Struktur Organisasi KPK

Jhony Lubis – Jakarta

 

Selamat pagi bro n sist, apa kabarnya? Semoga baik selalu dan semakin kritis berpikir dan mengambil kesimpulan atas semua informasi yang beredar….. *smile

Apalagi ini tulisan yang dibuat oleh bro Lubis? Hanya tulisan ringan untuk memberikan sedikit wawasan saja… untuk detailnya silahkan buka buku tentang struktur organisasi terkait tupoksi, kewenangan dan tanggung jawab, rentang kendali, distribusi kewenangan sampai dengan pemisahan kewenangan dll.

Beberapa waktu lalu saya baca berbagai berita tentang militannya karyawan dan pimpinan KPK dalam bekerja memberantas korupsi yang nyaris sudah tersebar terbukti telah ditangkap > 100 (seratus) orang kepala daerah mirip dengan kanker akut yang sudah sulit di sembuhkan (tetapi ingat mukjizat dari Tuhan, masih bisa dibantu doa dan dukungan publik untuk pemberantasan korupsi di Indonesia) termasuk adanya gossip yang masuk kategori fitnah atau tidak masuk logika sehat bila kita paham tentang struktur organisasi terkait issu Tebang pilih kasus, Taliban, Khilafah bahkan difitnah terpapar paham radikalisme di KPK hanya karena ada sedikit pegawai KPK yang berjanggut atau bercelana gantung atau berhijab syarii yang merupakan ciri umat Islam.

KPK adalah instituisi yang dibentuk secara Adhoc karena tuntutan reformasi 98, dimana masyarakat luas dan khususnya mahasiswa sudah muak melihat Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang merajalela di Indonesia sehingga menumbangkan Orde Baru. Lalu apa bedanya kondisi dahulu dengan sekarang terkait korupsi? Sekarang sudah ada lembaga KPK yang mencegah dan menindaknya secara khusus dan terbukti rekam jejak kinerjanya (silahkan google cari informasinya hasil kerja KPK).

Balik ke topic, saya hanya ingin sharing terkait gossip tebang pilih, Taliban, Khilafah dan radikalisme dalam KPK termasuk isu Militan hanya karena factor tidak suka KPK kuat terbukti ujaran fitnah atau gossip tersebut tidak sesuai teori organisasi, apalagi bila mengetahui jumlah karyawan KPK +/- 1500 orang dari berbagai latar belakang agama, suku, budaya, pendidikan dan nilai atau norma kehidupan yang diserapnya dari keluarga dan lingkungan masing-masing. Ingat KPK heterogen jadi sulit untuk diubah mindset semua karyawan KPK.

Buktinya contoh info fitnah, saya kasih ilustrasi Mr. Abc xyz bin Fulan sebagai penyidik senior KPK yang Beragama Islam dan berjanggut yang diperkirakan terlibat dalam penyidikan kasus korupsi besar yang dilakukan KPK, di fitnah oleh orang-orang bodoh ilmu organisasi bahwa Mr. Abc xyz berkuasa menentukan sebuah kasus korupsi lanjut atau tidak penyidikannya (tebang pilih)….. *LoL konyol logikanya tukang fitnah

Mr. Abc xyz salah satu dari +/- 1500 orang karyawan KPK, dimana Mr. Abc xyz juga salah satu dari ratusan penyelidik dan penyidik KPK (idealnya 2/3 dari total karyawan KPK adalah penyelidik dan penyidik karena tupoksinya sebagai lembaga pemberantas korupsi selain pencegahan dan bidang lain di KPK) dalam tugasnya di bidang penyidikan dibentuk satgas-satgas yang menangani kasus yang terdiri dari beberapa orang penyelidik dan penyidik untuk masing-masing kasus yang ditangani.

Berdasarkan struktur organisasi terlampir, dimana ada direktorat penyelidikan dan penyidikan (terpisah) di bawah deputi penindakan apakah mungkin Mr Abc xyz bila hanya sebagai senior penyidik punya kewenangan mengatur kasus yang masuk? Sedangkan secara struktur organisasi Mr Abc xyz di bawah direktur penyidikan? Apakah Mr Abc xyz menangani semua kasus yang masuk ke KPK? Dimana adanya satgas-satgas yang di bawah kendali direktur penyidikan? Mungkin saja diajak rapat bahas atau gelar perkara karena pengalamannya sebagai penyidik senior saja tetapi tidak terlibat langsung dalam kasusnya. Kalau pembaca paham baca struktur organisasi maka seorang penyidik senior tidak akan bisa atur kasus karena secara struktur di bawah kendali direktur penyidikan bahkan di atasnya lagi adalah deputi penindakan.

 source SO dari website KPK

Pertanyaan logika selanjutnya, apakah Mr Abc xyz bisa mempengaruh mindset seluruh karyawan KPK sehingga menjadi radikalisme? Apakah Mr Abc xyz bisa membentuk Taliban di KPK? Pasti TIDAK karena 1-10 orang tidak bisa mengubah budaya yang heterogen di KPK. Sekarang, Selanjutnya silahkan pembaca cari tahu di google untuk posisi direktur penyidikan itu biasanya ditempati oleh orang berasal dari instituisi apa? Dan apa pangkatnya? Sehingga apakah Mr. Abc xyz yang hanya seorang penyidik senior bisa membantah langsung perintah direktur penyidikan apalagi perintah deputi penindakan? Sehingga difitnah dapat tebang pilih kasus?……. fitnah konyol dari orang kurang belajar padahal ngakunya melek bacaan.. *LoL

Terkait pemahaman Militan yang saya pahami di KPK adalah spirit atau semangat berani untuk perangi korupsi karena tanggung jawab atas pekerjaannya…. *salute ke jajaran KPK yang militant berintegritas perangi korupsi.. * 2 jempol hebaattt..

Terkait isu Taliban dan Khilafah adalah gossip pembodohan sesat, karena KPK terdiri +/- 1500 karyawan dari berbagai agama, suku, budaya, pendidikan dan nilai atau norma yang diserap oleh masing-masing pegawai dari keluarga dan lingkungannya… bahkan silahkan anda yang melek huruf googling bahwa beberapa dari pimpinan komisioner KPK non Muslim (bro Saut dkk) dan Ingat bahwa arah organisasi apapun yang bisa mengubahnya adalah jajaran pimpinan puncak termasuk budaya organisasi itu kewenangan jajaran pimpinan puncak bukan kewenangan hanya seorang penyidik senior atau kewenangan staff organisasi walau masuk tier middle management apalagi hanya lower manager yang hanya menjalankan perintah kerja dari atasannya…. *smile.

Ayo kita harus kritis dalam membaca atau mendengar informasi jangan cepat menarik kesimpulan bila tidak paham…. Google, baca, pahami, diskusikan atau tanya ke yang lebih ahli biar kita cerdas dan objektif… *LoL

 

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.