Indonesia di Awal 2019 (11)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

Hallo…anda semua di Baltyra…

Perkenankan Dj. melanjutkan cerita, minggu lalu…Ya…Dj. masih di Solo…

Pagi Dj. bangun dengan badan sedikit kurang sehat, namun Dj. paksakan, agar tidak tumbang… Dj. hanya berpikir, Dj. harus sehat, karena perjalanan masih cukup jauh… Dengan semangat yang Dj. paksakan, dari kamar, Dj. turun ke bawah menuju ruang sarapan. Di ruang sarapan, yang sangat besar bersih dan mewah, hanya saja kok sepi piiii… Tapi juga tenang, Dj. melihat banyaknya makanan, ingin makan, tapi tidak ada napsu…

Dj. memilih makanan ringan saja… Sop, agar bisa tambah tenaga…dan bubur sumsum… Ingat saat liburan bersama Susi di Bandung 2015, kami coba makan bubur sumsum, sangat enak.

Karena badan Dj. mulai terasa kurang enak, napsu makanpun berkurang, seperti akan kena flu…(nggregesi…)

Setelah sarapan, maka HP Dj. berdering dan di ujung sana, suara saudara Dj. yang tinggal di Almere, Belanda. Langsung dia tanya, mas Dj. aku dengar ada di Indonesia…saat ini ada dimana? Dj. jawab, sedang di Solo… Dia langsung…Di hotel apa, kami juga ada di Solo, nanti kami datang ke hotel ya… Benar saja dia datang bersama suaminya yang sedang menderita sakit kanker dan ingin untuk terakhir melihat Indonesia (Solo dan Jogya). Rupanya ingin bertemu dengan Dj. juga. Waduuuh… Dj sendiri kurang sehat, jadi kami hanya ngobrol di lobby saja.

Kasihan juga mas Nick yang terkena kanker, padahal beberapa tahun lalu masih kelihatan gagah sekali. Saat itu kelihatan lain, tapi Dj. juga tidak berani, mengomentari, hanya kata-kata yang positif yang bisa Dj. keluarkan. Oleh saudaranya mbak Intan, Dj. malah kena marah… Hahahahahaha…!!! Mas Dj., backpacker, kok di hotel bintang 5…??? Ke Bali atau tidak…??? Dj. jawab, ya…bahkan rencara 2 minggu di Bali.. Ayo, nanti di Bali, nginap saja di hotelku di Seminyak…. Walaaaaah…Dj. kok malah jadi sungkan, karena di Bali nanti 2 minggu, Susi sudah booking hotel untuk Dj.
Orang begitu baik, tapi Dj. malah pekewuuuh…!!! Mosok 2 minggu tinggal di hotel saudara, itu namanya tidak tahu diri…Hahahahahaha…!!! Walau maksudnya sangat baik, agar pengeluaran Dj. berkurang…Tapi…tetap saja tidak enak lah…

Setelah banyak ngobrol dan merekapun meninggalkan Dj. di hotel, sendirian lagi. Dj. paksakan sore hari memesan Gocar, untuk beli serabi Notosuman…(entah dimana itu, Dj. hanya tahu sangat terkenal). Sialnya, sudah sampai di tempat, Dj. baru tahu, kalau dompet Dj. ketinggalan di hotel, jadi terpaksa pulang ke hotel lagi. Ini dia kalau jalan sendirian dan tidak ada yang mengingatkan, mana badan kurang sehat… Jadi kacau semua…Hahahahahahaha…!!! Okay, akhirnya serabipun terbeli dan Dj. langsung kembali ke hotel lagi.

Saat makan, kok rasanya juga tidak seenak dulu…yang pernah Dj beli dan makan di Pasar Modern BSD. Waduuuuuh…siapa yang mau makan ini semua…??? Terpaksa Dj. buang ke tempat sampah…Maaaaf bukan kebiasaan Dj buang makanan, tapi daripada busuk di kamar,
malah bikin pusing kan…??? Badan semakin kurang enak, mulai demam, langsung Dj. telpon keponakan di Malang dan minta saran. Karena semakin kurang enak, maka Dj. telpon kebawah dan minta tolong dipanggilkan dokter. Hebat sekali…!!! Tidak sampai 30 menit maka dokter dan penolongnya, sudah tiba di depan kamar Dj. Setelah diperiksa dan akhirnya Dj. dapat suntikan vitamin, karena dia bilang, semua okay…Dj. hanya kecapaian…Dokter dan perawatnya masih muda-muda dan sangat ramah, serta cantik-cantik pula…Hahahahahahaha…!!! Saat Dj. minta foto bersama, untuk kenang-kenangan, ternyata mereka bersedia… Opa satu ini keinginannya macam-macam, tapi setelah dapat suntik, percaya atau tidak, kok badan Dj. terasa enak. Hahahahahahahahaha…!!!

Malam itu Dj. pakai istirahat di hotel dan minum obat saja… Mumpung di hotel bintang lima menikmati istirahat…Ini dia, istri yang baik, tahu kalau suaminya kurang enak badan, maka dipesankan hotel yang bagus, agar bisa istirahat dengan baik di Solo… Jangan lupa dimunum obatnya…!!! Hahahahahahaha…!!!

Puji TUHAN…!!! Keesokan paginya belum sehat 100%, tapi bisa sarapan seperti biasa…

Siang Dj. ingat ada satu restaurant yang cukup bagus, karena pernah diajak teman pendeta, makan di sana. Yaitu “DIAMOND RESTAURANT…“ Kali ini Dj. sendirian dan langsung memesan GoCar. Dan setelah sampai dan melihat menu, maka Dj. memilih…??? Linda tahu apa yang jadi kesukaan Dj.di Paris van Java di Bandung…Hahahahahaha…!!! Foto di bawah, ruang makan di Diamond Restaurant. Pesan peking duck dan sayur Brocolli masak bawang putih…e…Datang sayur dengan daging pula… Siapa mau makan…??? Hahahahahahaha…!!!

Sayang sekali, napsu makan belum kembali, jadi hanya makan beberapa sendok saja. Orang Jerman bilang, matanya lebih besar daripada perutnya… Hahahahahaha…!!! Malam tidak tahu mau kemana, jadi hanya ngobrol di video call dengan Susi dan anak-anak saja. Keesokan harinya, Dj. beranikan mengganggu mas Handoko untuk meminta pertolongan. Karena dari keponakan Dj dapat resep untuk beli obat di apotik.

Puji TUHAN…!!! Mas Handoko berdua datang dan kami malah diajak makan Gudeg Solo, yang katanya tidak terlalu manis. Di Restaurant “ADEM AYEM“, langganannya Presiden Soeharto (katanya). Matur nuwun mas Handoko berdua yang telah mengajak makan gudeg dan membelikan obat di apotik. Makanan Gudeg di Adem Ayem. Anehnya, foto bersama mas Handoko dan istri, Dj. cari kok tidak ketemu. Untung mas Handoko mau kirim foto kami berdua…

Puji TUHAN…!!! Sore harinya Dj. kedatangan saudara Pendeta yang tinggal di daerah Tawang Mangu…yang lama sudah Dj. cari. Ini saudara sangat istimewa, dia yang mencarikan sekolah Dj. di Bandung di tahun 1965, saat pindah dari Semarang. Dan dengan umur di atas 60 dia masih semangat sekolah untuk jadi Pendeta. Hebatnya, untuk pelayanannya, dia masih sering dari Tawang Mangu ke Surabaya naik sepeda motor. Walau umur sudah mencapai 75 tahun, tapi semangatnya seperti anak muda…

Esok harinya Dj. pun, masih dipertemukan dengan mas Anung… Bahkan masih sempat makan Gudeg bersama mas Anung, juga di Adem Ayem…

Senang sekali, bisa bersua dengan mas Anung, karena pertemuan pertama kali di Jakarta tahun 2010 lalu. Hahahahahaha…!!!

Terimakasih mas Anung yang mau menengok Dj. di hotel. Sungguh sangat menyenangkan, mas Handoko berdua dan mas Anung mau meluangkan waktunya untuk bertemu dengan Dj. Okay…. Banyak sudah yang Dj. ceritakan, semoga tidak membosankan…

Maaaaaf…, bila banyak kata-kata yang tidak berkenan. Minggu depan, akan Dj. lanjutkan oret-oretan Dj., dengan cerita ke Jogya dan pengalaman di Jogya. Dimana Dj. harus ke Klinik untuk ambil darah, karena saran dari keponakan yang di Malang. Ya…Dj. harus ke Klinik PRODIA, untuk ambil darah, karena dikuatirkan ada yang tidak beres…

Silahkan tengok oret-oretan Dj. minggu depan dari Solo ke Jogya…

Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang setia, menayangkan oret-oretan Dj. Terimakasih kepada anda semua yang selalu menanti oret-oretan Dj.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kehidupan kita setiap hari.

 

Salam manis dari Mainz
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

13 Comments to "Indonesia di Awal 2019 (11)"

  1. Linda Cheang  9 August, 2019 at 10:35

    Oom Dj, ternyata tetap carinya bebek panggang. Hahaha

  2. Dj. 813  8 August, 2019 at 11:20

    Hallo James….
    Terimakasih, sudah mampir….
    Setelah disuntik, benar jadibsegar…
    Tapi besuk nya kumat lagi…
    Seharud nya ditemani mereka agar tidak kambuh lagi…
    Hahahahahaha. ..!!!
    Dalam.Sejahtera dari Mainz…

  3. James  8 August, 2019 at 09:32

    sepaham dengan Cornelia tuh, pantesan suntikan vitaminnya tokcer banget karena Dokternya dan Jururawatnya cantik seolah suntikannya dapat buster jadi berlipat keampuhannya

  4. Dj. 813  7 August, 2019 at 21:13

    Dimas Handoko…
    Matur Nuwun, sudah mampir….
    Jujur Dj sulit membedakan.
    Hanya karena Dj tidak suka yabg manis-manis dan Susi juga todak doyan.
    Jadi kami hampir tifak pernah makan gudeg.
    Tapi Dj bisa makan apa saja….
    Tidak asa pantangan…
    Dj hanya rasakan itu gudeg sangat enak dan cocok dilidah Dj..
    Salam.manos utk keluarga di Rumah

  5. Handoko Widagdo  7 August, 2019 at 20:47

    Semoga gudeg dan ayam goreng kremes kesukaan Pak Harto sesuai dengan selera Kangmas Djoko.

  6. Dj. 813  7 August, 2019 at 20:09

    Hallo Cory..tarimakasih mi, sudah mampir…
    Benar, itu kata dokternya, Dj hanya kecapaian, karena yang laun, semianya baik adanya…
    Mungkin juga dari Tulung Agung ke Kediri tengah malam , dibonceng sepeda motot tanpa Jacket.
    Jadi sedikit masuk angin…

    Itu yabg di bungkus daun pisang, itulah Serabi nya dan bukannteman nya… Hahahahahaha….!!!
    Hanya sayabg tidak ada yabg kemakan….
    Dalam.manis dari Mainz.

  7. Dj. 813  7 August, 2019 at 20:04

    Bung Budi . . M
    Terimakasih, sudah mampir…..
    TUHAN MEMBERKATI….!!!

  8. Dj. 813  7 August, 2019 at 20:03

    Terimakasih Baltyra…
    ßudah menayabgkan oret-oretan Dj.
    Tadi sempat kaget, karena fotonyavtidak ada yabg muncul.
    Puji TUHAN…!!!
    Sore ini, Dj buka lagi dan foto-fotonya, sudah muncul…
    KAMSIAAAAA . . . ! ! !

  9. Cornelia Tairas  7 August, 2019 at 19:51

    Waduh yg jalannya panjang baru sampai Solo kena flu, kecapaian yaa… Tapi kelihatannya setelah disuntik langsung cerah tuu apa lagi perawatnya cantik2. Hehehe
    Temannya kue sarabi apa namanya ? Yang dibungkus daun pisang ?

  10. Budi Margomuljo  7 August, 2019 at 19:02

    Comment #1

    Hallo Oom DJ, terima kasih untuk tulisan dan foto-foto makanannya…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.