BALTYRA 10 TAHUN

Dewi Aichi – Brazil

 

Selamat datang Agustus. Itu artinya BALTYRA memasuki usia untuk yang ke-10. Usia yang sangat membanggakan bagi media online di tengah maraknya media-media online lainnya yang semakin menarik.

“ketika kau
berjalan cepat 
menemuiku
rok setengah kakimu
bergerak ke kanan kiri
seperti ekor burung sikatan
yang meloncat dari dahan
ke dahan

dan aku terpana
kepada mata bulat beningmu
yang lurus mesra menatapku

kau masihlah gadis suci itu
dalam benak dan pikiranku
selamanya” – Leo Sastrawijaya (Gadis Itu)

Mengikuti perjalanan BALTYRA dari awal hingga saat ini, tidak bisa dibantah bahwa BALTYRA merupakan media bagi warga negara Indonesia dari seluruh pelosok dunia. Kita tau bahwa setiap jengkal tanah di bumi ini selalu ada warga Indonesia.

Dari sini, mereka membawakan kabar dan cerita dari tempat di mana mereka berada. Ini sangat menarik, seakan membawa kita untuk sampai ke tempat mereka berada. Bukankah keadaan setiap orang itu berbeda? Tidak setiap orang bisa menginjakkan tanah bumi yang begitu luas ini. Maka dengan membaca berbagai cerita, pengalaman teman-teman dari seluruh dunia, kita bisa mengetahui banyak sekali hal. Ini sangat menambah wawasan bagi kita.

“Waktu terakhir sebelum langit kehilangan senja, pada angin yang kehilangan samudera.

Kutuliskan kata-demi kata, karena kata adalah rasa.

Dunia hanyalah sekumpulan kata-kata, sampai kutemukan angin yang bisa menghentikan liukan pohon cemara.

Di antara daun-daun yang berjatuhan, ada angin yang gaduh.

Ada senja yang tak pernah ingkar memberi indahnya.

Diamnya kian hari kian menawan.

Ia menunggu di sana, ingin bercumbu di atas awan dan berlatar samudera.

Lalu menembus cakrawala, terbang ke lembah nirwana”. – (Dewi Aichi)

Selain itu, satu per satu kita terkoneksi dengan banyak teman. Melalui BALTYRA berkumpul, menjadi satu keluarga di rumah yang sampai saat ini masih berwarna hijau. Saling kontak, saling janji untuk bertemu, selanjutnya menjadi sebuah interaksi yang melahirkan ide maupun gagasan, terlebih lagi jika bisa menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi manusia dan lingkungan.

“Sang debu menerima takdirnya sebagai benda yang tak berarti. Baginya itu lebih baik daripada menjadi pecahan kerikil yang menyakitkan” – (Rizky Dwinanto)

 

“Untukmu yang hadir pada sepenggal pagiku, aku ingin menjadi debu dengan segenap perasaanku padamu” – (Dewi Aichi)

Dari tahun ke-9 sampai tahun ke-10, beberapa penulis atau kontributor masuk ke BALTYRA. Seperti pak Alex Prabu, Rizky Dwinanto, Adriano, Putri Arifani, Hasan Basri, Ibu Ninik Atmodipo, Azmi Abubakar, Ibnu dan lainnya lagi. Cukup banyak juga dalam tahun ini.

Kontributor adalah bagian yang paling penting di BALTYRA. Sebab tanpa peran mereka, apalah artinya BALTYRA. Kosong. Maka, apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kontributor BALTYRA, juga kepada seluruh pengunjung rumah ini yang telah membaca konten BALTYRA yang cukup bervariasi. Special terima kasih juga untuk pak lurahnya BALTYRA, Aji Chen yang telah menghandle BALTYRA dari awal hingga saat ini. Pengabdian yang luar biasa untuk bisa mempertahankan BALTYRA hingga saat ini.

“aku mencari-cari wajah-Nya
ke setiap penjuru semesta
melangkah melewati abad
bertanya dan berbincang
dengan angin purba

hingga aku berpikir
bila mungkin saja wajah-Nya 
hanyalah ilusi khayali

sebelum kusadari bahwa wajah-Nya
pernah kutemui pada senyum lembut
wajah mesra
serta sepasang mataMu yang bercahaya
saat senja menua 
dan rembulan perlahan mati

ah, ma’afkan aku
menyadarinya jauuh
setelah kamu berlalu

itu berarti
harus ku arungi setidaknya sekali lagi
perjalanan panjang melintasi abad seperti ini. .” – (Leo Sastrawijaya-  WajahNya)

Harapan kita semua, semoga keberadaan BALTYRA semakin memberikan manfaatnya bagi semuanya. Selamat ulang tahun untuk yang ke-10 BALTYRA, Global Community Nusantara. Jadilah sebuah media yang menyejukkan, menyatukan, mendamaikan, menggembirakan, mencerdaskan.

“Aku menjemputmu ke hulu
Melaju di gelap malam 
Diantara pohon-pohon desa yang rimbun
Aku berdayung dihamparan hawa dingin
Memanggili masalalu yang timbul-tenggelam

Daun-daun kering melepas ke tanah
Musim demi musim datang silih berganti
Keadaan boleh berubah
Kenyataan singgah dan punah
Tetapi, diantara yang terkubur
Ia tidak pernah mati
Diantara yang bernisan-nisan
Ia bertahta di benak
Dalam megah istana yang berpagar onak” – (Faiz Hasiroto)

 

“subuh ini aku melihat lagi siluet sayap cintamu 
mengepak menyeberangi rembang fajar
nampak kian gemerlap ketika memecah menerobos embun
membuka lebar beranda pagi

engkau sepertinya mengingatkanku
akan sebuah janji kecilku dahulu
sebuah keteguhan membatu

yang telah melukai cemerlang sayap-sayapmu
telah pula meredupkan gairah pada sepasang matamu 
tetapi sayangku, 
janji tetaplah janji 
dan itulah janjiku !
kendati karenanya
maha cinta itu telah terenggutkan
maka siluet fajarmu kali ini 
mengingatkanku lagi
untuk tidak berhenti di sini
(bagaimanapaun situasinya)
tidak juga melekat pada sebuah kemapanan

tidak!

perjalanan pencarianku hanya akan usai 
bila semua titik kesadaranku telah mati

atau

bahwa aku telah menemukan sesuatu 
yang lebih kudus dari cintamu

(sebab bila tidak demikian,
maka bagaiman aku harus mempertanggung jawabkan semua
kepadamu
kepadaku
kepada Sang Maha Cinta?)

===Desember 2011, dengan beberapa perubahan “Siluet Fajar” – (Leo Sastrawijaya)

 

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

6 Comments to "BALTYRA 10 TAHUN"

  1. Bagong Julianto  19 August, 2019 at 22:42

    …semua karena cinta, walau lara kadang melanda….

  2. Nina  14 August, 2019 at 09:44

    Selamat ulang tahun!

  3. ariffani  3 August, 2019 at 02:49

    love love love,
    nemu Baltyra itu berasa nemu oase dipadang pasir.

  4. Linda Cheang  2 August, 2019 at 17:28

    Horeeee, Baltyra sudah 10 tahun. Ciamik!

  5. Hennie Oberst  2 August, 2019 at 13:08

    Selamat ulang tahun ke 10 Baltyra.

  6. James  2 August, 2019 at 10:42

    Selamat Ulang Tahun Baltyra, semoga sehat selalu dan panjang umur

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.