Peduli Sampah Plastik

Tiara Cantika feat Joko Prayitno

 

Di pagi hari, saat itu pukul 05.20, Haru sedang berolahraga di sekitar rumahnya. Ia melihat banyak sekali sampah betebaran di pinggir jalan.

            “Ya ampun, kenapa banyak sekali sampah ya?” ucapnya. “Apakah sekarang tempat tinggalku menjadi pemukiman sampah?” ujarnya sambil mengeluh.

Ia melihat banyak sampah plastik yang menumpuk di pemukiman sekitar.  Bukan hanya disekitar pemukiman saja,  namun di sungai pun juga banyak sampah dan menyebabkan sungai berbau busuk.

Setiap harinya di tempat tinggal Haru, populasi sampah semakin meningkat, jumlah sampah yang paling banyak adalah sampah plastik. Dia ingin membersihkan semua sampah itu, namun dia tidak mungkin membersihkannya seorang sendiri. Hari sudah hampir menjelang siang, Haru pulang dan mandi, kini badannya segar kembali. Dia mengambil handphone miliknya lalu menchat teman-temannya. Kebetulan hari libur, jadi Haru memiliki banyak waktu luang hari ini.

            “Teman-teman, nanti sore ketemuan di rumahku pukul 15.00 ya!” tulisnya di grup WA.

            “Ada apa nih?” tanya salah satu teman Haru.

            “Aku ingin mengajak kalian rapat tentang masalah sampah dilingkungan perumahan kita.” balasnya.

            “Buat apa? Bukankah setiap seminggu sekali juga bapak-bapak sudah membersihkan lingkungan dan bekerja bakti?” balas teman Haru.

            “Justru itu, kita juga harus peduli pada lingkungan sekitar kita, jangan mengandalkan bapak-bapak yang lain!” balas Haru di grup WA.

“Tapi Haru ada benarnya juga, sampah di perumahan kita banyak sekali meski sudah dibersihkan.”

“Ini semua karena ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sehingga membuat sampah di pemukiman kita menjadi semakin memumpuk banyak.”

            “Baiklah, tetapi kita akan mulai dari mana?” ujar teman Haru di grup WA.

            “Nanti kita rapatkan saja di rumahku ya, dan mempelajari lebih lanjut!” balas Haru.         

“Baiklah,” jawab teman-teman Haru, mereka merespon dengan positive. Haru sangat senang teman-temannya setuju.

Sekarang pukul 14.00 teman-teman yang diundang Haru datang dan segera mereka memulai rapatnya.

Setelah teman-temannya berkumpul, Haru menjelaskan secara detail maksud berkumpulnya mereka. Setelah sudah jelas, Haru meminta teman-temannya untuk mencari fakta-fakta tentang sampah, baik yang terbaru atau bahkan terlama. Beberapa waktu berlalu, akhirnya mereka selesai mencari.

            Mereka sudah mengumpulkan fakta tentang sampah plastik. Berdasarkan data yang mereka kumpulkan,  ada 150 juta ton sampah di lautan. Pada 2016 lalu world economic forum melangsir bahwa jumlah sampah plastik yang ada bertambah menjadi 8 juta ton lagi setiap tahunnya. Bayangkan, ketika plastik yang lalu belum habis terurai, sudah datang lagi sampah baru.

“Wah, ternyata jumlah sampah plastik banyak sekali ya.” Ujar salah satu teman Haru yang bernama Fuko.

“Makannya kita harus mengumpulkan sampah plastik agar populasinya tidak meningkat!” kata Haru dengan tersenyum, bak guru yang mengajar muridnya.

“Baiklah Haru.” ujar Fuko dan Aisyah bersamaan.

Haru dan teman-temannya langsung menuju lokasi di mana banyak sampah-sampah dibuang sembarangan.

“Kenapa sampahnya semakin bertambah ya?” ujar Aisyah.

“Karena bertambahnya populasi manusia. Maka semakin banyak juga kebutuhan yang manusia butuhkan.”

“Iya, kenapa kita tidak langsung membersihkannya saja semua sampah ini Haru?” tanya Fuko.

Mereka mulai mengumpulkan sampah plastik. Haru menjelaskan bahwa sampah plastik naik menjadi 8 ton lebih banyak dari tahun kemarin, dan terus menerus menumpuk.

“Kita harus peduli pada sampah plastik, karena sampah plastik menyebabkan dampak yang buruk bagi negara kita, terutama Indonesia yang menyumbang sampah plastik ke 2. Kita semua harus peduli sampah plastik, karena sampah plastik hanya bisa terurai setelah 10 hingga 15 tahun.” ujar Haru menjelaskan pada Fuko dan Aisyah.

“Benar.” ujar Fuko. Tiba-tiba tercium bau menyengat dan tak sedap dari sungai. Yang ternyata banyak orang yang membuang sampah plastik di sungai tersebut, mereka bertiga melihat ada petugas kebersihan yang membersihkan sampah plastik dan mengumpulkannya, mereka bertiga turun ke bawah dan membantu para petugas kebersihan tersebut. Dan ketika mereka selesai membantu di sungai, mereka segera mengumpulkan sampah plastik lagi.

“Ya ampun, sepertinya kita sudah harus mulai membersihkan sampah-sampah yang ada di perumahan kita Haru?” ujar Fuko kepada Haru dengan nada mengeluh.

“Sepertinya begitu Fuko.” ucap Haru kepada Fuko dengan penuh semangat.

Tak terasa hari sudah mulai sore, dan mereka menyelesaikan membersihkan sampah-sampah. Sampah-sampah tersebut mereka kumpulkan dan bawa ke tempat pembuangan sampah.

***

Keesokan paginya, mereka bangun lebih awal agar  mereka bisa memulai aktivitas lebih lama untuk mengumpulkan sampah.

“Hai, semuanya.” sapa Aisyah kepada teman-temannya.

“Aisyah.” balas Haru menjawab sapaan Aisyah.

“Loh Fuko mana, kenapa baru kamu yang datang Haru?”

“Hoamm… Fuko tadi sudah datang, namun pulang lagi, karena lupa membawa kantong plastik untuk mengumpulkan sampah.”  ucap  Haru sambil menguap karna kurang tidur.

“Baiklah ayo kita mulai teman-teman!” ucap Fuko yang dari kejauhan terengah-engah.

“Baiklah mari kita selesaikan ini semua!” ujar Haru.

“Ayooooo.” ujar mereka semua kompak. Mereka pun segera menyelesaikan pencarian sampah plastik, dan setelah selesai, mereka pun mengumpulkan sampah plastik untuk dipilah mana yang akan didaur ulang, dan mana yang harus dibuang. Sampah an organik akan didaur ulang, sedang sampah organik akan mereka buang ke tempat pembuangan sampah yang ada di dekat rumah mereka.

“Haru, kita harus memilah sampah-sampah ini kan?” tanya Aisyah kepada Haru.

“Benar Aisyah, kita harus memilah sampah ini untuk mana yang didaur ulang dan mana yang harus kita buang.” jelas Haru kepada Aisyah.

Pemilahan selesai, dan mereka hendak membuang sampah yang tidak bisa didaur ulang ke TPS terdekat. Sedangkan sampah anorganik yang dapat di daur ulang, seperti contohnya: pecahan kaca, botol plastik, kantong plastik dan lain-lainnya akan mereka berikan pada pemulung.

Para pemulung tersebut akan membawa sampah-sampah yang bisa didaur ulang ke tempat  penadah sampah. Botol plastik bisa diubah menjadi tempat pensil, kantong plastik diubah menjadi tas kantong plastik yang lebih higienis.

Setiap hari Haru dan teman-temannya selalu rajin membersihkan perumahan mereka. Sehingga bau sampah yang sering tercium, lambat laun menjadi tidak berbau sampah lagi. Selain itu, mereka juga bisa menghasilkan uang dari memungut botol-botol bekas yang mereka kumpulkan, dengan begitu, mereka bisa menabung. Selain mereka menghasilkan uang, dampak yang mereka dapatkan adalah lingkungan mereka menjadi lebih bersih dan nyaman.

Para warga perumahan yang melihat aktivitas Haru dan teman-temannya, menjadi ikut tergerak untuk membantu mereka membersihkan sampah-sampah disekitaran rumah mereka masing-masing.

Semakin lama warga pemukiman rumah Haru semakin peduli dengan sampah plastik. Haru merasa bangga, karena dari ide sederhananya ia dapat menggerakkan warga untuk mau peduli dengan lingkungannya. Syukurlah sampah plastik di pemukiman rumah Haru sudah berkurang dari sebelumnya, tetapi meskipun jumlahnya tinggal sedikit, mereka masih harus terus menjaga kebersihan lingkungan mereka.

Haru sadar, bahwa kegiatannya ini tidak bisa berhenti begitu saja, karena Indonesia menjadi negara ke 2 penyumbang sampah terbanyak. Maka dari itu, ia bertekad untuk terus peduli dengan sampah plastik.

 

Note Redaksi:

Jiva Tiara Devani adalah anak mas Joko Prayitno. Terima kasih sudah memperkenalkan tulis menulis dan hasil karyanya di BALTYRA ini…selamat datang Tiara Cantika, semoga betah dan kerasan…ditunggu tulisan-tulisan lainnya.

 

 

2 Comments to "Peduli Sampah Plastik"

  1. Handoko Widagdo  6 October, 2019 at 07:54

    Wah….tulisan dan pengalaman yang sangat bagus Jiva. Semoga saat besar nanti dikau menjadi Menteri Lingkunagn Hidup.

  2. Joko Prayitno  4 October, 2019 at 09:51

    Terimakasih sudah memuat karya anak saya Baltyra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.