Duit Warna Hijau

Rizky Dwinanto

 

Ini tumpukan duit dua puluh ribuan. Hasil nabung di celengan setahun lebih sebulan.

Kamu tahu tak kalau duit duapuluh ribuan adalah duit paling sedikit beredar. Ini ilmiah. Angkanya nanggung. Ambil ATM isinya 100 dan 50 rb, jika dipakai belanja biasanya pedagang agak enggan kasih kembalian 20an ribu. Aku jelaskan di bagian akhir mengapa terjadi.

Aku punya metode unik untuk celenganku. Setiap duit kembalian dua puluh ribuan akan kusimpan dan tak kubelanjakan lagi. Tapi aku tak boleh berbuat curang, misalnya sengaja belanja sepuluh ribu agar dapat dua lembar 20an ribu. Tak boleh juga meminta pedagangnya kasih kembalian pecahan itu. Natural saja. Aku bisa konsisten tak melanggar aturan yang kubuat sendiri setahun lebih.

Kucelengi di galon kosong. Harapanku sih sebelum penuh tak kubongkar. Tak kuhitung. Aku bayangkan kalau penuh bisa jalan-jalan naik kapal pesiar. Kalau yang ini belum bisa kupenuhi komitmenku. Tahun lalu aku bongkar dapat enam juta lebih, hari ini kubongkar dapat Rp 2.880.000. Ada keperluan penting terpaksa kubongkar.

Mengenai tadi, mengapa pedagang atau kita sendiri enggan melepas uang 20rb. Itu psikologis. Otak manusia mengasosiasikan uang berwarna hijau. Itu mengapa orang amerika mencetak dan menyebut “green back” untuk duitnya yang warnanya hijau pucat. Di tanah melayu uang seratus ribu berwarna merah, bisa membuat mata menjadi hijau.

Nah kan, asosiasi uang dan warna hijau itu yang membuat kita enggan melepas duit hijau kita. Akhirnya sangat sedikit peredarannya. Ilmiah gak? Kalau gak ilmiah ya sudah.

 

 

One Response to "Duit Warna Hijau"

  1. ariffani  25 July, 2019 at 10:53

    Aku juga punya tabungan uang ni.. Seru ngumpulinnya . hahahhaa

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.