Indonesia di Awal 2019 (3)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

Hallo…Anda semua di Baltyra…Yang berbahagia…Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. di minggu ini. Semoga anda semua ada dalam keadaan sehat dan selalu di bawah naungan Berkat dan Kasih TUHAN…

Untuk melanjutkan cerita Dj. minggu lalu, maka kali ini perjalanan Dj. dari Bandung dengan kereta api, menuju Purwokerto. Yuuuup…setelah di Bandung sedikit santai, maka mulai dari Bandung, perjalanan kali ini sedikit serius…Hahahahahaha…!!! (sok serius).

Puji syukur, ada Linda Cheang, yang mana saat dia tahu Dj. sudah di Bandung, dia bersama mbak Iji (adik dari mas Iwan), datang ke hotel.

Linda adaalah satu figur yang sangat cekatan dan saat Dj minta tolong untuk cari ticket dari Bandung, ke Purwokerto… dia juga siap…!!! Dj. kenal Linda sudah cukup lama dan sedikit mengenalnya, walau kadang dia agak keras…Hahahahahahaha…!!! Okay…dia tawarkan Dj. untuk Kereta Api yang akan ke Purwokerto. Dia ceritakan, ada yang langsung, tapi kelas ekonomi dan berangkat tengah malam.

Dan ada yang lebih baik, tapi harus pindah Kereta untuk ke Purwokerto.
Dan Dj. pilih yang langsung saja, sambil ingin menikmati kelas ekonomi.
Walau Dj. yakin kelas ekonomi jaman sekarang, pasti lain dengan kelas ekonomi jaman Dj. kecil dulu.

Satu kesempatan untuk mengenang Alm. ayah yang mana dulu sering mengajak Dj. naik Kereta Api dari Semarang ke Surabaya dan belik ke Semarang. Bila ingat masa lalu, Kereta Api hampir disetiap Stasiun berhenti dan banyak pedagang makanan dan minuman yang masuk ke dalam Gerbong.

Saat itu Dj. sangat senang, ayah membelikan nasi pecel atau sate kerang, juga wingko babat. Dan banyak penumpang yang merokok dan membawa barang yang yang beraneka macam, bahkan ada yang bawa ayam atau burung atau entah apa lagi…Hahahahahahahahaha…!!!

Jelas, sekarang pasti tidak demikian lagi dan Kereta Api sekarang, pasti jauh lebih bagus dan bersih, tapi kenangan itu, selalu ada di benak Dj.

Okay…Linda tidak hanya memebelikan Ticket Kereta Api, tapi dia juga mengantar Dj ke Stasiun bersama adik Keponakan Dj., walau tengah malam. Bahkan sebelumnya, kami sempat makan malam disatu Restaurant kuno di kota Bandung, “warung KOPI PURNAMA“ di Jalan ALKETERI / di Bandung. Yang Dj. ingat itu jalan sempit dan gelap, tapi kata Linda cukup terkenal. Dan saat kami masuk, sedikit celingukan, kurang yakin, ini atau bukan…? Hahahahahahahaha…!!! Mana Linda duduk di ruang belakang pula.

Puji TUHAN…!!! Yang penting bertemu Linda dan temannya, ibu FARIDA OESMAN, seorang Aktivis di Koalisi Perempuan INDONESIA. Mendengar cerita, kalau beliau adalah masih keturunan Raja Ternate, maka kami bisa saling bertukar cerita yang sangat asyik. Walau Dj. bukan keturunan Raja Ternate, tapi setidaknya, ayah Dj. pernah diangkat anak oleh Raja Ternate.
Dan satu Wasiat dari Raja Ternate yang diberikan ke ayah Dj. sampai sekarang masih ada di keluarga kami.

Dan suasana warung tersebut yang sangat tenang dan nyaman, hanya hangat dengan obrolan kami berdua. Linda memesankan untuk Dj. minuman kesukaan Dj. saat Dj. masih kecil dulu, jadi penasaran juga, namanya kalau tidak salah ingat “SAPARELA“. Kata Linda nama yang sebenarnya “SARPARILLA“, atau atau apalah, walau Dj. sudah ambil foto botolnya, tapi Dj. cari dan tidak ketemu…Hahahahaha…!!!

Tapi maaaf Linda, baru sampai di mulut, kok rasanya aneh dan sama dengan obat cuci mulut kalau sedang kena sariawan. Di Jerman obat tersebut dengan nama “BETA ISADONA MUND ANTI SEPTIKUM“, jadi sulit untuk ditelan…Hahahahahahahaha…!!! Sorry mek sorry…!!!

Setelah meninggalkan warung “PURNAMA“, maka kami segera menuju ke Stasiun Kereta Api di Cimahi.

Okay…Saat berpisah pun tiba dan mulai saat itu, Dj. harus memanggul sendiri 2 ransel Dj. Puji TUHAN…!!! Semua berjalan lancar dan Dj. juga sudah ada di dalam Gerbong Kereta dan hanya sedikit perasaan aneh, tapi Dj. merasa senang, bisa mengalami hal ini.

Di dalam Gerbong setiap bangku untuk 3 penumpang, kiri kanan Gerbong dan juga berhadap-hadapan. Dan tidak ada pembatas, apalagi dengan badan Dj. yang cukup besar, maka bahu kiri dan kanan selalu bersenggolan dengan bahu sebelah Dj. Dan setelah Kereta Api mulai jalan, maka setiap penumpang berusaha untuk memejamkan mata, alias tidur… Hahahahahaha…!!! Satu pemandangan yang langka dan olehnya, untuk Dj. adalah hal yang istimewa.

Hanya Dj. yang masih merasa aneh dan tidak mungkin bisa memejamkan mata, melainkan memandangi mereka yang berusaha untuk tidur. Setiap kereta api goyang, maka tidak aneh kalau gesekan bahu kami juga semakin keras…Tidak lama kemudian, terdengar ada yang ngorok, ada yang kepalanya beradu…Hahahahahahahaha…!!!

Dj sangat menikmati perjalanan ini dan satu pengalaman yang luar biasa, sambil mesam mesem sendiri….Selang beberapa jam kemudian, ada cahaya matahari dan jelas Dj. tidak sia-siakan kesempatan ini dan Dj. malah merasa segar…

Dan kemuidan menjadi lebih terang dan Dj. bisa melihat banyak pemandangan yang indah (matahari terbit dan nyiur melambai dan
juga padi yang sudah menguning) jelas hal ini tidak ada di Mainz.

Sampai pada akhirnya, sekitar 30 menit sebelum sampai, sebelah kiri Dj. laki-laki setengah baya pindah ke bangku sebelah kiri. Ternyata di bangku itu adalah keluarganya dan dia duduk di sebelah Dj. agar keluarganya dapat tempat duduk lebih longgar. Sialan, pikir Dj. tapi dia cerdik, hanya karena dia maka tempat duduk Dj. menjadi sempit dan dia hanya nyengir kuda…Hahahahaha…!!!

Akhirnya sampailah Dj. di Stasiun di Purwokerto dan para penumpang menuju ke pintu keluar. Kesan Dj. yang tidak Dj. duga dari semula, bahwa Dj. boleh menikmati perjalanan yang tidak mungkin akan Dj. lupakan.
Terutama selama Dj. duduk di Kereta Api, tidak ada bau yang aneh… Hahahahahahaha…!!!

Puji TUHAN…!!! Anak Dj. bersama keluarganya, sudah menunggu Dj., sungguh satu pemandangan yang sangat indah, bisa bertemu dengan Krist, mas Pur, juga Arya dan Naya (kembar). Satu moment yang sangat menyenangkan…melihat wajah-wajah mereka yang tulus berseri…

Mereka segera mambawa kami ke rumah mereka, yang mana Dj. sudah dua kali dan kali ini kelihatan ada perbedaan. Kebun yang yang dulu kosong, sekarang sudah banyak tanaman dan halaman rumah (teras) yang sudah direnovasi…Empat jempol untuk mas Pur dan Krist sekeluarga…

Yang lebih menyenangkan, Dj. disambut dengan tumpeng, Waaaaaaaw…!!!
Walau itu bukan untuk Dj. tapi pesanan orang…Hahahahaha…!!! Tapi Dj. boleh mencoba yang pertama kali dari yang berlebihan…Hebat kan…? Sangat istimewa…!!!! Terutama, nasi kuning, urap, kering tempe dan juga ayam goreng…. Hhhhmmmmm…Lecker…!!!

Sore Dj diantar ke hotel untuk check in dan malam istirahat. Keesokan harinya, siang mereka jemput Dj dan Dj diajak makan durian…Jujur Dj. agak ragu, karena sudah sangat lama tidak makan durian, tapi juga penasaran…Satu tempat yang tidak besar dan tidak banyak duriannya, tapi…Apa yang dia jual, sungguh sangat mengagumkan, durian warna putih dan warna kuning yang mana dua-duanya sangat kenyal dan legit…

Mengkal dan waaaaaaw…Uenaaaaak sekali dan sulit dicerita dengan kata-kata. (Durian pilihan, yang jualan memang ahlinya). Kami adalah orang pertama yang datang dan kemudian banyak juga pembeli dan salah satunya, bahkan cerita, hanya di sini dia makan durian. Entah berapa banyak Dj. makan, tapi yang jelas lebih dari 1 buah…Hahahahahaha…!!!

Malam hari, kami kembali keluar untuk mencari martabak telur, karena Dj. paling suka makan martabak telur. Puji TUHAN…!!! Mas Pur juga suka, jadi kami kesana untuk membeli martabak Telur dan martabak manis. Sayang martabak Manisnya Dj. hanya bikin video, jadi tidak ada fotonya. Walau banyak langganan yang antri, tapi anda bisa lihat, minyaknya masih bening dan bukan minyak bekas…

Waaaaaaaw…Lecker…!!! Dj. malam bisa istirahat dengan puas dan nyenyak… Puji TUHAN…!!! Pagi Dj bangun pagi dengan badan sehat…!!! Bahkan paginya Dj. tidak makan di ruang sarapan, tapi cukup sarapan martabak saja…Hahahahahahahahaha…!!!

Entah, hari ini acaranya apa, Dj. ikutan sama anak-anak saja… Waaaaaw…Ternyata mereka mengajak Dj ke gunung, dimana daerah yang sangat sejuk…Dan Cucu Dj cerita akan berenang di air panas, Dj. sedikit kaget, karena pertama kali kami ke Purwokerto, juga mandi di air panas di Sendang Songo dan airnya sangat panas dan bau belerang. Tapi kali ini tempatnya lain dan pemandangannya juga indah… Dan sampailah kami di “WATER BOOM“ di GUCI – KU…HALELUYA…!!!

Kami sangat riang berenang atau main air bersama-sama, karena tempat ini sungguh sangat menyenangkan…Kami menantikan air yang akan terjun dari ember yang Dj. beri tanda panah.

Dan akhirnya…BOOOOOM…!!! Dj. jadi seperti anak kecil lagi… Hahahahahaha…Satu kebahagiaan bermain air bersama anak dan cucu.

Puas sekali bisa bermain bersama mereka…Dan setelah capai bermain air, lapar dan bisa makan tempe mendoan, pisang goreng, kentang goreng dengan sosis atau sekalian nasi dengan ayam panggang di Restaurant yang ditepi kolam, semua ada…Hahahahahaha…!!!

Benar sekali, berenang membikin orang lapar dan semua terasa nikmat…!!! Dan dalam perjalanan pulang, kami mampir untuk beli ananas dan Guci dari tanah liat.

Saat akan menawar, penjualnya sudah bilang, harga pas pak. Dj. masih ngotot, tapi saya ingin menawar, dia jawab tidak bisa. Tetap saja, Dj. sebut tawaran Dj. yang lebih dari dia minta…(menawar ke atas, hahahahaha…)
Dia kaget dan jawab, kalau itu bisa pak, tapi dia pikir Dj hanya bercanda.
Saat Dj. kasih uangnya dan berkata…ini semua untuk ibu…, si ibu tertawa lebar…Satu kebahagiaan, kalau bisa membuat orang lain tertawa…Hahahahahahahahaha…!!!

Kemudian menuruskan perjalanan pulang dan perut masih terasa lapar, Krist menawarkan apa mau makan sate dan gule kambing…? Jelas, dengan sepontan, Dj iya kan, mosok menolak sate kambing, tidak mungkin kan…?
Waaaaaaaw…. sate dan gule kambiang…, membuat air liur keluar…Hahahahahahahahaha…!!!

Menghirup aroma daging kambing yang dibakar, maka semakin laparlah kami…Hahahahahaha…!!!

Satu kesempatan, dimana saat di Bandung, Dj. tidak sempat makan di Sate HEDORI yang sangat terkenal. Puji TUHAN…!!! Akhirnya keinginan makan sate kambing masih keturutan juga…!

Anda bisa melihat foto di atas, malihatnya saja sudah bisa ngiler, bukan…? Hahahahahahahahahaha…!!!

Okay…Okay…Banyak sudah yang Dj. ceritakan dan Dj. mohon maaf, bila banyak salah kata yang tidak berkenan di hati anda.

Terima kasih kepada anda semua yang telah meluangkan waktu untuk membeca dan bahkan membubuhkan komentarnya. Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menerima oret-oretan Dj.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kehidupan kita setiap hari…!!!

 

Salam manis dari Mainz
Dj. 813.

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

35 Comments to "Indonesia di Awal 2019 (3)"

  1. Dj. 813  14 June, 2019 at 20:45

    Hallo Mei…
    Terimakasih sudah mampir…
    Ya, nanusia hidup, ya harus makan to nduk… hahahahaha…!!!
    Puji TUHAN….!!!
    Sehat… !!!
    Semoga sehat dan sukses ya…
    Salam.manis dari Mainz

  2. Nur Mberok  14 June, 2019 at 19:02

    Ampun dah ceritanya cuma bikin ngiler aja.

    Makan terus… Sehat terus ya kakangku Dj yg baik hatiiii.

    Uhuk…

  3. James  14 June, 2019 at 10:03

    Linda, terima kasih penjelasannya, saya, ooo KA nya dari Jakata lewat Bandung pantas bisa naik di Cimahi, hanya saya pikir kok naik di Cimahi berlawanan arah dengan tujuan, kalau Kiaracondong sih masih masuk akal.

    Terakhir kali saya naik KA Bdg-Jkt di tahun 2004, dan sdh lama tidak pulkam selama 9 tahun lalu, kalau sekarang ini pulkam rupanya harus carter Linda utk anter-anter, kalau gak saya bisa nyasar karena sdh terlalu lama meninggalkan Bandung

  4. Lani  14 June, 2019 at 07:03

    Mas DJ: Pisang goreng, Mendoan dan Martabak mauuuuuuu……..

  5. Lani  14 June, 2019 at 07:01

    Mas DJ: Aku sangat ngileeeer banget dengan Tumpeng kuning beserta uba rampene. Tapi untuk Durian dan Sate Kambing monggo dinikmati dewe……….ora mangan Durian dan wedus mati……aplagi sing jik urip kkkkk

  6. Dj. 813  13 June, 2019 at 20:15

    Bagus dong Krist, kalau sedang ada pesenan. Bisa bgrewabgi…
    Ngrewabgi makan spt Dj.
    Hahahahahahaha…..!!!

  7. kris  13 June, 2019 at 19:28

    kris untuk Mendoan, ayooooo! Pastinya akan kukabari lebih dulu

    harus ngabari dulu mbak, biar aku bisa set jadwal, biar free gak nerima pesenan, kan kasian klo ke Purwokerto ga ngabari, pas aku lg dapat pesenan hahaha…

  8. Dj 813  13 June, 2019 at 16:01

    Benar Linda…
    Dj sangar bersukur. Kamu selalu bantu Dj kalau kami ada du Bandung.

    Untung ada kamu…
    Hahahahahaha. !!!
    Anak- anak Dj semua orang baik terhasap Dj.mitulah kebahagiaan ydjm
    Semoga sehat selalu..

  9. Linda Cheang  13 June, 2019 at 15:27

    kris untuk Mendoan, ayooooo! Pastinya akan kukabari lebih dulu

  10. Linda Cheang  13 June, 2019 at 15:22

    James aku bantu Oom Dj jawab, ya, yang naik kereta di Stasiun Cimahi.

    Oom Dj ke Purwokerto naik kereta KELAS EKONOMI namanya KERETA SERAYU relasi Jakarta – Purwokerta via Bandung, harus naiknya di Stasiun Kiaracondong atau di Stasiun Cimahi, karena kereta Serayu itu tidak berhenti di Stasiun Bandung. Kenapa saya aturkan naik di Stasiun Cimahi, karena lebih nyaman, tidak banyak penumpang yang membludak memenuhi stasiun dan jalan tidak macet. Silakan tanyakan ke Oom Dj situasi Stasiun Cimahi saat Oom Dj boarding. Bila Oom Dj naik dari Stasiun Kiaracondong, menuju ke stasiunnya saja selalu macet karena ada pasar tumpah di Jalan Kiaracondongnya dan stasiunnya selalu padat oleh penumpang dan para pedagang yang berdagang diluar pagar stasiun. Sedangkan hall (gedung) Stasiun Kiaracondong itu harus masuk lagi ke sebuah jalan kecil.

    Bukan karena banyak copet, karena sekarang seluruh stasiun kereta sudah pakai sistem boarding seperti di bandara. Jangankan copet, calo tiket pun sudah habis, tak ada sama sekali. Kalo mau nekat mencopet pun, harus bermodal dulu beli tiket, karena yang boleh masuk ke peron stasiun kereta hanya penumpang yang punya tiket atau punya boarding pass.

    Mendingan James pulkam ke Bandung dan lihat sendiri.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.