Singgah Sejenak ke Danau Kaolin, Tanjung Pandan, Belitung

Ratman Aspari

 

Mengunjungi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tidak sah rasnya kalau tidak singgah ke Danau Kaolin.

Ya, salah satu obyek yang cukup menarik di pulau penghasil timah ini adalah Danau Kaolin, dimana ciri khas dari obyek ini, air danaunya berwana biru, sehingga banyak orang menyebutnya sebagai “Danau Biru”, dengan pemandangan hamparan Kaolin berwarna putih membentang dan membentuk bukit, sehingga menambah keelokan obyek Danau Kaolin ini.

Danau Kaolin di Belitung terletak di Desa Air Raya Tanjung Pandan, Belitung, provinsi Bangka Belitung. Untuk menuju kelokasi ini, dari bandar Udara Internasional HAS Hanandjoeddin di Tanjung Pandan, membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit dengan menggunakan kendaraan roda empat. Fasilitas dan insfrastruktur menuju ke obyek Danau Kaolin cukup bagus, namun untuk sarana angkutan umum untuk menuju ke lokasi masih minim.

Menurut penuturan salah seorang warga setempat, yang kebetulan pemilik kedai di sana, dan biasa disapa Pak Abu, saat berbincang dengan penulis mengakatan bahwa Danau Kaolin sendiri merupakan bekas galian dan penambangan mineral, katanya.

Pak Abu, juga menceritakan bahwa tambang Kaolin di Air Raya, Tanjung Pandan Kabupaten Belitung sendiri sudah beroperasi sejak tahun 1990-an. Hasil tambang Kaolin banyak diekspor ke Singapura, Malaysia, dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

Tambang Kaolin di Tanjung Pandan merupakan salah satu tambang Kaolin yang beroperasi di Belitung. Tambang ini dioperasikan oleh pihak swasta yang juga melibatkan warga setempat sebagai pekerja

Ketika Anda telah sampai ke lokasi, sepanjang mata memandang terlihat kawasan bekas galian tambang mineral Kaolin. Hamparan perbukitan berwarna berwarna putih, layaknya bukit pasir putih, di sana-sini membentuk perbukitan, sebagian lagi terdapat cekungan danau nan mempesona dengan airnya yang berwarna biru.

Danau Kaolin, menjadi daya tarik bagi siapa saja yang berkunjung ke pulau Bangka Belitung, para pelancong banyak yang berkunjung, untuk sekedar berfoto ria. Untuk masuk ke obyek Danau Kaolin sendiri penulis bersama rombongan tidak mengalami kesulitan, bahkan tidak dikenakan tarif, kedai dan warung-warung sederhana milik para penduduk setempat tampak berada di bagian depan, ramai ketika banyak para pelancong berkunjung ke sana.

Walaupun telah memberikan banyak lapangan pekerjaan untuk masyarakat lokal dan sangat kaya manfaat, namun dampak negatif dari penambangan ini, seperti yang kita lihat,  kerusakan lingkungan.

Provinsi Bangka Belitung (Babel) dikenal sebagai penghasil timah, memiliki pantai yang indah, ibukota provinsi ini adalah Pangkalpinang. Terdiri dari dua pulau utama yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung serta ratusan pulau-pulau kecil, berdasarkan data dari wikipedia total pulau yang telah memiliki nama berjumlah sebanyak 470 buah dan yang berpenghuni hanya 50 pulau.

Terletak di bagian timur Pulau Sumatera, dekat dengan Provinsi Sumatera Selatan. Selat Bangka memisahkan Pulau Sumatera dan Pulau Bangka, sedangkan Selat Gaspar memisahkan Pulau Bangka dan Pulau belitung, sementara di bagian utara provinsi ini terdapat Laut Tiongkok Selatan, bagian selatan adalah Laut Jawa dan Pualau Kalimantan di bagian timur yang dipisahkan dari Pulau belitung oleh Selat Karimata.

Selain terkenal karena keindahan alamnya, Belitung ternyata menyimpan kekayaan alam yang melimpah. Tanjung Pandan misalnya salah satu daerah di Kabupaten Belitung memiliki potensi pertambangan Kaolin.

 

Sekilas Tentang Kaolin

Kaolin merupakan sebuah mineral yang digunakan sebagai bahan baku industri seperti kosmetik dan pasta gigi. Kaolin digemari karena sifatnya yang halus, putih, kuat, halus serta daya hantar listrik dan daya hantar panas yang rendah.

Ketika penulis berselancar dan googling, mendapat penjelasan dari wikipedia, bahwa  Kaolin merupakan semecam tanah lihat yang efektif untuk mengobati diare dan juga peradangan kulit tertentu.

Kaolin merupakan suatu masa batuan yang kemudian terususun dari material lempung yang mempunyai kandungan besi yang rendah, dan umumnya berwarna putih atau agak keputihan.

Kaolin ini merupakan tanah liat halus berwarna putih yang digali dari tanah, Kaolin dibersihkan dengan cermat dan dimurnikan sebelum menjadi obat. Manfaat utamanya sebagai obat pereda serangan diare ringan pada orang dewasa. Kaolin kadang-kadang juga digunakan sebagai losion untuk mengobati lecet, bisul dan peradangan kulit. Walupun sudah digantikan oleh krim antisptik dan antibiotik, alergi kulit terhadap losion kaolin jarang terjadi, tetapi orang dengan kulit peka pada umumnya harus menghindari pemakaian losion karena losion apapun dapat mengiritasi kulit.

(penulis : ratman aspari/foto :ridwan)

 

 

6 Comments to "Singgah Sejenak ke Danau Kaolin, Tanjung Pandan, Belitung"

  1. Lani  6 November, 2019 at 10:14

    EA Inakawa: kalau mau berenang tinggal jalan 5 menit tinggal nyemplung ndekem……ngga usah jauh2 lah ke Belitung hahahah……….apakabar sudah lama sekali ngga saling kontak,,,,,masih di Kongo?

  2. EA.Inakawa  6 November, 2019 at 09:20

    @ Ci Lani, Pastinya Pantai KAOLIN ini sedang menunggu Ci Lani berenang disana, ayoooo…..

  3. Lani  3 November, 2019 at 01:25

    Sangat indah danau ini……..apakah ada wisata didanau seperti berperahu mengelilingi keindahan danau? apakah boleh digunakan untuk memancing dan yang lainnya………

  4. mas ratman  1 November, 2019 at 08:47

    Terima kasih Andmin Baltyra.com yang luar biasa, sukses selalu buat team Admin Baltyra, kapan ada rencana kopdar di Indonesia untuk para penulis/kontributor Baltyra, biar pada kenal, salam..

  5. mas ratman  1 November, 2019 at 08:29

    Setelah singgah dibeberapa tempat di tanah air, potensi alam kita memang luar biasa, alamnya yang subur, indah dan penduduknya yang ramah tamah,

  6. Handoko Widagdo  31 October, 2019 at 11:04

    Indonesia dikaruniai banyak tempat eksotik. Terima kasih Bang Ratman Aspari.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.