Indonesia di Awal 2019 (7)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO…HALLO…ANDA SEMUA DI BALTYRA…

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. di hari Rabu, sekarang tidak lagi hari Selasa…Karena Paisan (813), katanya Pai san juga berarti hari ke 3 (Rabu), hahahahahaha…!!!

Puji TUHAN…!!! HALELUYA…!!!

Okay…minggu lalu Dj. berjanji akan ajak anda semua ke “KAMPUNG WARNA WARNI“. Dan inilah saatnya Dj. ajak anda semua ke Kampung Warna Warni dan jujur, yang seperti ini belum pernah Dj. lihat sebelumnya.

Nah ya, setelah sarapan, maka keponakan Dj angkat bicara, oom…kita nanti ke kampung Warna Warni. Tanpa A dan O, maka Dj. jawab, siap!!!

Kamipun akhirnya berangkat, jelas Dj tidak tahu, di mana itu kampung, dengar saja baru saat itu. Akhinya kami sampai, tapi kampungnya belum kelihatan, ternyata kami masih harus berjalan sekitar 200 meter
dari tempat dia parkir mobilnya. Saat kami ada di atas jembatan, maka dia berkata, itu Oom, sebelah kiri, sudah bisa dilihat…Waaaaaaaw…!!!

Langsung Dj. ambil HP dan gantian ambil foto…Anda bisa saksikan sendiri, ini Dj ambil dari atas jembatan…Jadi ingin cepat turun dan melihat dari dekat…penasaran juga…Hahahahahaha…!!!

Akhirnya kami turun dari jembatan dan keponakan Dj. membeli karcis masuk, entah berapa biayanya, Dj kurang tahu. Hanya sempat dengar, mau kampoeng Warna Warni saja, atau juga ke kampung…???

Okay…ini hanya sebahagian foto yang Dj. ambil di Kampung Warna Warni dan sebenarnya sangat banyak. Tapi Dj pamerkan beberapa saja, agar kalau anda kesana bisa melihatnya sendiri, lebih bikin penasaran kan…?
Hahahahahahaha…!!!

Ini dia keponakan Dj. yang ganteng dan dia yang ajak Dj kesana…

Setelah itu, untuk menuju ke kampung yang satunya lagi, yaitu Kampung “TARDI“. Kami harus naik jembatan khusus dibikin untuk orang yang akan menyeberanginya. Tapi jembatan inipun cukup tinggi dan banyak orang yang sedang ambil foto di atas jembatan ini. Jadi kalau akan lewat, harus sabar, karena jembatannya sempiiiit…Hahahahahaha…!!!

Jadi…jembatan ini lah yang menghubungkan dua kampoeng yang berwarna warni…Ini kami di atas jembatan penyeberangan yang menghubungkan dua kampung warna warni…(Kampung JODIBAN DAN KAMPUNG TARDI)

Dan kami sampai di Kampung Tardi…

Naaaaah itu tadi beberapa foto yang Dj. pamerkan dari Kampung Warna warni JODIBAN dan TARDI. Di kampung ini, tidak ada satu rumahpun yang tidak dicat dengan macam-macam warna atau lukisan.

Kata cerita…ini kampung dapat sumbangan dari pabrik cat, jadi semua boleh memberi warna rumahnya. Ya…bahkan melukiskan sesuatu di rumahnya…Satu yang jadi pikiran Dj. semoga cat yang dipakai untuk mewarnai semua rumah, tidak beracun. Kalau ya, akan membahayakan penduduknya yang tinggal di sana. Karena untuk, pengunjung yang hanya beberapa jam saja, masih okay…

Sengaja Dj tidak pamerkan semuanya, agar anda nanti bisa lihat sendiri, kalau anda ke Malang. Pesan Dj., jangan leawatkan kesempatan ke kampung Warna Warni ini, agar anda tidak menyesal nantinya…

Dari Kampung Warna Warni, kami masih jalan kaki ke pasar burung / binatang dan pasar ikan.

Banyak macam burung dan binatang dijual di sana..

Hal ini jelas tidak ada di Mainz, kalau sampai ada, akan berurusan dengan hukum…Ini kalau Susi dan anak-anak Dj. lihat, mereka pasti akan sangat senang dan ingin beli…Tapi ya tidak mungkin lah, ingat di tahun 1987 saat kami di Brastagi…Anda tidak tahu Brastagi…??? Itu tuh…di dekat Medan…Bukan…bukan medan perang…laaaah…!!! Waduuuuh…bagaimana menjelaskannya, itu Medan di Sumatra Utara…Bukan…bukan medan perang di Sumatra utara…udah deh, capek menjelaskannya… Tanya saja sama Rosda, dia tahu dimana Brastagi… Hallo Ros…kasih tahu itu bah, dimana kau punya kampung…Hahahahahahaha….!!!

Waduuuuh…sampai mana tadi, gara-gara anda tidak tahu Brastagi, emang ada apa di Brastagi…??? Dulu 1987 di Brastagi, kami juga melihat di pasar binatang, banyak dijual binatang, ada kelinci sampai monyet…Benar, itu saudara Dj. Hahahahahahahaha…!!! Dari pada nulis saudaranya mas Iwan, nanti Dj. bisa digebukin…Hahahahahahaha…!!!

Sorry mek sorry, daripada pada tegang, kan lebih baik kalau banyak yang senyum, yang tetap manyun ya salah sendiri…Dj. yakin, mbak Tri juga sedang senyum sendiri….

Okay, di pasar binatang, sungguh banyak bitang yang dijual, benar kan Yu Lani…Kalau banyak sayuran yang dijual, ya namanya bukan pasar binatang, tapi pasar sayuran…

Okay…??? Kami jalan lagi dan ketemu pasar ikan hias dan bukan ikan kakap…Hahahahahahaha…!!! Lihat ini banyak sekali ikan Cupang (ikan aduan) yang satu persatu ada di dalam plastik yang sangat sempit
di sana dijual sangat murah…Padahal di Mainz, ditoko ikan hias juga ada yang jual, tapi harganya sekitar € 6,- sampai € 30,- (antara Rp. 100 rb
sampai Rp. 500 rb) tergantung warna dan selendang di sirip dan ekornya.
Tapi Dj. lihat hampir semua bagus-bagus…

Jelas, ikan ikan ini juga ada di Mainz, Dj. pamerkan ini, karena harganya yang sangat murah, kalau dibanding dengar harga di Mainz. Hanya sayang harganya tidak dipasang, Dj. hanya tahu saat Dj tanyakan…Puas melihat ikan hias, maka kami menuju ke tempat mobil dimana keponakan Dj. tadi parkir. Saat Dj amati tempat kami berjalan, ternyata tidak jauh dari tempat Mc. Donald, jadi Dj. minta ijin ke keponakan, kalau Dj. bisa jalan sendiri dan kebetulan dia juga harus ke Rumah Sakit. Akhirnya Dj. ke Mc. Donald dan kemudian ke salah satu toko, untuk sekedar melihat-lihat… Tapi mata Dj. tertuju ke salah satu barang yang diobral murah…

Ya…Polo Shirt, dijual sekitar Rp. 179 rb atau sekitar € 11,- Sedang di Mainz harga Polo Sihrt sekitar € 90,-…. Coba ah…!!! Lumayan untuk dipakai selama di Indonesia, karena Dj. kurang yakin dengan kwalitasnya…Karena pernah beli di Bali yang katanya langsung dari pabriknya, tapi setelah dicuci 2 kali, sedikit mengkeret hahahahahaha…!!! Maaaaaf…bukan menjelekkan barang di Indonesia…Ini satu kenyataan, atau pengalaman Dj. saja…Saat di Semarang, kami di satu Mal dan Dj. masuk ke toko yang kelihatan mewah, Dj. tidak perlu sebut namanya…

Itu toko hanya special jual itu barang dan di depan toko ada tertulis nama itu barang, cukup besar. Misalnya L V, ya didalam toko hanya ada barang dari L V. Kesalahan Dj. karena yakin, jadi setelah dapat barang yang Dj suka…Maka Dj. bayar. Saat dia bungkus…iseng Dj. tanya, ini garans asli kan, sambil guyoonan…Tapi jawabannya, bikin Dj. kaget…Tidak lah Pak, ini bikinan China…Dj. masih penasaran, yang benar… ini kan merk Jerman dan di depan toko tertulis merk tersebut. Merknya benar, hanya bikinan China pak…Lha kok bisa ya…??? Kalau beli di Tanggul angin, Dj. bisa mengerti, tapi ini di Mal dan di toko yang memajang Merk tersebut. Kok bisa jualan barang palsu dari China??? Hebat sekali…Hahahahahahaha…..!!! Nah ya, karena Dj. anggap murah, maka Dj. beli juga…

Lain kali harus lebih berhati-hati, karena ternyata barang palsu boleh dijual di toko yang mewah. Kalau di Jerman, ya tidak mungkin lah…Itu toko akan memberi garansi, bahwa barangnya asli. Tapi di Indonesia, semua bisa terjadi atau dapat ijin….

Ooooo…ya, saat di Malang, Dj. juga sempat ke Batu, tapi bukan untuk piknik hanya karena janji menemui teman yang ahli bonsai dan memiliki kebun bonsai yang sangat luas. Untuk melihat semuanya, mungkin perlu 3 jam lebih, karena benar-benar sangat luas, sampai nyebrang kali segala…Dj. hanya melihat-lihat saja, karena mengingat di Mainz sudah punya banyak.
Tapi karena kebaikan keluarga ini, Dj. malah dapat hadiah satu bonsai super mini dari pohon kemuning (Muraya atau dikenal juga dengan nama Orange Jasmin) super micro, yang mana, daunnya sangat kecil.

Satu pengalaman tersendiri, bisa bertemu dengan keluarga di Batu Malang.

Matur Nuwun mas Komat Garasi Bonsai….

Okay…Dj. rasa banyak sudah yang Dj.. ceritakan di atas…Minggu depan akan Dj. ceritakan bagaimana Dj. dari malang, naik K.A. ke Kediri, kota pacar Dj. Hahahahahahahaha…!!!

Image16

Kalau anda ingin tahu, silahkan minggu depan, mampir lagi…Dj akan cerita, bagaimana Dj. ke Kediri, lalu balik ke Tulungagung, lalu ke gunung dekat pantai selatan dengan jalan kaki sejauh sekitar 2-3 km di jalan setapak…Hanya karena Dj. ingin bertemu dengan sesorang yang Dj. anggap perlu pertolongan. Jelas, tanpa kawan-kawan dari Kediri dan Tulungagung, tidak akan mungkin…

Okay…

Dj. akan ceritakan minggu depan, semoga kita masih bisa bertemu di oret-oretan Dj. minggu depan.

Mohon maaaaaaf, bila banyak salah kata atau salah kata…

Terimakasih, untuk perhatian anda semuanya yang salalu memberi semangat Dj. untuk menulis oret-oretan. Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang tidak pernah bosan menerima dan menayangkan oret-oretan Dj.

Semoga Kasih dan Berkat dari TUHAN, selalu menaungi kehidupan kita setiap hari.

 

Salam manis dari Mainz…
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

16 Comments to "Indonesia di Awal 2019 (7)"

  1. Dj. 813  17 July, 2019 at 19:51

    Hallo Alvina….
    Terimakasih sudah mampir…
    Maaaaf Alvinansalah mengerti.
    Maksud Dj. Kalau toko LV dannpasang nama besar didepan toko di Mal di Je4man, maka barang nya juga asli, bukan barang paslu seperri dabg di jual di pasar.
    Kalau toko Etien Aigner, ya barang nya barang asli.
    Kalau Braun Bufgel ya aslitapi dimana Dj beli tas utk laki-laki itu merl dari Je4man.
    Tokonya pakai nama merk itu. Tapi barang nya tidak asli alis bikinan Chinaitu yang Dj heran.
    Kalau Lav bikinan Prancis, ya jelas Dj tahu. Karena dulu sering belikan tas untuk Susi.
    Hanya belinya bukan di Prancis. Tapi di Luxemburg…bahkan dia punya LV yang Dj beli tahun 1983 dan sampai sekarang masih kelihatan bagus.
    Tapi tidak pernahbdianpakai…
    Hahahahahaha…..!!!
    Semoga dimengerti ya. Itu Dj hanya ambil cobtoh saja.
    Yang Dj beöi seharus nya barqng Je4mqm dan bukan LVm
    Salam,

  2. Dj. 813  17 July, 2019 at 19:43

    Hoteeee… bisa buka Baltyra…
    Terimakasih dimas, saat ini bisa buka Baltyra, walau tanoa foto..yang jelas bisa balas komentar…
    Memang di Malang lebih sejuk daripada dikota lain di Indonesia.
    Salam,

  3. Alvina VB  17 July, 2019 at 19:15

    Mas DJ, hebring ya itu desa pelangi, gak kalah sama yg di Italy. Btw, sejak kapan LV dari Jerman? LV dari Perancis mas, memang mereka kerja sama dengan Nazi di Jerman pas perang dunia ke II. Makanya kl org yg demen beli LV di Jerman duluuuu, ya simpatisan Nazi, gak tahu sekarang ya….he..he…. Salam hangat dari Eropa yg lagi kena heat wave, serasa di Indonesia!

  4. J C  17 July, 2019 at 09:43

    Baru dua minggu lalu saya dari Malang antar anak sekolah di sana…kami juga ke mana-mana jalan kaki…kotanya sejuk, rindang, banyak pohon dan nyaman untuk jalan kaki ke mana-mana…

  5. Dj. 813  16 July, 2019 at 23:52

    Kan semua susah dipersiapkan…
    Oerjalanan masih jauh…
    Harus kuat dong…
    Hahahahahaha….!!!

  6. Nur Mberok  16 July, 2019 at 23:37

    Opa yg ga punya capek. Toppp dah !

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.