalam rumah. Kemudian mereka berdua meninggalkan tempat itu dan tidak pernah kembali lagi.

Peristiwa yang terjadi lima belas tahun lalu itu, masih tetap diingat oleh Ajith mahathia dan Gamini.

Bagaimana mereka melupakannya setelah peristiwa itu, mereka menjadi kaya raya dari hasil penjualan batu blue sapphire yang mereka ambil secara paksa dari Sirisena.

Ajith dan Gamini membuka bisnis property di Colombo dan menjadi agen barang-barang electronic. Ajith membawa anak dan istrinya ke Colombo dari desanya.

Anaknya disekolahkan ke sekolah private yang terkenal di Colombo.
Tetapi setelah di Colombo istrinya meninggal dunia, karena penyakit asma yang telah lama dideritanya.

Ajith sangat mencintai istrinya, selama ini hidup mereka selalu kekurangan. Setelah mereka kaya istrinya meninggal dunia, karena itu ia memutuskan untuk tidak menikah lagi.

Siang tadi mereka kembali lagi ke tempat itu, semula mereka merasa ragu. Karena lima belas tahun lalu jalan di depan rumah itu hanya jalan setapak dari tanah yang tidak dapat dilalui mobil.

Tetapi setelah dekat Gamini masih mengenali wajah istri Sirisena dan rumah tua itu masih sama belum berubah.

Dengan perasaan tak karuan mereka kembali ke Colombo…. Tidak tahu apa yang harus mereka katakan kepada anaknya dokter Suneth.

Dokter Suneth langsung pergi ke Colombo mencari ayahnya dan Gamini mame.

Sementara Anoma dan keluarganya masih kebingungan dengan peristiwa yang baru saja terjadi. Mereka semua bertanya-tanya dan tidak tahu apa jawabannya.

“Mungkin sebelum sampai ke rumah kita, mereka mendengar tentang lelaki yang menikah dengan wanita dari keluarga ini semua meninggal masih muda. Karena itu orang tua dokter Suneth, tidak setuju dengan pilihan anaknya, jadi tidak mau menemui kita.”

Tiba-tiba Shiromi berkata dengan seenaknya. Membuat Gayatri sedih mendengarnya dan wajahnya seperti mau menangis.

Malika menghibur Gayatri dengan memeluknya dan meminta Shiromi untuk tidak berbicara seperti itu. Sebaiknya kita tunggu berita dari dokter mahathia, kata Malika.

Mendengar ada suara mobil masuk ke halaman rumah, Gamini cepat-cepat menyuruh Ajith mahathia untuk berbaring di tempat tidur dan berpura-pura sakit.

Suneth masuk ke dalam rumah dengan wajah marah, Gamini mame langsung menghampiri dan berkata:

“Maaf Suneth putha! Tadi tiba-tiba ayah kepalanya pusing dan dadanya sakit, kami panik langsung kembali ke Colombo.”

Mendengar penjelasan Gamini mame, dokter Suneth agak terkejut merasa khawatir akan keadaan ayahnya. Rasa marahnya agak berkurang.

Tetapi waktu ia memeriksa ayahnya, ternyata hanya tekanan darahnya yang agak tinggi.

Dokter Suneth tahu kalau ayahnya hanya berpura-pura sakit, tetapi ia meminta ayahnya istirahat dan bertanya kapan ayahnya bisa ke rumah Gayatri?

Ayahnya hanya diam saja, sambil memandang ke arah Gamini mame, untuk meminta persetujuan.

Dokter Suneth merasa ada sesuatu yang dirahasiakan oleh ayah dan Gamini mame…..tetapi Ia pura-pura tidak tahu.

Asanka berusaha untuk bertemu dengan Shiromi, tetapi Shiromi menolaknya. Shiromi tidak menjawab telephone call dari Asanka dan tidak mau menemuinya di tempat pekerjaan.

Setelah selesai jam kerja Asanka pergi ke kantor Shiromi dan menunggu di depan kantornya, tetapi Shiromi berusaha untuk menghindar.

Asanka menarik Shiromi dengan paksa, membuat Shiromi marah dan merekapun bertengkar. Teman lelaki di kantor Shiromi berusaha melerai mereka dan meminta Asanka untuk pergi, tetapi Asanka memukul teman Shiromi. Sehingga terjadi keributan dan membuat Shiromi merasa malu.

Setibanya di rumah Asanka mengunci diri di kamarnya, orang tuanya merasa curiga. Mereka mengetok pintu dengan keras, sambil memanggil Asanka. Tetapi tidak ada jawaban.

Mereka membuka pintu secara paksa, ternyata Asanka mencoba untuk bunuh diri dengan cara memotong urat nadi di lengannya.

Mereka melarikan Asanka ke rumah sakit, untung jiwanya masih tertolong, tetapi jiwanya mengalami stress berat. Asanka tidak mempunyai semangat untuk hidup lagi.

Asanka sering menyendiri dan tatapan matanya kosong, membuat orang tuanya merasa khawatir akan keadaannya.

Orang tua calon istri Asanka  memutuskan untuk menunda pernikahan anaknya dengan Asanka.

Shiromi mendengar keadaan Asanka, dengan diantar oleh temannya ia mengunjungi Asanka di rumahnya.

Melihat perhatian Shiromi terhadap Asanka, membuat Wasanti ibu Asanka merasa menyesal telah menolaknya dan membuat gossip tentang keluarganya.

Wasanti datang untuk minta maaf pada Anoma, karena ia telah membuat Anoma malu di depan murid-murid di sekolahnya.

Anoma tidak suka Shiromi datang mengunjungi Asanka dan ia melarang Shiromi untuk pergi ke sana. Tetapi Shiromi tidak mau mendengar larangan ibunya.

Semua ini membuat Anoma bertambah pusing, Malika menasehati ibunya untuk memecahkan persoalannya dengan kepala dingin.

Malika berhasil menyelesaikan pendidikannya di university. Untuk mendapat ijin kerja sebagai lawyer. Malika masih harus praktek kerja di tempat pengacara yang sudah senior.

Ajith mahathia dan Gamini mame sengaja mengundur-undur waktu untuk mengunjungi keluarga Gayatri dengan berbagai alasan.

Gamini berusaha untuk mempengaruhi Ajith mahathia, agar membatalkan rencana pernikahan dokter Suneth dengan Gayatri.

Ajith mahathia sangat menyayangi anaknya, ia menjadi serba salah karena ia tidak mau membuat  anaknya kecewa.

Tetapi Gamini mengingatkan, kalau sampai Anoma istri Sirisena mengenali dirinya adalah lelaki yang datang pada pagi itu, mereka berdua akan mendapat problem dan Gamini tidak mau masuk penjara.

Beberapa minggu terakhir ini di daerah Awisawela sedang berjangkit penyakit demam berdarah, membuat dokter Suneth sibuk sekali dan kurang istirahat. Sehingga Dokter Suneth sendiri  jatuh sakit, tertular demam berdarah dan dirawat di rumah sakit.

Anoma dan Gayatri pergi menengok dokter Suneth di rumah sakit, mereka bertemu dengan Ajith mahathia ayah dokter Suneth. Gamini lari bersembunyi, pada waktu melihat Anoma dan Gayatri datang ke rumah sakit.

Bagi Gamini keadaan ini merupakan kesempatan untuk menggagalkan pernikahan dokter Suneth dan Gayatri.

Gamini meminta Ajith mahathia untuk melarang mereka datang ke rumah sakit. Dengan demikian akan membuat mereka tidak suka dan membatalkan rencana pernikahannya dengan dokter Suneth.

Karena itu Ajith mahathia melarang Gayatri dan ibunya untuk datang menengok dokter Suneth, dengan berbagai alasan. Membuat Gayatri merasa ayah dokter Suneth tidak menyukai dirinya, Gayatri menjadi sedih dan kecewa.

Kondisi dokter Suneth cukup menghawatirkan, membuat Gayatri merasa cemas dan mulai percaya dengan apa yang dikatakan Shiromi tentang gossip keluarganya. Bahwa setiap laki-laki yang menikah dengan wanita di keluarganya, akan meninggal masih muda.

Gayatri mencintai dokter Suneth dan ia tidak mau dokter Suneth meninggal, karena menikah dengannya. Gayatri mengambil keputusan untuk tidak menikah dengan dokter Suneth.

Mendengar keputusan Gayatri, dokter Suneth sangat terkejut.
Dokter Suneth berusaha meyakinkan Gayatri bahwa ia mencintainya dan tidak percaya akan gossip itu.

Dokter Suneth meminta ayahnya untuk datang menemui keluarga Gayatri. Karena ia mencintai Gayatri dan ingin menikah dengannya.

Ajith mahathia terpaksa memenuhi permintaan anaknya, Ajith mahathia akan berpura-pura tidak mengenal Sirisena. Agar mereka tidak merasa curiga dan Gamini mame tidak ikut serta, dengan alasan sedang sakit.

Di rumah itu Ajith mahathia melihat photo Sirisena tergantung di dinding, photo itu seperti hidup seakan-akan Sirisena keluar dari photo itu.

Ajith mahathia terkejut sekali, Anoma melihat wajah Ajith mahathia seperti itu merasa aneh.

“Ada apa Ajith mahathia?”

Mendengar pertanyaan Anoma yang tidak terduga,   Ajith mahathia tampa sadar menjawab, sambil menunjuk ke arah photo Sirisena.

“Itu Sirisena mahathia?”

Semua yang berada di ruangan itu terkejut, mengetahui Ajith mahathia mengenal Sirisena. Termasuk dokter Suneth, membuat ia bertanya-tanya dan merasa curiga.

Anoma bertanya kepada Ajith mahathia, apakah ia mengenal Sirisena?
Ajith mahathia menjawab dengan gugup, bahwa ia pernah ketemu dengan Sirisena di Ratnapura. Kemudian mengalihkan pembicaraan, tentang rencana pernikahan.

Ajith mahathia meminta Gayatri untuk menikah dengan dokter Suneth secepatnya, Ajith mahathia tidak meminta dowry dan cukup dengan pesta yang sederhana.

Tradisi di Srilanka pesta pernikahan dari pihak mempelai perempuan dan pihak perempuan harus membayar dowry sesuai permintaan pihak lelaki.

Gamini mame tidak menghadiri pernikahan dokter Suneth dengan Gayatri, dengan alasan ada keluarganya yang meninggal dunia di kampungnya.

Sebelum menikah dokter Suneth tampa sengaja menemukan sebuah amplop berisi photo yang sudah tua sekali. Photo ayahnya bersama Gamini mame dan dua orang lain, salah satunya adalah ayah Gayatri.

Di photo itu mereka semua masih muda, ayahnya tampak masih kurus begitu juga Gamini mame.

Semula ia ingin menanyakan tentang photo itu kepada ayahnya atau Gamini mame, tetapi mereka sedang tidak ada di rumah.

Dokter Suneth memasukan photo itu ke dalam tasnya. Karena ia sedang sibuk untuk persiapan pernikahan, ia lupa dan photo itu terbawa ke rumah Gayatri.

Setelah menikah mereka tinggal di rumah Gayatri. Setiap waktu libur mereka ke Colombo ke rumah ayahnya.

Gayatri merasa tingkah laku Gamini mame agak aneh, karena ia seperti menghindari dirinya. Gamini mame jarang mau berbicara padanya tetapi diam-diam suka mencuri pandang padanya.

Pada waktu makan malam bersama, tampa sengaja mereka saling bertatapan. Gayatri seperti pernah mengenalnya….. Dan andeng-andeng, tanda lahir itu cukup besar dekat mata sebelah kiri  mengingatkannya pada seseorang.

Gamini mame mulai ingat Gayatri adalah anak kecil itu…….. ia curiga  Gayatri mengenalinya, karena sering memperhatikannya.

Hal itu membuatnya merasa terancam, Gayatri sangat berbaya baginya …….Gamini merencanakan untuk menyingkirkan Gayatri.

 

bersambung…

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.