Rokok (4)

Rizky Dwinanto

 

BURUH PABRIK

Selain petani, yang sering dijadikan bumper pabrikan rokok adalah buruh. Konon jumlah buruh rokok puluhan, ratusan ribu hingga jutaan. ITU DULU. Dulu sekali. Yang jumlahnya ribuan itu buruh linting. Jenis rokoknya disebut Sigaret Kretek Tangan. Dji Sam Soe, Sejati, Djarum 76 klasik, dan Gudang Garam Merah. Sekarang sudah berkurang drastis.

Seiring isu kesehatan (tanpa filter) dan lobi-lobi jahat, maka SKT adalah jenis rokok yang dieliminasi lewat regulasi. Bacaen lagi, hasil lobi.

Meski menyerap tenaga kerja, tapi tarif cukainya dicekik. Pangsanya menciut, keuntungan pabrik pun berkurang. Tanya sekitar, berapa banyak yang merokok SKT sekarang?

Sekarang era sigaret mesin. Baik rokok kretek filter (GG inter, surya, djarum super, bentoel biru), rokok mild (banyak brand) atau rokok putihan (marlboro, lucky strike dan dunhill klasik). Pembeda utamanya formulasi tembakau dan cengkeh. Proses pembuatannya semua sama. Mesin full automatis.

Bayangkan sebuah mesin, di feeding 1 ada rajangan tembakau, feeding 2 ada kertas bungkus, feeding 3 gulungan plastik, feeding 4 gulungan aluminium foil, feeding 5 kertas bungkus slof, feeding 6 tumpukan kertas cukai, feeding 7 potongan filter. Serta feeding2 lain.

Mesin dijalankan. Secara otomatis terpasang filter, terlinting kertas ambri, menjadi rokok siap hisap. Packnya melipat sendiri, rokok masuk pack, langsung terpasang kertas cukai, langsung terbungkus plastik, terpasang pita merah, masuk kemasan slof. Jadi slof. Ditata di kardus besar, kasih selotip. Siap kirim ke pasar.

Hanya satu mesin saja. Browsing “Focke cigarette packaging machine”. Kecepatan produksinya 700rokok/menit. Atau 11.5rokok/detik. Atau sebungkus rokok isi 12 cuma butuh 1 detik. Bayangkan, dari rajangan tembakau hanya butuh satu detik untuk jadi satu bungkus rokok. Satu detik saja. Generasi mesin terbaru 1000rokok/minute.

Butuh berapa operator? Tiga orang thok!!! Kalau tumpukan kertas habis, tambahin. Begitu juga material lain. Habis tambahin. Kerja 3 shift, ditambah operator mesin rajang, operator mesin mixing, satpam, sopir forklift cuma butuh 30 orang untuk menghasilkan 1.008.000 batang rokok siap jual perhari. Jika isi 16 maka 63rb pack/hari. Harga jual perpack termurah 15rb maka omsetnya 945 juta/hari. Nyaris semilyar rupiah sehari dengan 30 karyawan.

Lalu dimana buruh pabrik ribuan itu? Dulu banyak didirikan MPS (Mitra Produksi Sigaret) di daerah-daerah oleh Sampoerna. Tujuannya mendekati pasar dan hemat biaya tenaga kerja. UMK di Ngawi tak sampai setengah UMK Surabaya. Sekarang banyak yang tutup karena pasar berkurang. Hanya pabrikan kecil-kecil yang masih melinting rokok di daerah. Itupun sistem pocokan/giliran dan hasil borongan. Sehari dapat Rp20rb. Lihat ilustrasi bajunya gak seragam. Itu karyawan borongan.

———————————-

Trivia :
Seminggu lalu saat isu Papua aku hendak membuat status begini:
“Sebutkan satu saja, satu saja prestasi Indonesia dalam waktu setahun ini agar aku bisa bangga jadi orang indonesia”.

Dua hari terakhir ini aku sadar, prestasi kita tersisa cuma badminton. Pantas saja kita bela satu-satunya prestasi ini meski dengan mengakali aturan.
Gak jadi bangga, aku malah kasihan.

 

bersambung…

 

 

4 Comments to "Rokok (4)"

  1. James  25 October, 2019 at 10:43

    Halo ci Lani, iya dah lama gak saling sapa disini, abisan ci Lani nya sibuk melulu keruk dollar nya. kabarku baik saja semoga Lani juga demikian. Saya sudah stop merokok sejak tahun 1992 lalu setelah 36 tahun jadi perokok. Sekarang rasanya sehat seger tanpa rokok, rubbish and burning money for nothing

  2. James  25 October, 2019 at 10:43

    Halo ci Lani, iya dah lama gak saling sapa disini, abisan ci Lani nya sibuk melulu keruk dollar nya. kabarku baik saja semoga Lani juga demikian. Saya sudah stop merokok sejak tahun 1992 lalu setelah 36 tahun jadi perokok. Sekarang rasanya sehat seger tanpa rokok, rubbish and burning money for nothing

  3. Lani  17 October, 2019 at 05:52

    Say NO to rokok buat aku pribadi……
    James kamu juga bukan perokok……lama ngga pernah berkomunikasi disini……..apakabar?

  4. James  13 October, 2019 at 09:07

    rokok bentuk apapun merusak kesehatan

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.