RUMAH PERJUMPAAN

Handoko Widagdo – Solo

 

Baltyra bagiku adalah rumah perjumpaan. Melalui Baltyra saya berjumpa dengan banyak sahabat yang mewarnai hidup saya. Para sahabat yang saya temui di Baltyra ini bahkan banyak yang saya belum bertemu muka dengan muka, pipi dengan pipi (kalau boleh cipika-cipiki).

Mula-mula saya berkawan dengan para sahabat yang sama-sama berhijrah dari KoKi. Pada umumnya mereka adalah orang-orang yang suka menulis, dan banyak yang berwajah manis. Mas Djoko Paisan yang selalu menyebut tulisannya sebagai Oret-oretan, Mas Janto yang senantiasa melengkapi tulisannya dengan foto-foto yang whaowww, Lembayung yang meminjam kisah di Angkringan untuk mengungkapkan gagasannya, Mbak Ade Mirza Hakim yang saya panggil “Cik Dhe” yang rajin melaporkan jalan-jalannya, Lani Kona yang selalu duduk di dingklik di dapurnya, Iwan Kamah profesor sejarah yang tulisannya tak bisa ditebak mau kemana, adalah contoh teman yang bersama saya ikut hijrah ke Balyra. (Tentu masih banyak lagi…, misalnya Buto Kudus, Sukabridge, Kembangnanas, Anoew yang bukan Anoa, Awwal Hajime yang lebih Jepang daripada Jepang, padahal Sunda… jadi silakan teman-teman Baltyrans melengkapinya)

Selain dari teman-teman lama di rumah lama, saat sedang berhijrah Baltyra juga mendapatkan banyak pengunjung baru. Wesiati yang seksi dan suka cerita ngeri tetapi geli, Mbak Ratna yang jarang menulis tapi rajin menyapa, Mbak Endah Sulwesi dan Mbak Endah Raharjo (Endah dan Endah…kalau penulis komik Tin Tin menggunakan tokoh wanita, pasti mereka akan memilih tokoh Endah dan Endahh untuk menggantikan tokoh Thomson dan Thompson) yang tulisannya sangat nyastra… Di era ini juga ada Bapak Awettua yang membagi pengalaman hidupnya yang kaya dan Om Popeye si Pelaut, yang suka bercerita tentang tempat-tempat yang disinggahinya.

Adik-adik yang datang kemudian pun memberi warna dalam jumpa saya di Rumah Baltyra. Ada Budi Christiana, Angela Kwee dan Prilli Suatan, tiga malaikat Baltyra “Baltyra Angels” yang gayanya tidak kalah dari “Charlie Angels. Ada Mbilung Sarawita, Mas Joko Prayitno dan Mas Dwi Setijo Widodo, E.A. Inakawa para ronin yang menulis dalam kesendiriannya. (Silakan teman-teman juga menambahkan sederet orang hebat dari generasi ini). Gaya menulis mereka sungguh berbeda. Ada yang menonjol pada pilihan kata, ada yang hebat dari tema cerita atau seperti Mas Joko Prayitno yang kuat dan hebat foto-fotonya.

Selain bercengkerama melalui wadah Baltyra yang maya, saya juga bisa bertemu dengan beberapa penghuninya. Ada yang hanya bertemu sekali, sesekali atau sering kali. Meski bertemu sekali atau sesekali, tetapi kesannya sungguh tersimpan dalam hati. Pertemuan dengan Mbak Dewi dan Mbak Tia Yuliantari yang senantiasa happy, Sekar yang suka menari adalah histori yang akan kubawa mati.

Tentu saja saya harus berterima kasih kepada Pak Lurah Josh Chen dan Bu Carik Dewi Murni. Kedua makhluk Tuhan ini diciptakan untuk merawat Baltyra. Mereka berdua sungguh mesra dalam mengasuh para penghuni asrama.

Baltyra memang dinamis. Saat dunia maya diwarnai isu politis, Baltyra juga ikut teriris. Beberapa dari kita sampai meringis, karena berita-berita yang sinis. Namun Baltyra tetap eksis meski sedikit amis. Pilihan politik boleh beda, tetapi sesama Baltyra kita tetap saudara. Bertegur sapa di luar sana tetap terlaksana.

Kesimpulan saya Rumah Baltyra adalah rumah yang kaya. Dari Baltyra saya mengenal dunia. Di Baltyra saya bersuka ria dan bertambah saudara.

Selamat ulang tahun Baltyra. Hari ini Dua Agustus. Mari kita merayakannya dengan gembira. Kisah gembira kita bawa, yang bikin hangus kita berangus. Bungkusssss…

 

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

10 Comments to "RUMAH PERJUMPAAN"

  1. Bagong Julianto  19 August, 2019 at 22:34

    Mas Handuk….

    Baltyra juga jadi Sanggar, Padepokan sekaligus Graha Wisata….hehehe

  2. Handoko Widagdo  3 August, 2019 at 17:30

    Waduh…aku dimarahi. Ampun-ampun. Jangan sampai jatah duren dan nasi campur hilang ya.

  3. Linda Cheang  2 August, 2019 at 17:28

    Orang yg banyak di belakang layar memang nggak akan kelihatan. Maka kalo nggak disebut, ya, udah nyadar, sih.

    Selamat ultah buat Baltyra dengan para ponggawanya.

    Selamat merayakan 10 tahun persaudaraan di rumah tanpa dinding ini buat Pak Handoko.

  4. [email protected]  2 August, 2019 at 13:00

    Saya gak d sebut… gitu nih… kenangan duren kita bersama hilang…

  5. Hennie Oberst  2 August, 2019 at 12:54

    Selamat ulang tahun Baltyra. Dari Baltyra juga kenal dan berjumpa mas Handoko. Dulu di Koki tak berinteraksi, walaupun beberapa kali menulis.

  6. Handoko Widagdo  2 August, 2019 at 12:15

    Betul Mbakyu Nunuk, Mbakyu adalah salah satu yang ikut hijrah

  7. Nur Mberok  2 August, 2019 at 12:06

    Selamat ulang tahun kita semua.

  8. Nu2k  2 August, 2019 at 11:20

    Dimas Handoko, aq ikutan hijrah lho dr Kokkie .. hi hi hii

  9. James  2 August, 2019 at 10:33

    HBD Baltyra

  10. Nu2k  2 August, 2019 at 10:31

    WEL GEFELICITEERD untuk Baltyra.
    SELAMAT untuk dimas JC en de hele TEAM v Baltyra. Semoga namanya tambah berjaya.

    Untuk dimas Handoko and the gang , jg hartelijk gefeliciteerd..
    Cium cium cium dr ujung barat dunia.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.