Indonesia di Awal 2019 (20)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO…HALLO…HALLO…!!!

Semoga anda semua ada dalam keadaan sehat semuanya ya…Puji TUHAN…!!! Saat inipun Dj. juga ada sehat dan tidak kurang satu apapun…

Okay…untuk melanjutkan oret-oretan minggu lalu dan kali inipun Dj. masih akan cerita pengalaman selama 2 minggu di Bali. Suatu pengalaman yang belum pernah Dj. alami sebelumnya. Mungkin juga ada beberapa dari anda yang belum pernah, mengalami NYEPI di Bali.

Jujur Dj. tidak tahu, kalau 2 minggu di Bali akan kena hari NYEPI, ini satu anugerah, Dj. boleh mengalaminya. Jadi, yang tadinya, Dj. pikir mungkin 2 minggu sendirian di Bali mungkin akan membosankan, ternyata tidak sama sekali.

Nah ya, Dj. sudah dikasih informasi dari Reception, bahwa di hari NYEPI, tamu hotel tidak diperkenankan meninggalkan hotel. Bahkan jendela kamar akan ditutup dengan kertas atau kain hitam juga ruang sarapan yang tidak di ruang tertutup, akan ditutup.

Setelah jendela ditutup, tapi tidak lama kertas / kain hitamnya terbuka lagi dan entah berapa kali ini 2 orang datang ke kamar Dj.

Sarapan seperti biasa, hanya ruang makan, juga akan ditutup, jadi sedikit gelap, karena tidak ada cahaya matahari masuk. Dj. jadi penasaran juga dan 1 hari sebelumnya, Dj. ke Matahari Markt, untuk membeli keperluan NYEPI di kamar. Yaaaa, karena belum pernah mengalami, jadi apa dan bagaimana saat NYEPI, lebih baik sedia payung agar kelaparan di kamar.
Hahahahahahahaha…!!!

Dj. cari informasi, karena Dj. dengar akan ada upacara NYEPI, 1 hari sebelumnya. Akan ada ogoh-ogoh yang akan digiring keliling di Kuta.
Puji TUHAN…!!! Dj. mendapatkan informasi yang baik, jadi Dj. bisa jalan kaki ke sana dan dengan penuh penasaran, karena ingin tahu. Saat sampai di tempat, sangat banyak orang yang sedang upacara adat dan terdengar dari jauh sudah suara gamelan Bali. Dj. segera ambil banyak foto, tapi maaaf, tidak bisa Dj. pamerkan semuanya, terlalu banyak.

Karena ceritanya akan sangat panjang dan inipun sudah Dj. usahakan untuk menyingkatnya…Hahahahahaha…!!!

Upacara di tengah jalan.

Di sini Dj. sempat lihat ada 2 ayam jago yang diadu dan satu ayam menang dan satu tidak lama lalu mati. Maaaaf, Dj. tidak bisa pamerkan foto adu ayam, karena menurut Dj. sangat sadis…Maaaaf…!!! Juga foto ogoh-ogoh sangat banyak, tapi Dj. akan pamerkan beberapa saja…yang tidak terlalu seram…

Dj. yakin ada lebih dari 50 ogoh-ogoh dan semua kelihatan sangat mengerikan…Satu ogoh-ogoh diangkut banyak orang, bisa sampai 20 orang atau lebih, karena memang sangat besar dan pasti cukup berat. Dan sangat benyak penonton dan kebanyakan memang turis asing, mereka sibuk mengabadikan dengan HP atau kamera.

Malam harinya, ada kejadian yang cukup serius…Malam seperti biasa, kadang Dj. nglilir (terbangun) karena harus antar boss kecil…

Nah…saat Dj. injakkan kaki ke ubin, terasa basah, Haaaaach ! ! ! ada apa ini…??? Dj. kira Dj. ngompol Hahahaha…!! Ya, kejadian jam 3 tengah malam yang cukup mengagetkan. Langsung Dj. telpon Reception dan 40 menit kemudian baru ada 2 teknisinya yang datang.

Ternyata ACnya yang ngompol, yang entah mengapa bisa  ngompol… Hahahahahaha…!!! Ini awal dari nyepi di tengah malam atau pagi hari…???

Nah ya, setelah semua beres, Dj. sulit untuk kembali tidur, jadi harus cari satu kesibukan. Karena hari ini akan sedikit membosankan, seharian di kamar. Siang Dj. pesan makanan di hotel, tapi di menu cardnya tidak ada yang aneh, jadi pesan nasi, ikan goreng dan sambal matah saja. Sedikit penasaran dengan sambal matah, karena jujur belum pernah memakannya, atau sudah lupa…Hahahahaha…!!!

Malam makan buah yang Dj. beli di supermarket Matahari…(papaya, mangga pisang jambu…Hahahahaha…!!!)

Puji TUHAN…!!! TV masih bisa dilihat, walau hanya program film dari hotel saja dan tidak ada yang lain. Internet juga masih bisa digunakan…Jadi bisa W.A. an dan tidak terlalu kesepian.

Keesokan paginya, setelah sarapan, sekitar jam 10 pagi ,Dj. langsung jalan ke pantai, tapi masih sepi dan hanya ada 1 –2 orang yang jalan di pantai, mungkin juga pertama kali mengalami Nyepi, jadi masih BLOOOOON…!!!

Ada bagusnya juga, sepi, tenang, hanya suara angin dan ombak saja, Dj. gunakan untuk jalan pagi di sepanjang pantai. Saat kembali dan akan makan siang, masih juga tidak ada restaurant yang buka…Mosok harus kembali ke hotel dan pesan makanan di hotel, untuk makan di kamar lagi..???

Rasanya tidak lucu dan sampai di Beach Walk, juga sepi tidak ada manusia, maka Dj. beranikan bertanya ke penjaga. Dan dia jelaskan, nanti mulai jam 17:00 baru akan buka semuanya…Waduuuuh…!!! Mosok harus nunggu jam 5 sore…??? Dj. kembali ke arah pantai dan di pinggir jalan Dj. lihat ada banyak pedagang makanan yang yang kelihatan menggiyurkan.
Coba…tidak.. coba…tidak…coba…???

Perlahan, Dj. mendekati mereka dan mulai celingak celinguk, mau makan apa…??? Ada jagung bakar, ada bakso, ada siomay dan yang lainnya… Dj. beranikan bertanya harga 1 jagung bakar, karena Dj. pikir, kalau sudah dibakar, semoga bersih… Di sini juga lucu…

Saat Dj. tanya berapa harganya, dia jawab Rp. 10 rb. dan Dj. pesan satu.
Tapi saat ada orang asing nanya, dia jawab Rp. 30 rb. dan dia berbisik ke Dj. itu harga untuk orang asing pak. Dan orang asingpun tidak menawar dan langsung pesan…mungkin juga sudah kelaparan seperti Dj. Hahahahahahaha…!!!

Sudah makan 1 jagung bakar, kok belum kenyang…??? Ingin nambah, tapi kurang yakin, jadi Dj. pikir, lebih baik cari yang lainnya… Nah di sini Dj. lihat siomay, seolah dia teriak ke Dj. beli saya…beli saya…!!! Ya…ya…Dj. tanya penjualnya dulu…, berapa harga 1 porsinya…Dia jawab, Rp. 12 rb. waaaaaw…!!! Murah sekali, hanya € o,80 Cent, semoga enak…

Dj. pikir tidak ada salahnya untuk dicoba, tokh itu makanan dikukus dan pasti bersih dari kuman…Hahahahaha…!!! Melihat si penjual meracik siomay, sungguh sangat menarik…

Apalagi setelah dibubuhkan sambal kacang…Hhhhhmmmm…!!!

Untuk pertama kali di bali, makan di pinggir jalan…Tidak jadi masalah, bisa makan di Hard Rock Restaurant, harus bisa juga bisa makan di pinggir jalan di depan Hard Rock. Yang penting tidak kelaparan… Hahahahahahahaha…!!!

Seharian Dj. luangkan waktu di Pantai Kuta sampai sore hari…Dan Dj. mampir di Kuta Square untuk makan di YOSHINOYA, ini Resto cepat saji yang juga okay dan bagusnya…Untuk pertama kali masuk ke ini warung, jadi masih celingukan…

Akhirnya Dj pesan salah satu menu dan anak muda yang semeja dengan Dj. menjelaskan, bahkan minuman (Air jeruk es). boleh ambil sepuasnya… Bagus juga pikir Dj. diudara yang panas ini, Dj. harus banyak minum…

Entah mengapa, setelah makan, Dj. tidak kembali ke hotel, tapi kembali ke pantai, seperti ada daya tariknya. Atau karena sendiri di kamar hotel, juga membosankan. Dan tidak lama di pantai, karena hari semakin gelap, maka Dj. memutuskan untuk kembali ke hotel…

Nah…di sini ada kejadian yang cukup mengagetkan yang belum pernah Dj. alami seumur hidup. Saat Dj. jalan menuju hotel, di trotoar sepi dan sedikit gelap, ada 3 orang (2 laki-laki dan satu wanita) berpakaian rapi. Entah apa yang mereka bicarakan, setelah Dj dekat dengan mereka, salah satu mendekati Dj. dan memegang bahu Dj.

Dia berkata, Hello my Friend, do you know, where is Mc. Donald…???
Lalu Dj. jelaskan, kalian harus jalan ke arah ini dan kemudian belok kanan, tidak jauh dari situ anda bisa lihat Mc. Donald. Yang wanita berkata, tapi kami tidak punya uang Indonesia…

Dalam pikiran Dj., ini orang akan menipu dan Dj. katakan, saya juga tidak punya. Dalam hati, Dj. berdoa, TUHAN YESUS, lindungi saya! Eeeeee… yang wanita bertanya lagi, uang mu uang apa…??? Konyolnya, kok Dj. jawab, uang Euro…Lalu dia masih bertanya, Ooooo…Euro…seperti apa itu, kami belum pernah melihat uang Euro…???

Lebih konyol lagi, Dj. ambil semua uang dari Hip Bag, kemudian Dj. ambil 1 lembar 100 Euro dan Dj. kasihkan dia… (padahal saudara Dj. pun belum pernah Dj. kasih lihat uang yang Dj. bawa, tapi kok sama orang asing ini, Dj. kasih lihat…??? Dia lihat-lihat itu uang dan dia bilang, coba kasih yang lain yang kamu pegang itu…

Dj. serentak seperti sadar dari mimpi dan segera Dj. jawab…NO WAY…!!!
Lalu Dj. rebut kembali 1 lembar uang 100 Euro yang ada di tangannya…
Yang laki, masih bertanya, kenapa kamu kasar, kan kami hanya mau lihat saja… Dj. jawab, saya sudah kasih lihat, itu cukup.

Yang wanita itu masih ngotot dan bilang, saya tadi lihat, masih ada uang yang lain, kami ingin melihatnya…Dan yang laki juga masih ngotot dan berkata, tidak perlu takut, ini saya kasih dompet saya, boleh kamu ambil…
Dj. kaget dan seperti mimpi dan segera berkata sekali lagi, NO WAY…!!!

Dj. pegang di tengah tumpukan uang ditangan kiri dan si laki-laki mencoba dengan dua tangan, pegang uang di kiri dan kanan. Langsung Dj. tarik dengan cepat dan uang terlepas dari tangannya.Dj. hanya bilang…GO A WAY…!!! Badan Dj. terasa gemetar dan uang lansung Dj. mamsukan ke dalam Hip Bag.

Tidak lama kemudian, Dj. ingin mengusir mereka, setelah uang masuk di dalam amplop dan di Hip Bag. Dj. melihat ke sekeliling Dj. sama sekali tidak melihat mereka lagi, memang jalanan saat itu sangat sepi. Kemana mereka…??? Masih dalam keadaan gemetar, Dj. sedikit berlari ke arah Mc. Donald dan masuk kedalam yang cukup banyak orang, Dj. cari mereka, tapi tidak ada…kemana gerangan, kan setahu Dj. mereka akan ke Mc. Donald.

Sulit dipercaya, apa yang terjadi malam itu…Dj. sampai sekarang masih ingat wajah bereka, seperti orang India. Walau mereka mengaku datang dari Dubai. Setelah itu, Dj. langsung kembali ke hotel dan di dalam kamar, Dj. masih penasaran, Dj. buka Hip Bag Dj. dan semua uang Dj. keluarkan dari amplop dan Dj. hitung beberapa kali… Puji TUHAN…!!! Semua masih lengkap…

Dan sebelum tidur, Dj. masih doakan semoga orang-orang semalam bukan penipu, kalau ya, semoga kembali sadar.

Keesokan harinya, bangun tidur Dj. masih penasaran, siapa tahu Dj. benar kena hypnotis, saat uang yang semalam Dj. hitung bukan uang asli, tapi hanya kertas…??? Bisa jadi kan…Olehnya, bangun tidur Dj. buka Hip Bag dan kembali hitung uang, untuk meyakinkan, apakah uang Dj. masih ada dan lengkap.

Puji TUHAN…!!! TUHAN, selalu melindungi anak-anaknya yang berserah kepadaNya uang Dj. masih lengkap. Seandainya Dj. kena hypnotis dan semua uang Dj. hilang, waduuuuh, bisa-bisa tidak bisa pulang ke Jawa…

Belum cukup dengan kejadian malam itu…Sehari sebelum meninggalkan Bali, Dj. mampir ke Starbucks Coffee dan Dj. ditanya, apa Dj. sering ke Starbucks Coffee…? Dj. jawab, ya…lalu dia tawarkan kartu Starbucks Coffee dengan harga Rp. 100 rb. (hanya untuk kartunya saja) dan dia masih menjelaskan, bapak bisa isi semau bapak.Dan Dj. iyakan, mosok beli kartu kosong…untuk apa…???

Dj. suruh isi Rp. 500 rb. tapi dia bilang tiidak bisa sebanyak itu, okay Dj. bilang isi saja seperti apa yang bisa (Maximum). Setelah itu Dj. duduk diluar, karena di dalam, anginnya dari A.C sangat dingin…

Nah ya…akhirnya 2 minggu sudah Dj. lalui di Bali dan akan meneruskan penerbangan kembali menuju Surabaya…

Karena masih ada waktu, maka di dalam airport, setelah Check in, Dj. mampir ke Starbucks Coffee, tapi rasa aneh, Dj. sodorkan kartu yang Dj. beli di Kuta dekat pantai, untuk bayar…Dj. dibikin kaget, saat kasir bilang, kartu Dj. kosong (tidak ada isinya / uangnya), Haaaaach…mana mungkin…??? Saya baru beli kemarin dan juga diisi… Dia masih bertanya, bapak beli dimana ini kartu…??? Setelah Dj. jawab, dia hanya senyum dan berkata, maaaf pak…koosong…Apa boleh buat, tidak ada kemungkinan hari itu untuk kembali ke Starbucks Coffee di Kuta lagi dan harus bayar tunai.

Penerbangan dari Denpasar Bali ke Surabaya, tidak lama dan akhirnya Dj. sampai lagi di Surabaya…untuk ke 4x’nya di Surabaya.

Mohon maaaf, bila cerita Dj. terlalu panjang dan mungkin juga banyak salah kata…Tujuan oret-oretan Dj. tidak lain hanya berbagi pengalaman, siapa tahu anda akan liburan di tempat dimana Dj. pernah singgah. Agar anda bisa sedikit melihat pengalaman Dj dan anda bisa lebih berhati-hati, agar liburan anda jauh lebih nyaman…

Terimakasih kepada anda semua yang sudah membaca dan yang sudah sering membubuhkan komentarnya. Terutama mbak Dewi Dede yang selama ini sebagai pembaca saja dan kali ini mau bubuhkan komentarnya.

Terima kasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj.

Semoga berkat serta Kasih TUHAN, selalu menaungi kita semuanya, sejak sekarang, sampai selama-lamanya.

 

Salam manis dari Mainz
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

21 Comments to "Indonesia di Awal 2019 (20)"

  1. Dj. 813  3 November, 2019 at 14:34

    Terimakasih Putu…
    Ya begitulah yang namanya manusis..
    Ada yang baik dan ada yang kurang baik….
    Semoga kita semua dijauhkan dari yang tidak baik…
    Salam,

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.