Indonesia di Awal 2019 (15)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO…HALLO…HALLO…

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. di hari Rabu yang indah ini…
Semoga anda semua ada dalam keadaan sehat walafiat…!!! Mohon maaaaf, bila kali ini, foto-foto yang akan Dj. pamerkan hanya sedikit.

Mengingat entah berapa ribu foto yang Dj. ambil dengan HP saat 3 bulan di Indonesia, tapi satu saat, karena salah klik, maka album foto di HP jadi berantakan (kacau). Olehnya Dj. sudah berusaha untuk mengingat-ingat foto-foto di setiap kota…Kacaukan…? Hahahaha…!!!

Maklum sudah sepuh dan sendirian dalam perjalanan, jadi harus mengingat setiap kejadian…Olehnya, mohon maaf, bila ada cerita yang sedikit menyimpang, atau foto yang tidak bisa Dj. tayangkan… Tapi…

Seperti janji Dj. akan sedikit cerita, Dj. ditraktir olehnyai Mberook makan siang, entah dimana…Hahahahahahahahaha…!!!

Okay, satu hari HP Dj. berdering dan dari suaranya, Dj. kenal, yaitu nyai Mberok alias Mei…Kangmas…begitu si nyai selalu memanggil Dj. Kita makan siang bersama yuuuk…!!! Dj. jawab…Hayuuuk lah, tapi kebetulan Dj. ada di rumah kakak, jadi mereka juga mau ikut juga. Saat itu, Dj. belum tahu kalau akan ditraktir, jadi Dj. berani ajak kakak dan keponakan.
Si Mei…Jemput aku ya Kang…???

Okay, kebetulan teman Dj. bawa mobil dan setelah janjian, maka kami berangkat, mencari Mei di dekat pasar Jatingaleh. Setelah sampai Dj. telpon, Mei…kami sudah sampai di Pasar Jatingaleh…kamu dimana…???
Dia jawab, aku juga… Waduuuuh, saling mencari…Kakang pakai mobil apa…!!! Setelah Dj. jelaskan dan masih juga tidak ketemu…

Tapi karena kesabaran teman yang punya mobil, akhirnya, Mei telpon lagi…
Okay kakang aku sudah lihat…!!! Hahahahahaha…!!! Akhirnya kami ke tempat tujuan dan tempat yang bersih dan sangat okay…Kamipun memesan makanan yang sedikit lain…dan sangat lezaaaat…!!! Ada kerang kesukaan Dj. kalau tidak salah, namanya Schripping atau entah apa… Hahahahahaha…!!!

Hanya saja, kalau makan sambal dengan pete, jadi ingat istri yang jauh di Mainz…Karena ini kesukaannya.

Waduuuuh…perut kenyang sekali, rasanya ingin jalan kaki beberapa Km. agar makanan turun…Saaat Dj. memanggil pelayan dan dia datang, Dj. menanyakan Bill, si Mei dengar dan langsung berkata…Sudah kakang, sudah okay…Di sini Dj. baru tahu kalau di traktir Mei…Saatnya harus meninggalkan rumah makan dan kami sempatkan untuk foto bersama…

Anda tahu kan, yang mana si Mei…, yang selalu nempel sama Dj. Hahahahahahaha…!!!

Setelah mengantar Mei dan kaka Dj. pulang, kami masih ingin jalan-jalan ke Mal sedikit relax, duduk-dudk di Starbucks Coffee. Belum lama duduk, telpon berdering, teman SR (Sekolah Rakyat) awal tahun 60 ingin bertemu di hotel dan jelas Dj. langsung menuju hotel. Benar saja, dia dan istrinya sudah menunggu di hotel lobby. Puji TUHAN…!!!

Setelah sekitar 60 tahun tidak ketemu, akhirnya bisa bertatap muka, dalam keadaan yang sangat menyenangkan. Hanya saja, karena terlalu lama, jadi ingatan Dj. menjadi lain. Dulu semasih kanak-kanak, Dj. lihat dia lebih tinggi dan putih dibanding Dj. yang keling dan kunyel…Hahahahaha…!!!
Kok sekarang Dj. lebih tinggi…???

Okay, Dj. langung ajak mereka ke hotel restoran untuk makan dan ngobrol masa lalu…Rupanya dia kurang pas dan belum lama kami duduk, dia malah minta kami pergi cari durian saja…Dia bertanya ke Dj., kamu masih bisa makkan duren kan…??? Ya demikianlah, orang Semarang menyebut Duren untuk durian. Jelas Dj, iya kan dan bahkan sangat setuju dan dia pun, kelihatan happy…

Okay, Dj. pikir memang sudah lama tidak makan durian…Akhirnya kami keluar dari hotel dan mencari durian…Durian.. dimana engkau… Hahahahaha…!!! Walau saat itu, kami diguyur hujan lagi, tapi demi durian, kami harus sampai…Ternyata dia tahu, kalau ada Pasar Durian di Semarang, HALELUYA…!!!

Setelah puas makan durian di tempat, sambil kehujanan, kami puas dan Dj. diantar kembali ke hotel. Jelas, sepatu Dj. kembali basah dan lebih bau lagi…Kacau…kacauu…!!! Sepatu harus diamankan dikamar mandi, agar tidak mengganggu pernapasan saat tidur…Hahahahahahaha…!!!
Puji TUHAN…!!! Tiidur nyenyak dan besuk paginya, sarapan dengan pecel, sedikit nekat, karena Dj. pikir, ini perut sudah harus beradaptasi.

Teman Dj. hari itu jemput Dj. untuk napak tilas di Sekolah Rakyat kami di Kampoeng…Kami sampai di sana, juga diguyur hujan…lagi, hujan lagi…Hahahahahah…!!!

Tapi sungguh menyenangkan, masih bisa melihat tempat dimana Dj. dulu belajar, bahkan bangku dan meja yang jadi satu, masih digunakan…(opo tumon…???) setelah 60 tahun masih ada itu bangku, kok ya teganya…

Kelas kelas yang menjadi saksi, dimana Dj. dulu belajar…Kami sedikit bernostalgia, melihat kampung dimana kami dulu sering bermain…

Okay…

Hari itu sudah cukup lelah dengan blusukan di kampoeng, tapi teman Dj. yang lain ingin mengajak Dj. ke Foodstreet di Semarang. Akhirnya, malam itu, kamipun ke sana…kalau tiidak salah, namanya SEMAWIS… Hahahahaha…!!! Ngarang…). Saat kami sampai sudah ada orang lalu lalang, tapi belum begitu rame.

Semakin malam, maka akan semakin rame…banyak manusia, tapi juga tidak kalah, banyaknya pedagang yang aneh-aneh…Dan kelihatannya enak-enak…

Ada juga durian…

Sangat buanyaaak pilihan yang membikin Dj. bingung, mau makan apa…??? Terlalu banyak sekali pilihan…Belum habis Dj. berpikir, pandangan Dj. ke arah seorang penjual makanan yang sedang menyajikan makanan dengan tangan…Haaaaaaach…???!!!

HAAAAACH….!!! Semua makanan dia ambil pakai jari-jari tanpa sarung tangan, atau setidaknya pakai sendok…(Gila…!!!). Hilang sudah selera Dj. untuk membeli makanan di sana…Teman Dj. bilang, justru iku sing enak…sambil tertawa.. Hahahahahahaaha…!!! Yo mmmmmmoooooh…!!! siapa tahu, jarinya bekas untuk ngupil…jijik kan…!!! Puji TUHAN…!!!

Dj. lihat ada satu restoran yang buka dan kami masuk ke sana. Ternyata malah spesial BaiKut…Horeeeeee…Kata Linda…!!! Hahahahahahaha…!!!
Akhirnya, kami makan BaiKut (Iga B2) dengan sayur asin, dah kenyang, tidak usah membayangkan jari-jari itu ibu…

Satu kejadian yang aneh…Saat jalan-jalan di Food Street, begitu banyaknya manusia, kok ya Dj. disapa oleh seorang anak muda, yang Dj. tidak kenal.
Dia memperkenalkan diri, sebagai wartawan “Jawa Pos “. Aneh tapinyata, Dj. tanya, mengapa Dj. yang disapa, kan begitu banyak manusia di sini…

Dia senyum dan berkata, saya lihat, bapak sedikit lain, apakah bapak baru pertama kali di sini. Dj. iya kan dan kami ngobrol sekitar 20 menit, entah apa saja yang dia tulis, tapi akhirnya Dj. harus pamit untuk meninggalkannya.

Malam, sebelum istirahat, Dj. masih melamun di tempat tidur, akan apa saja yang Dj. alami, hari itu. Dan belum sempat memejamkan mata, Dj. dikagetkan dengan suara HP yang berdering. Sambil ngedumel…??? Dj. pikir ini orang gila, malam begini, berani menelpon. Di Jerman, setelah jam 21 malam, tidak ada orang yang mengganggu orang lain dengan telpon.
Dj. baru sadar, ini Indonesia bung…Hahahahahahaha…!!!

Di seberang sana, terdengar suara keponakan Dj. yang di Surabaya…
Oom…Katanya ingin lihat rumah di Jember…??? Jadi atau tidak…???, lusa saya kembali ke Surabaya…Kalau jadi, sekalian saya siapkan tiket Kereta Apinya. Gila nih, harus ke Surabaya lagi. Okay, esok paginya Dj. telpon teman Dj. minta tolong dicarikan ticket Kereta Api, untuk ke Surabaya…

Puji TUHAN…!!!

Teman Dj. ini sangat baik hati dan dia segera mendapatkan tiket Kereta Api untuk Dj.

Dan jelas, teman Dj. juga yang antar Dj. ke Stasiun Tawang (di Semarang) dengan mobilnya. Masih ada sedikit waktu, menunggu Kereta Apinya datang, bisa ngemil Wingko Babat dan minum teh hangat di dalam Stasiun.
Ransel Dj., Dj. letakkan di atas ubin dan tidak ada orang yang acuh…Kalau di Mainz, ada ransel tanpa tuan, bisa bikin geger…pastii mereka menyangka ada BOOM…Hahahahahaha…!!!

Akhirnya Dj. meninggalkan kota Semarang dan menuju ke Surabaya… Puas deh naik Kereta Api kiri kanan dan memang ini yang sudah lama Dj. impikan untuk mengingat Alm. ayah yang dulu saat Dj. kecil sering diajak naik Kereta Api.

Okay…

Apa yang terjadi di Surabaya, apakah Dj. jadi ke Jember…??? Silahkan tengok oret-oretan Dj. minggu depan, Dj. jamin anda pasti akan lebih banyak tertawa lagi…Hahahahahahaha…!!!

Sampai bertemu mninggu depan dan mohon maaf, bila banyak salah kata atau yang lainnya.

Terimakasih untuk waktu yang sudah anda luangkan untuk membaca oret-oretan Dj.

Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu baik hati dan selalu menayangkan oret-oretan Dj.

Kiranya Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semuanya…!!!

 

Salam manis dari Mainz
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

21 Comments to "Indonesia di Awal 2019 (15)"

  1. Dj. 813  19 September, 2019 at 00:35

    Hallo Sierli. .
    Terimakasih sudah manpir..mantul mantul… Hahahahaha……!!!!
    Salam.manis dari Mainz, untuk keliarga dirumah…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.