Perjalanan Religi (5)

Ninik Atmodipo

 

Israel, Jerusalem dan Palestina. Pandangan Mata tentang benteng pemisah antara Israel dan Palestina, ingat ya! Pendududuk Palestina juga ada yang Kristen, Katolik, Protestan.

Sebelum saya menulis tentang Jerusalem dan Palestina. Saya berikan kisah sedikit mengenai Perdana Menteri Israel Ariel Sharon yang merupakan tokoh penting dalam membuat tembok pemisah antara Israel dan Palestina. Sebagai Perdana Menteri Israel tahun 2001 s/d 2006.

Sejak tahun 2006 Ariel Sharon kena stroke dan koma selama 8 tahun. Meninggal tanggal 11 Januari 2014 di Ramat Gan (Israel). Dia lahir dari keluarga Russia yang imigrasi ke Palestina di jaman pemerintahan Inggris di Palestina. Dia adalah tokoh penting dalam peperangan antara Arab-Israel. Nama aslinya adalah Ariel Scheinermen, lahir 26 Februari 1928 di Kefar Malal, Palestina

Tujuan Sharon adalah menjaga supaya tidak ada teroris yang masuk ke Israel melalui West Bank. Konstruksi dimulai sejak bulan September 2000. Namun begitu, tindakan pembuatan tembok pemisah mendapat pertentangan dari International Court of Justice (ICJ) dan dinyatakan illegal. Sharon tidak perduli dengan teguran Badan International PBB ini.

Israel mengatakan bahwa tembok ini untuk keamanan terhadap teroris. Sedangkan Palestina mengatakan ini adalah tembok “racial discrimination”. Sepanjang 708 km tembok ini berdiri sangat megah, kokoh dan kuat. Saya rasakan selama perjalanan menuju Palestina. Betapa tembok pemisah ini mengakibatkan sekitar 50 ribu penduduk Palestina terisolasi. Warga Palestina kesulitan untuk melalukan perjalanan ke tempat kerja di wilayah West Bank atau Israel gara-gara tembok ini. Tembok ini berakibat fatal terhadap warga Palestina yang memerlukan kebutuhan kesehatan di wilayah Israel.

Semua rakyat Palestina dibatasi keberadaannya, termasuk urusan ekonomi, kesejahteraan, pendidikan dan kesehatan. Dimana-mana check point ditujukan untuk penduduk Palestina dan mobalitasnya di check terus terusan oleh pemerintah Israel. Penduduk Palestina tidak semua muslem. Ingat ya! Banyak juga penduduk Palestina yang beragama Kristen, Katolik dan Protestan.

The International Court of Justice (ICJ) sudah mengecam akan tindakan Israel telah melanggar International Law.

Di tahun 2003, the United Nations General Assembly telah membuat resolusi dan mengatakan bahwa tembok ini harus dihancurkan karena melanggar International Law. Vote berakhir dengan 144 setuju, 4 tidak setuju dan 12 absen.

Di Negara Israel ini banyak sekali checkpoints di perbatasan dengan Palestina. Semuanya ada penjaga membawa senapan. Mau pergi ke Mahjidil Aqsa yang notabone ada di Jerusalem pun dijaga ketat. Ada pintu gerbang yang dijaga pasukan militer bersenjata. Setiap saat inspeksi paspor dan identitas kita berasal dari mana. Para militer ini sangat muda sekali. Sebetulnya tidak menyeramkan. Yang bikin menyeramkan karena mereka membawa senjata.

Bis kami sempat mengunjungi kota-kota seram yang sering diberitakan di televisi. Yaitu Hebron, Ramallah, West Bank.

Itulah kira-kira cerita tentang Israel. Demikian juga pemandu wisata kami yang tinggal di wilayah Palestina tiap hari harus siap lapor disetiap sudut border keamanan (Israel Defense Forces checkpoints). Tidak hanya sekali saja pemeriksaannya, tapi berkali kali.

Tidak mudah bagi warga Palestina untuk keluar dari wilayahnya. Meskipun mereka muslem tapi tidak diperkenankan mengunjungi Mahjidil Aqsa. Justru kita yang dari berbagai negara Islam di dunia, diperbolehkan berkunjung ke Mahjidil Aqsa. Beberapa tahun yang lalu Mahjidil Aqsa ditutup oleh pemerintah Israel katanya berhubungan dengan keamanan. Namun akhirnya tahun ini dibuka lagi. Untuk itu para muslem di seluruh dunia silahkan berkunjung ke Mahjidil Aqsa. Ini himbauan dari warga Moslem di Israel.

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.