Indonesia di Awal 2019 (21)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA…

Semoga anda semua belum bosan dengan cerita Dj. saat berpetualang keliling Jawa, Makassar dan Bali.

Ada pepatah di Indonesia, yang berbunyi demikian. Datang kelihatan muka dan pulang kelihatan ekornya…(maaf kalau salah). Maksud Dj. bisa saja Dj. pulang ke Jerman dari Bali dan waktu di Bali bisa diperpanjang atau jalan ke Lombok.

Tapi Dj. masih ada rasa, harus pamitan ke saudara yang ada di Surabaya, Semarang, terutama untuk nyekar orang tua dan juga saudara yang lain yang sudah duluan pergi,di makam di Semarang, sebelum Dj. kembali ke Mainz.

Okay…

Akhirnya Dj. dari Bali ke Surabaya dan mendarat di di Bandara Juanda dengan slamet, lalu slamet kemana, mungkin dia naik Taxi… Hahahahahaha…!!!

Di Bandara Juanda, Dj. dijemput oleh adik dan juga langsung diantar ke hotel. Kali ini Dj. pilih Hotel yang lain dan bukan Fa Ve Hotel, Tapi Hotel “SANTIKA PANDEGELING“. Ya, walau sama-sama 3* seperti Fa ve Hotel, tapi jauh lebih bagus, hanya untuk 3 malam saja, cukup. Semuanya okay, baik penerimaan di Reception sangat ramah, kamar tidur dan kamar mandi bersih. Terutama ruang sarapan / makan, sangat okay, bahkan pelayanannya pun sangat okay, top deh…!!!

Silahkan anda lihat sendiri…

Sayang Dj. tidak lama, hanya 3 malam saja dan harus meneruskan perjalanan ke Semarang. Namun, sebelum ke Semarang, sempat juga diajak kakak makan di Rumah Makan Layar. Dan kali ini, kami hanya berlima.

Dj. hanya bisa memberi saran, bilan anda ke Surabaya, jangan lewatkan ini Rumah Makan. Kami akan ke sana lagi, kalau kami ada di Surabaya…
Untuk Linda, kalau Rumah Makan ini Dj. tahu namanya “LAYAR“ okay…???

Setelah pamitan ke kakak-kakak dan juga adik, maka Dj. melanjutkan perjalanan dengan Kereta Api ke Semarang. Kereta Api lagi…Kereta Api lagi…Mumpung di Indonesia kan…Naik Kereta Api Tuuut…Tuuut…Tuuuut… Hahahahahahaha…!!! Seandainya ada yang menemani (mbak Tree, atau siapa) mungkin lebih seru, bisa banyak ngobrol…Hahahahaha…!!!

Satu pemandangan yang tidak ada di Mainz dan menjadi hiburan Dj. dalam perjalanan…Tengok keluar dari Jendela masih ada pengemudi Sepeda Motor yang tanpa Helm, mungkin untuk di Indonesia, sudah normal.
Tapi ini bukan jalan satu arah lho ya…begitu palang Kereta Api turun, jalan ditutup, tidak lama kemudian jadi penuh. Ingat pertama kali ajak mertua ke Indonesia, kaget bukan main, mama mertua bertanya, kalau palangnya diangkat, lalu bagaimana kita bisa maju ke depan…Dari depan penuh kendaraan…Melihat situasi yang demikian, mertua hanya bisa senyum dan geleng kepala…Hahahahahaha…!!!

Nah ya, akhirnya kami sampai juga di Semarang dan Dj. dijemput oleh teman yang baik hati dan diantar ke “GRAND EDGE HOTEL“ untuk 4 malam dan ini Hotel cukup bagus dengan 4*. Dan kali ini pun, Dj. sudah 4x di Semarang. Hotel ini cukup bagus, dari jendela kamar, bisa melihat pemandangan kota Semarang di waktu malam, sangat bagus.

Juga ruang sarapan sangat bagus ada di lantai paling atas, juga dekat dengan kolam renang dan Bar…

Jadi sambil sarapan, bisa melihat ke bawah dari jendela kaca yang sangat besar, banyak mobil yang hilir mudik..Kadang ada kejadian yang lucu, dimana pembantu Polisi yang mengatur lalu lintas dengan tingkahnya yang aneh. Kalau dikasih uang dari pak sopir, dia menari…Tapi dengan demikian, dia kadang tidak sempat mengambil uang dari mobil yang lain…Hahahahahaha…!!!

Walau ini pemandangan, mungkin tidak ada yang memperhatikan, tapi “Big Brother Waching You“. Alangkan bahagianya orang yang berbuat kebenaran, walau banyak orang tidak memperhatikan, tapi
mata TUHAN ada di mana-mana. Hari itu Dj. ditemani kakak ke makam orang tua dan banyak saudara yang telah mendahului pergi. Dan setelah itu, entah dimana, kakak antar kerumah makan yang sangat sederhana, tapi dia bilang, di sini ada yang kamu suka, sangat enak…ini dia…Lontong sayur dan sambal goreng tempe dan makan bersama krupuk. Sangat leker…hahahaha…!!!

Satu saat Dj. diajak oleh teman ke salah satu Mal, kalau tidak salah namanya “Trans Studio”. Di sana, tidak banyak yang aneh, tapi saat masuk ke Super Marketnya, Dj. melihat apa yang Dj. sukai…Dan jelas, di sini sedikit lebih mahal daripada harga di jalanan, tapi sudah bisa dilihat kwalitasnya.
Karena sebahagian sudah dibuka dan bisa dilihat. Dan yang jelas lebih murah daripada di Mainz.

Pernah sih diajak kakak beli durian di pinggir jalan yang katanya sudah terkenal duriannya, sangat enak. Tapi saat dibuka, ternyata tidak seperti yang dijanjikan. Melihat wajah si ibu penjual dengan wajah kecewa, maka tidak tega untuk tidak bayar, kasihan kan…Dj. juga melihat buah raksasa yang mana belum pernah Dj. lihat ada avocado yang lebih besar dari kepalan tangan.

Okay, satu saat juga diajak oleh keponakan makan malam di Korea restoran di salah satu Mal di Semarang.

Dan Dj. masih sempat diundang, karena pacar Dj. buka Rumah Makan…Hahahahaha…!!! Jadi acara makan-makan lagi, makan lagi…

Setelah 4 malam, saatnya Dj. meninggalkan Semarang, menuju Jakarta…
Jelas dong, naik Kereta Api lagi… Tuuuuuuuuuut…!!! Hahahahahaha…!!!
Teman Dj. telah membelikan makanan untuk dalam perjalanan dan dia juga yang antar Dj. ke Stasiun Tawang. Nah ya, saat akan makan, ternyata di dalam box, tidak ada sendoknya, jadi mosok Dj. makan pakai tangan.

Akhirnya Dj. beranikan bertanya ke salah satu Pramugari yang sedang lewat, apakah Dj. bisa beli sendok untuk makan. Bukan pinjam lho ya…Tapi jawabnya sangat ketus, tidak.(titik). Pemuda yang duduk di sebelah Dj. memberi saran, beli saja nasi goreng, pasti ada sendoknya, pak. Dj. turuti nasehatnya, saat sang Pramugari lewat, Dj. pesan nasi goreng.

Tapi seorang ibu yang rupanya telah lama memperhatikan Dj., di seberang sebelah kiri, berkata, bapak tidak perlu beli nasi goreng, saya masih punya sendok plastik. Sang Pramugari pun pergi dengan wajah kecut, oalah…jadi kasihan juga…

Hanya ingin makan saja, kok ya cukup ribet…Tapi setelah Dj. selesai makan, ini si ibu muda cerita banyak sekali tentang keluarganya. Dari orang tuanya, keluarga kakaknya, anak-anaknya, Komplit deh…waduuuuh…!!!
Karena merasa berhutang sendok, maka Dj. dengan sabaar mendengarkan semua ceritanya. Hahahahahahaha…!!!

Akhirnya sampai juga di Jakarta dan dari Gambir ke Serpong, Dj. naik Taxi…dan ternyata cukup jauh juga!!! Keesokan harinya, Dj. diajak keponakan ke salah satu Mal “AEON“ atau “NEON“ atau apa, entahlah…
Kami cari makan siang dan Dj. lihat ada bakmi GM jadi kami mampir ke sana.

Porsinya tidak terlalu besar, jadi cukup untuk isi perut saja, walau tidak kenyang, tapi Dj. masih ada satu ide. Langsung turun ke bawah dan ke Super Market dan di sana Dj. beli durian, hanya sayang keponakan tidak doyan. Jadi ya, makan sendirian…Hahahahahahaha…!!!

Sungguh tidak disangka 1 hari sebelum pulang ke Mainz, teman-teman Pilot adakan satu pesta untuk Dj. Sangat istimewa…!!! Kami ke Sentul dimana kami ngumpul bersama teman-teman Pilot dan para istri yang sudah dan yang belum Dj. kenal. Suasana sangat meriah, makanan dan minuman sangat buanyak berlimpah dan beraneka macam, yang ada
hanya enak dan enak sekali…!!!

Banyak ngobrol dan kenangan lama (saat sekolah), muncul semua, istri mereka hanya bisa geleng kepala saja. Sekarang kami sudah lansia, tapi kalau ketemu, kelakuan masih saja seperti dulu…Hahahahaha…!!! Sayang, disini tidak bisa semua hadir seperti dulu lagi.

Ada yang masih harus terbang, ada yang sudah pergi karena jatuh dan ada juga yang karena penyakit. Yang jelas, kami masih rukun dan setiap hari masih saling menyapa di Grup WA.

Foto bersama mereka dan para istri…dan kami sudah seperti saudara.

Akhirnya Dj. pun harus siap untuk kembali ke Mainz dan diantar oleh adik ke Bandara SoeTa. Nah…di sini Dj. tidak menyangka, akan mendapat kesulitan yang cukup serius, saat check in. Yaaa…saat check in, Passpor Dj. dibawa pergi dan Dj. harus nunggu. Sekitar 10 menit kemudian, nona yang bekerja, berkata, bapak masih harus nunggu.

Dj. bertanya, nunggu apa lagi dan dia jawab ada yang tidak beres dengan ijin tinggal bapak. Haaaaach…Dj. jawab, saya sudah 44 tahun tinggal di Jerman dan memiliki ijin tinggal seumur hidup. Maaaaf bapak, sebentar lagi pimpinan saya akan menemui bapak.

Nah ya, harus nunggu 10 menit kemudian, datang seorang wanita setengah baya yang meminta agar Dj. mengikutinya. Sampai di satu tempat, dia berkata, bapak tidak bisa terbang, karena ijin tinggal bapak di Jerman sudah lewat waktunya.

Waduuuuh…seperti kena petir rasanya dan dia kasih tunjuk tanggal berlalu kartu ijin tinggal Dj. Dj. semakin kaget, karena kartunya yang sudah lewat waktu, tapi ijin tinggalnya masih berlaku. Harus menjelaskan, bahwa hanya kartunya saja yang lewat waktu dan harus diperpanjang. Dj. pikir, mungkin Dj. salah bawa kartu dan yang baru, ada di rumah, langsung Dj. telpon Susi dan Susi juga telpon ke kantor tempat urusan ijin tinggal.

Mereka saarankan, agar telpon ke Kedutaan Jerman di Jakarta dan menjelaskannya, itu tidak ada masalah. Akhirnya, Dj. telpon ke Kedutaan Jerman di Jakarta dan mereka menjelaskan, istrimu sudah telpon dan saya akan segera telpon ke Singapore Airline di Bandara. Setelah itu, semua beres dan Dj. boleh check ini dan ini nona dan ibu yang menghalangi Dj. Hahahahaha…!!!

Dj. menjadi tenang, karena semua beres dan bersyukur, karena belum ditinggal oleh pesawat. Tapi apa yang terjadi di Singapore airport saat akan masuk ke Gate, persoalannya sama, Dj. ditahan dan tidak boleh
masuk ruang tunggu. Bahkan barang Dj. sudah akan dikeluarkan dari pesawat. Dj. jelaskan, bahwa persoalan ini sudah selesai di Jakarta, tapi si penjaga tidak mau mengerti dan bertanya mana surat dari Singapore Airline di Jakarta. Dj. jelas sedikit mangkel, Dj. ngeyel, berarti anda tidak percaya, sama teman kerja yang di Jakarta…??? Telpon saja ke Singapore Airline di Bandara di Jakarta, mereka akan mengiya kan.

Tapi bagusnya, dia langsung telpon ke Kedutaan Jerman di Singapore dan detik terakhir, baru okay. Puji TUHAN…!!!

Akhirnya Dj. bisa Boarding dan apa yang selanjutnya terjadi…??? Karena orang terakhir yang masuk ke dalam pesawat. Sampai di tempat duduk, Dj. lihat di belakang tempat duduk Dj. ada tetangga yang juga tinggal di Mainz…Jadi tidak kesepian. Hahahahahahahaha…!!!

Okay, karena banyak ngobrol, jadi tidak membosankan dan akhirnya sampai juga di Airport Frankfurt. Susi dan anak-anak sudah menungu di luar, tempat kedatangan… Satu suasana yang sangat menyenangkan…kembali bersama keluarga… Bagaimana pun indahnya liburan 3 bulan di Indonesia, tapi bersama keluarga, jauh lebih indah.

Terimakasih kepada TUHAN yang selalu menyertai perjalanan Dj. selama 3 bulan di Indonesia. Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. Terimakasih kepada anda semua yang selalu membaca oret-oretan Dj. dan membubuhkan komentarnya.

erimakasih kepada semua saudara dan semua teman-teman Dj. baik di Jakarta, Bandung, Purwokerto, Semarang, Surabaya, Malang, Kediri, Tulung agung, Solo, Jogya, Makassar, Bali, yang telah memberi bantuan dan menemani Dj. makan siang dan malam dan mengantar Dj. ke Stasiun KA dan ketempat-tempat yang indah-indah.

Mohon maaf, bila selama liburan, banyak merepotkan dan juga banyak salah kata.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

Salam manis dari Mainz
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

15 Comments to "Indonesia di Awal 2019 (21)"

  1. Dj. 813  25 October, 2019 at 16:25

    Hallo Dewi dew dew…
    Terimakasih sudah mampir…
    Maaaf dari tadi balas tapi selalu eror..
    Semoga sehat selalu dan salam manis dari Mainz.

  2. Dewi dedew  25 October, 2019 at 10:55

    Poto2 makanannya menggiurkan sekali pak Dj. Bikin laper pas lihat… hahahaha…

  3. Dj. 813  24 October, 2019 at 21:34

    Hallo Cory…
    Terimakasih sudah mampir…
    Sayang di Minz Dj tigak via lihat fotonya. Jafi tidak tahu, jamu apa yang Cory maksudkan..
    Hahhshshs….
    Dalam.mnis dari Minz

  4. Cornelia Tairas  24 October, 2019 at 21:12

    Baca oret2 tan Dj.tidak jauh dari makanan, makaaan lagi yg bikin ngiler.itu ada jamu ?
    Enak juga minum jamu beras kencur
    Dan yg paling enak mampir direstauran pacar ..car……hehehe.

  5. Dj. 813  24 October, 2019 at 18:00

    Jangan puanas lah Mei….
    Nanti tensimu naik lagi…
    Santai saja…
    Hahahahahaha…. !!!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.