Indonesia di Awal 2019 (8)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

Hallo…hallo…hallo…

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. di hari Rabu yang indah ini…

Okay, akhirnya dengan sangat berat hati, Dj. sudah harus meninggalkan Malang. Agar lebih mujur lagi dan tidak selalu Malang… Hahahahahahaha…!!! Walau Malang sangat berkesan, terutama kulinernya yang enak-enak, seperti di toko OEN…Dan semua yang telah Dj. ceritakan 2 minggu lalu…

Okay…Okay…Setelah semua siap…Lha wong hanya 2 ransel saja kok bilang semua…(Dj. mulai ngacau…). Biarin saja to…ransel, juga ransel Dj ini… Hahahahahaha…!!! Setelah pamitan dengan keluarga keponakan, maka Dj diantar oleh keponakan ke stasiun Balapan… Sorry…!!! Kok jadi stasiun Balapan…Itu ada kenangannya sendiri, tapi sabar ya.. Hahahahaha…!!!
Diantar ke stasiun dan dibelikan tiket KA, kurang apa lagi to, punya keponakan yang sangat baik hati… Setelah tiket diperiksa penjaga, maka Dj. boleh masuk dan hanya menunggu beberapa menit dan sudah bisa on board…

Dj. pun meninggalkan Malang…

Sedikit penasaran dan Dj. sering melihat keluar jendela, ingin tahu, sudah sampai di mana… Sampai di kota apa dan dimana, mana Dj. tahu…

Wlingi…Wlingi…??? Di mana itu…??? mbuh ah…Hahahahahaha…!!!

Maklum orang kampoeng, baru kali ini naik KA dari Malang ke Kediri…
Untung keponakan, bawakan sangu pisang goreng, jadi lumayan buat ganjel perut…Hahahahaha…!!!

Kok sampai Blitar juga…kan Dj. mau ke Kediri…Dasar…!!! Sebenarnya ingin turun, tapi keretanya tidak berhenti, emang Dj. suruh loncat… Hahahahaha…!!!

Lalu apa tujuan Dj. ke Kediri…??? Ceritanya agak panjang…tapi Dj. coba untuk menyingkatkannya…Tengok pacar…??? Bukan lah, memang yang ingin Dj. tengok adalah seorang wanita dan benar juga Dj. pernah punya pacar asal Kediri… Lho kok malah pada senyum-senyum sendiri…Ini jujur lho…Hahahahahahaha…!!!

Emang hanya anda saja yang boleh punya pacar di Kediri…??? Hahahahahahaha…!!! Ya jelas cantik dong, kok aneh pertanyaannya, mana ada wanita yang tidak cantik…!!! Dan pacar-pacar Dj. selalu cantik dan cantik sekali…Hahahahahaha…!!!

Okay…okay…okay…Maaaaf ya, yang merasa pacar Dj dari Kediri…Saaat ini Dj akan cerita yang lain dan bukan soal pacar…

Satu saat Dj. baca satu cerita di FB tentang seorang wanita yang cacat dan tidak bisa berdiri, apalagi berjalan. Dia tinggal di tengah hutan, mana sendirian di gubuk yang sudah sangat tua dan rapuh. Pekerjaannya sehari-hari hanya membuat sapu lidi dan dengan susah payah dia berjuang mempertahankan hidup sehari sehari-harinya…Dia tidak bisa berjalan seperti kita yang normal, dia hanya ngesot di tanah…Haaaaach…tidak tahu apa itu ngesot…??? Tanya saja ke yu Lani…Hahahahaha…!!!

Dj. membaca cerita ini, Dj. benar-benar merinding dan mengeluarkan air mata, mengingat keadaan Dj sendiri saat kecil juga tidak bisa jalan sampai umur 6 tahun, seperti anak-anak pada umumnya. Dari mas Arif Witanto yang membawakan kabar cerita ini di FB, langsung Dj. nekat untuk menghubunginya. Puji TUHAN…!!! Dj. diterima dengan baik dan Dj. membuat komitmen akan mencarinya dan ingin menolong apa yang bisa Dj. tolong.

Nama wanita ini adalah “TUMI“, mungkin ada dari anda yang juga pernah membacanya…Dan Dj. segera minta ijin ke Susi untuk backpacker selama 3 bulan ke Indonesia…Inilah tujuan Dj. yang pertama, mengapa Dj. awal tahun ini sangat ingin ke Indonesia, walau hanya sebagai backpacker dan sendirian.

Okay, akhirnya Dj. pun sampai di Kediri dan sudah dijemput oleh teman yang pernah sekolah di Jerman dan saat ini tinggal di Kediri.

Dj. langsung diajak makan siang di satu Rumah Makan dan dia masih bertanya, apa Dj. masih bisa makan makanan Indonesia… Jelas Dj. jawab, bisa lah, malah tanduk (nambah) Hahahahahahaha….!!!

Sayang kedatangan Dj di Kediri tidak cocok dengan waktunya, karena dia dan istrinya sedang sibuk akan buka toko. Walau demikian, dia sangat ramah dan menerima Dj. seperti seorang saudara…Namanya Robby Sumampow (orang Manado) dan dia menikah dengan gadis dari Kediri…

Dia sangat baik dan memberikan rumahnya untuk Dj. tempati…Hari itu cukup melelahkan dan puji syukur, Dj. bisa istirahat dengan baik. Pagi setelah sarapan, Dj. diantarnya ke kota Kediri untuk bertemu dengan mas Witanto dan kawan-kawannya. Rupanya cukup jauh, sekitar 1 jam dari rumahnnya. Dan setalah sampai, mas Witanto dan kawan-kawannya sudah menunggu kami. Kami pun segera dengan kendaraan menuju ke Tulung Agung dan disini Dj. baru tahu, rupanya tidak di Kediri.

Tahu demikian, kan Dj. dari Malang, bisa turun di Tulung Agung, tapi okay…
Sampai di Tulung Agung, kami masih dengan kendaraan menuju pantai selatan. Dan dari Tulung Agung, masih memerlukan waktu sekitar 1 jam lebih…Atas saran mas Arif dan kawan-kawan, kami membeli apa yang bisa TUMI perlukan. Sampailah kami di satu titik dimana mobil tidak bisa masuk dan kami harus jalan kaki.

Ya, kami harus jalan kaki di jalan setapak sekitar 40 menit atau mungkin lebih…

Akhirnya sampailah kami di gubuknya Tumi…

Dan inilah sosok Tumi yang lumpuh itu, nomor 2 dari kiri.

Dj. benar-benar puas bisa bertemu dengan Tumi dan kami banyak sekali bercakap-cakap dan dia pun banyak cerita tentang dirinya…Dari cara dia bicara, Dj. bisa melihat, dia adalah seorang yang kuat, tegar, untuk menghadapi kehidupannya. Dan ini salah satu kehidupannya, menampung air hujan untuk kebutuhannya setiap harinya…Selain bikin lidi dari daun kelapa, ungguh sangat memprihatinkan…

Dan ini lah hasil kerja keras Tumi, lidi yang oleh tengkulak dihargai hanya Rp. 5000,- Memang belum jadi sapu, tapi sebegitu banyaknya, hanya dihargai Rp. 5000,- (€ 0,30 Cent).

Hidup di hutan, tanpa air bersih, tanpa listrik dan hanya mengandalkan lidi dari daun kelapa…Tapi Tumi sangat kuat, walau fisiknya lemah. Dia berjuang untuk tetap hidup dan mas Witanto dan relawannya yang memberi perhatian ke Tumi. Dj. sempai bertanya…Apa yang Tumi inginkan (butuhkan) yang Dj. bisa bantu dia…

Dj. hampir tidak percaya saat mendengar dia menjawab, dia tidak minta uang, dia ingin memiliki lemari pakaian. Langsung Dj iyakan dan Dj. minta mas Witanto dan relawannya untuk mencarikan lemari untuk Tumi. Mas Witanto dan Super Heronya, sepakat dan akan mencarikan untuk Tumi, lemari.

Satu pengalaman yang sangat menyentuh hati Dj. tapi pikiran Dj. tidak bisa lepas untuk memikirkan Tumi dan kehidupannya setiap hari. Dj. berharap akan banyak tangan-tangan Kasih yang mau menolong Tumi dan juga semua yang senasib seperti Tumi.

Berat rasanya meninggalkan Tumi di hutan sendirian, tapi itulah kehidupannya yang dia harus lalui setiap harinya. Akhirnya kamipun harus meninggalkannya dan saat kami akan meninggalkan gubuk Tumi, masih ada wanita tua yang penasaran melihat kedatangan kami dan kamipun menyapa dan sedikit memberi hadiah.

Dia juga hidup sendirian di gubuknya. Dan tidak jauh dari situ kami bertemu dengan kakek tua yang juga hidup sendiri, hanya saja tidak cacat.

Puji TUHAN…!!! Dj. masih diberi kesempatan untuk melihat mereka, walau bantuan Dj. tidak seberapa, tapi Dj. merasa bahagia. Kami kembali ke mobil dengan melalui jalan setapak yang sama dan akhirnya…dengan kendaraan…Kami pun sampai di Tulung Agung lagi dan sudah malam, maka Dj. sarankan untuk mencari Rumah Makan. Tapi Dj. ingat bahwa besuk akan diajak teman untuk ikut ke Gereja.

Cukup bingung juga, karena Dj. tidak punya celana panjang…Maklum backpacker…hahahaha…!!! Untung teman-teman mau mengantar Dj. kesalah satu toko pakaian di Tulung Agung. Dan satu keanehan, di toko itu hanya ada 1 celana dan ukuran Dj. jadi paaaas…seolah disediakan untuk Dj…!!!

Kemudian kami menuju salah satu tempat, bukan Rumah Makan, tapi tempat lesehan di pinggir jalan dan disana masih bertemu dengan relawan yang lainnya…Satu pengalaman tersendiri, sungguh menyenangkan… Rame-rame makan lesehan bersama, terasa semakin nikmat…

Entah lapar atau memang enak, Dj. makan sampai habis tak tersisa… Hahahahahahaha…!!!

Okay, setelah makan, kami masih berbincang sampai larut malam.

Dj. bermaksud akan pesan GoCar, tapi mas Arif tidak mengijinkan dan dia ingin mengantar Dj. dengan naik sepeda motornya. Kami berdua naik sepeda motor dan perjalanan yang cukup jauh, sampai pantat Dj. terasa panas…Gringingen, sampai hampir tidak bisa turun dari sepeda motor… Hahahahahaha…!!!

Sedikit mencari-cari rumah teman Dj. dan akhirnya ketemu dan kami sampai di rumah teman Dj. Bila anda masih belum bosan, maka minggu depan, Dj. masih akan cerita di Kediri…

Terimakaksih Dj. untuk mas Arif dan semua sobat yang telah mengantar Dj. sampai bisa bertemu dengan Tumi. Semoga anda semua tetap sehat dan selalu di Berkati, untuk bisa membagikan berkat terhadap sesama yang membutuhkannya.

Dj. rasa banyak sudah yang Dj. ceritakan dan semoga tidak membosankan…
Siapa tahu dari pembaca ada hati untuk sesama dan ingin menghubungi mas Arif, bisa Dj. bagikan WA mas Arif.

Okay, terimkasih kepada anda semuanya yang telah memberikan perhatian untuk oret-oretan Dj. Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj.

Mohon maaf bila banyak kata yang tidak berkenan di hati. Semoga Berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kehidupan kita semuanya.

 

Salam manis dari Mainz
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

13 Comments to "Indonesia di Awal 2019 (8)"

  1. Dj. 813  24 July, 2019 at 13:36

    Hallo Lady Di…
    Terimakasih sdh mampir…
    Lha namanya juga Djoko, mosok tidak ibgat kalau orabg jawa…
    Hahahahahahaha….!!!
    Salam manis dari Mainz.

  2. Dj. 813  24 July, 2019 at 13:34

    Terimakasih yu sdh mampir.
    Maaaaf, bbrp haei tidak bisa buka Baltyra….

    Dj rasa dia punya saidara, tapi mungkin sangat jarang ditwngok. Karena tempat nya yabg kauh terpencil di hutan.
    Mungkin itu juga dulu nya rumah orang tuanya dan semua saudara sdh keluar jauh dari rumah.
    Di hutan itu Dj hanya lihat ada 3 gubuk yang 2 nya juga didiami oeang tua-tua…
    Salam.manis dari Mainz yu…

  3. Lady Di  23 July, 2019 at 11:51

    Sebagai org yg sdh meninggalkan negara Indonesia, Dj masih menulis ttg rakyat Indonesia, semoga sampai kapanpun tidak lupa dengan tanah lahirnya yg subur ini, walau Indonesia kalah makmur dan maju dibandingkan negara eropa..ditunggu tulisan2 selanjutnya, salam..Gbu..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.