Pantai Bunebula dan Kolam Pusat Laut, Surga yang Tersembunyi

Wiwit Sri Arianti

 

Selamat berjumpa lagi Sahabat semua…. jelajah Nusantara kali ini masih ada di sekitar Pasigala (Palu, Sigi, dan Donggala), daerah di Provinsi Sulawesi Tengah yang terkenal dengan peristiwa tsunami, gempa bumi, dan likuifaksi. Peristiwa yang dahsyat dan meluluhlantakkan daerah tersebut masih menyisakan beberapa tempat yang indah mempesona. Diantara tempat yang indah tersebut adalah Pantai Bunebula dan Kolam Pusat Laut Donggala yang dikenal dengan istilah “Surga yang Tersembunyi”. Di bawah ini foto indahnya panorama sepanjang perjalanan menuju Pantai Bunebula.

Pantai Bonebula terletak di Dusun Simbe, Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah Kabupaten Donggala, keindahannya membuktikan alam Sulawesi Tengah merupakan destinasi pariwisata yang wajib dikunjungi. Pantai Bunebola berjarak sekitar 55 km arah selatan Kota Palu, perjalanan ke pantai Bonebula dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, dengan waktu tempuh 90 menit dari pusat Kota Palu. Dalam perjalanan, kita juga dimanjakan dengan pemandangan indah lautan Donggala yang berada tepat di samping jalan.

Pantai Bonebula menyuguhkan berbagai panorama alam yang sangat indah, birunya laut dan hamparan pasir putih di pantai ini menjadi panorama pertama yang akan menyambut kedatangan para pengunjungnya. Bebatuan karang yang berdekatan dengan bibir pantai menyempurnakan keindahan alamnya, pantai Bonebula memiliki keindahan biota bawah laut yang sangat eksotis, kaya akan ikan hias dan terumbu karang yang dapat dilihat dengan jelas jika kita menyelam atau snorkling.

Inilah foto-foto Pantai Bunebula yang indah

Di tempat ini juga terdapat pulau kecil, yang letaknya tak jauh dari bibir pantai dan kalau air laut sedang surut kita dapat menikmati keindahan laut Bonebula dari atas pulau tersebut. Seperti yang kulakukan dalam foto di bawah ini, hehe….

Pantai Bunebula berjarak sekitar 1 km dari Pusat Laut Donggala ke arah utara, Pusat Laut yang berupa sumur raksasa seperti foto di bawah ini, juga bisa dikunjungi sebagai tempat wisata.

Sumur raksasa ini terbentuk secara alami dan dikelilingi oleh bebatuan yang bernama Pusentasi yang berasal dari bahasa Kaili, suku asli Sulawesi tengah, “Pusen” artinya Pusat, sedangkan “Tasi” berarti laut. Pusentasi atau yang lebih dikenal dengan nama Pusat Laut Donggala adalah sumur raksasa yang berdiameter 10 meter dan memiliki kedalaman 3 – 5 meter saat surut dan bisa lebih dalam lagi saat air laut pasang  sampai 7 meter.

Selain merupakan Fenomena Alam, masyarakat mempercayai Pusentasi juga memiliki cerita sebuah Legenda,  seorang Putri Raja Towale bernama Yamamore melarikan diri dari istana untuk menghindari perkawinan paksa. Dalam pelariannya, ia bersembunyi dengan cara menceburkan diri ke dalam telaga air asin. Sejak saat itu Yamamore menghilang dan tempat persembunyiannya dinamai Pusat Laut atau Pusentasi.

Pengunjung bisa berendam atau berenang di dalam sumur dan dapat merasakan sensasi berenang yang luar biasa di dalam sebuah sumur raksasa dengan air yang sangat jernih dengan warna yang sangat biru seperti air laut. Tangga di dalam sumur menjadi alat bagi pengunjung yang akan naik setelah selesai berendam atau berenang di dalam kolam Pusat Laut Donggala.

Konon katanya, di dalam sumur tersebut terdapat semacam lubang atau terowongan yang menghubungkan Pusat Laut Donggala dengan pantai karena jaraknya dari bibir pantai hanya sekitar 500 meter. Maka tidak heran, kalau air di Pusat Laut Donggala rasanya asin dan mengalami pasang surut. Banyak masyarakat setempat meyakini bahwa air di Pusat Laut Donggala ini dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, terutama penyakit kulit, sehingga banyak pengunjung yang datang ke sini hanya untuk mengambil airnya. Sumur raksasa ini juga disinyalir sebagai sumur raksasa pertama di dunia.

Ketika sedang berkunjung di kolam pusat laut ini, kita dilarang membuang sampah ke dalam kolam pusat laut dan sekitarnya dan juga dilarang mengajak anak-anak, seperti yang terpampang dalam papan pengumuman di bawah ini.

Jika kita ingin menikmati indahnya sunset di pantai seperti foto di bawah ini, di sekitar Pantai Donggala sudah ada beberapa penginapan yang cukup bagus dengan harga yang bervariasi, cukup terjangkau dan murah. Jika merasa lapar dan haus, di sekitar pantai dan Pusat Laut Donggala terdapat banyak warung makanan yang bisa kita nikmati masakannya.

Setelah matahari tenggelam ke peraduannya, kamipun beranjak meninggalkan pantai dengan kenangan seindah di surga, emang sudah pernah ke surga ya, hehehe…

Sampai di sini dulu perjalanan hari ini, sampai bertemu lagi di jelajah Nusantara berikutnya. Love you so much my country…

 

 

8 Comments to "Pantai Bunebula dan Kolam Pusat Laut, Surga yang Tersembunyi"

  1. Wiwit Arianti  6 November, 2019 at 16:16

    Alhamdulillah kabar baik juga Bu Lani….
    Iya Bu, kerja sambil jalan2 nih, hehe….rencananya saya di Palu sampai akhir Desember tahun ini. Setelah itu belum tahu kamana lagi, mungkin mau pulang ke Jogja dulu menemani Bapak, beliau sudah sepuh dan nanyain terus, kapan saya pulang. Jadi sebaiknya saya pulang dulu ke Jogja

  2. Lani  6 November, 2019 at 10:16

    Kabar baik semoga sama ya…….
    Kerja sambil jalan2 terus enak ya…….lanjut mau kemana lagi?

  3. Wiwit Arianti  3 November, 2019 at 13:00

    Halo Bu Lani…bagaimana kabarnya?
    Iya, baru sempet tulis lagi padahal sudah banyak bahannya hehe…. Semoga rutin tulis lagi.

  4. Wiwit Arianti  3 November, 2019 at 12:58

    Betul mas ratman, harus kita jaga agar tetap indah dan bisa dinikmati oleh anak cucu dan keturunan kita. Bagaimana kabarnya? Semoga tetap sehat n hepi

  5. Lani  3 November, 2019 at 01:22

    Setelah sekian lama akhirnya artikelnya mencungul lagi…….Indonesia memang indah dan komplit.

  6. mas ratman  1 November, 2019 at 08:45

    Sungguh luar biasa alam negeri kita begitu mempesona, kaya dengan berbagai keindahan, yang terpenting harus kita jaga sama-sama, jangan sampai alam yang indah ini rusak, kita harus tetap peduli.

  7. Wiwit Arianti  31 October, 2019 at 11:08

    Sami2 mas Handoko….
    Trimakasih juga sudah dikirimkan ke Baltyra

  8. Handoko Widagdo  31 October, 2019 at 10:41

    Indonesia memang mempunyai banyak pantai indah. terima kasih Mbak Wiwit.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.