Indonesia di Awal 2019 (10)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA YANG BERBAHAGIA….

Puji TUHAN…!!! Akhirnya Dj. dari Kediri dan sampai di Solo juga…Tapi sayang di stasiun Balapan Solo, tidak ada yang menunggu (menjemput) Dj. lagi.

Seperti yang sudah Dj. sedikit ceritakan di akhir oret-oretan minggu lalu, setelah sampai di stasiun Balapan kota Solo, dengan menggunakan GoCar, maka sampailah Dj. di hotel yang Susi pesan dari booking.com. Tapi sayangnya, tidak ada bell-boy yang datang menolong Dj. untuk membawakan ransel Dj. ransel Dj. masih tergeletak di anak tangga di depan hotel. Karena, kalau Dj. bawa masuk, takut diusir keluar, dipikir ini orang salah masuk…malu kan…Di stasiun tidak ada yang jemput dan di hotel diacuhkan…NASIIIIB…!!! Hahahahahahaha…!!!

Nah ya, daripada diskusi dengan bell-boy, maka Dj. memilih masuk dan ransel Dj. tetap ada di luar…Setelah check in dan ini juga mereka memandang Dj. dengan sebelah mata, Dj. pikir terserah deh… Hahahahaha…!!! Dan kemudian salah satu Front Officenya bertanya.
Bapak tidak ada bawa barang…??? Dj. jawab, ada tapi masih ada di anak tangga di luar (jelas Dj. tidak bilang kalau barang Dj. ransel…). Kemudian mereka memanggil bell-boy untuk membawakan barang Dj. dan mengantar Dj. ke kamar.

Okay… Ini hotel cukup serem, semua Interiornya barang antik, nuansa Jawa banget…Banyak foto yang Dj. ambil, tapi mohon maaaf.. Dj. tidak pamerkan semuanya, karena terlalu banyak, kasihan Baltyra akan kewalahan… Ya…kira-kira seperti ini, seperti di museum…kelihatan angker…juga lampu yang remang-remang. Hahahahahahaha…!!!

Saat menuju ke kamar, juga di mana-mana barang antik… Bahkan di depan kamar masih ada Dj. lihat lemari kecil dengan gunungan dan mainan dakon… Di mana-mana, di semua gang, selalu ada barang sebagai dekorasi…

Dan ini kamar Dj. nomor 718 atau di tingkat 7.

Masuk kamar, Dj. masih celingukan, apa saja yang ada di dalam kamar, maklum seperti rusa masuk kamar. Hahahahahahahaha…!!! Lihat dulu, kamar mandinya, apa semua bersih dan okay…???

Di WC pun masih ada wayang dari kulit…dan semua bersih…hebat sekali…!!! Fa Ve hotel ketinggalan jauh…. Hahahahahaha…!!!

Dalam kamar sendiri, bagaimana…? Tempat tidur, okay…, tidak ada kutu lompat…Hahahahahaha…!!!

Lemari pakaian…??? Juga okay, malah ada meja untuk setrika…Dan ada juga 2 Kimono dari batik, sayang saat Dj. coba, dua-duanya kekecilan… Bahkan sandalpun kekecilan…Kacau sekali… Hahahahahaha…!!!

TV okay…Meja tulis okay… Tempat masak air juga ada…kalau malam ingin minum teh, tinggal masak air saja.

Ooooo…ya, nama hotel ini, “THE ROYAL SURAKARTA HERITAGE“. Siapa tahu banyak dari anda yang ingin menginap di sana, mahal juga tidak, tapi namanya cukup keren.

Setelah sedikit istirahat, mandi dan siap akan keluar, baru Dj. ingat teman Dj. masih ada di dalam ransel…Waduuuuh…maaaf sobat…, banyak yang Dj. lihat, sampai Dj. melupakanmu. Segera Dj. keluarkan dari ransel dan Dj. tempatkan di belakang jendela, agar dia juga bisa menikmati pemandangan di luar jendela. Dapat sinar matahari, agar tetap segar…Nah inilah teman yang setia menemani Dj. ke mana-mana…Ya lah, BONSAI, tanpa dia, Dj. akan lebih kesepian…Hahahaha…!!!

Ini bonsai yang paling setia menemani Dj. tidak pernah mengeluh dan tidak menuntut apa-apa, kecuali air setiap banngun pagi…Hahahahahaha…!!! Ini bonsai kemuning super micro (Muraya atau Orange Jasmine). Okay, setelah cukup istirahat, maka Dj. memesan Gocar untuk cari makan malam. Maklum tidak kenal kota Solo, maka Dj. minta saran sopir Gocar dan Dj. dibawa ke satu Food Local.

Puji TUHAN…!!! Sedikit rame dan banyak orang yang jualan makanan di sana… Dan setelah melihat-lihat, jalan kiri kanan, banyak pemilik yang menawarkan makanannya. Malah jadi bingung sendiri, karena terlalu banyak pilihan…Hahahahahahaha…!!!

Tapi Dj. nekat memilih makanan yang tidak Dj. kenal sebelumnya…
Namanya Sop Tengkleng atau apa, untung Dj. minta agar sopir Gocar mau ikut makan…

Waaaaaaw…!!! Benar-benar enak sekali… Setelah itu, ingin coba wedang ronde, untuk mengingat saat masih kecil, tetangga kami punya warung wedang ronde. Hanya sayang sekali, rasanya tidak seperti apa yang Dj. bayangkan, bahkan sangat jauh berbeda…

Okay… Malam itu Dj. merasa puas dan hanya ingin istirahat. Tapi seperti biasa, sebelum istirahat malam dan di Mainz masih sore, jadi kalau tidak Dj. ya Susi yang call. Kebiasaan kami setiap malam di Indonesia atau sore di Mainz, atau sebaliknya, Pagi di Indonesia, malam di Mainz. Setiap hari 2X video call, jadi Susi dan anak-anakpun bisa melihat dimana Dj. berada…

Okay, agar tidak membosankan, maka Dj. akhiri cerita minggu ini dan jelas akan Dj. ceritakan lagi di minggu depan. Dimana Dj. sangat beruntung, bisa bertemu dengan mas Handoko, juga mas Anung di Solo.

Terimakasih untuk perhatian anda semuanya…Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj

Mohon maaf, bila banyak salah kata atau salah ketik……Semoga Berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kita semuanya…

 

Salam manis dari Mainz
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

22 Comments to "Indonesia di Awal 2019 (10)"

  1. Dj. 813  20 August, 2019 at 22:04

    Benar mas Bagong, itupun Dj tanya supir GoCar…
    Saat datang di Solo, meriang dan tidak tahu akan kemana.
    Hanya ing7n 8stirahat di hotel…
    Hahahahaha…!!!
    Salam,

  2. Bagong Julianto  19 August, 2019 at 22:51

    KangMas Dj,

    Tengkleng memang khas Solo, juga timlo….
    Sekali-kali blusukan ke Pasar Gedhe nyoba pecel saren dan cenil, juga godril….hehehe

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.