Jalan Kaki di Pinggir Sungai Rhein

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA…

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. di hari yang indah ini… Dj. harap anda semua ada dalam keadaan sehat dan tidak kurang suatu apapun…

Okay, sebelum Dj. banyak ngebual (smile…), Dj. minta maaf, untuk sobat yang di Jerman, atau mungkin di tempat lain, karena sampai saat ini hanya bisa membaca dan tidak bisa melihat foto-foto yang Dj. tayangkan, ya sangat disayangkan. Dj. sudah sering berkomunikasi dengan suhu Josh Chen, tapi rupanya beliau juga sedikit kwualahan dengan ini situasi

Olehnya Dj. pikir, kemungkinan Dj. sudah terlalu banyak menulis, sehingga Baltyra jadi kacau…Hahahahahaha…!!! Dengan demikian, maka Dj. akan sedikit kurangi frekwensi menulis, agar Baltyra kembali lancar.

Harap anda semua maklum ya, terutama yang selalu menunggu oret-oretan Dj. Terutama mbak Tree yang masih mau membubuhkan komentarnya, walau melihat ikan bakar Dj. mbak Tree tidak bisa ngiler. Kasihan sekali yang di Jerman, bagaimana mau ngiler…??? Lihat gambarnya pun tidak bisa… Hahahahahahahahaha…!!!

Jelas, Dj. juga sangat senang dengan semua komentar-komentar sobat semua yang selalu setia membaca oret-oretan Dj. Dewi Dew Dew (sieq sieq), Yu Lani (Mahalo), Sierlie (Kamsia), Lady Di (Matur Nuwun), Cory (Tarimakasih), Linda (Hatur Nuhun), yang laki-laki tidak Dj. sebut, agar tidak GR.. Hahahahahaha…!!!

Sekarang Dj. akan sedikit cerita tentang situasi saat ini di Mainz atau Eropa pada umumnya. Di Eropa, sekarang sudah memasuki musim gugur dan sudah sedikit dingin, walau belum minus, tapi sudah terasa di tulang.
Dedaunan sudah berubah warnanya, dari hijau, menjadi orange…dan tidak lama lagi, mereka akan gugur…

Ini Dj. ambil saat, Dj. jalan kaki pagi hari menuju kota atau Sungai Rhein…
Karena kami tinggal diatas bukit, maka untuk mencapai Sungai Rhein, Dj. harus jalan kaki sekitar 4 – 5 Km. Jalan kaki di tepi Sunga Rhein, sangat menyenangkan, karena udara yang bersih dan segar, walau sedikit dingin.
Oooooo…ya…hampir saja lupa, kota Mainz dilalui Sungai Rhein, Sungai yang terbesar di Eropa lho…

Dan di tepi sungai Rhein, ada alle yang hanya untuk pejalan kaki, di mana pohon-pohon ini ditanam saat Napoleon. dia berkuasa sampai di Mainz. Untuk sejarah, biar mas Iwan nanti yang cerita, karena mas Iwan pakar sejarah. Jadi salah satu kenang-kenangan yang ditinggalkan oleh Napoleon.
Walau pagi itu ada matahari, tapi suhu hanya antara 3° – 5° C.

Sungai Rhein, cukup terkenal, karena terbesar dan terpanjang di Eropa, yang mana dari Swiss sampai Belanda. Kadang ada juga kapal besar yang bersendar di Mainz, kalau kapal kecil, hampir setiap hari ada.

Dari jalan kaki di pinggir sungai Rhein, untuk pulang, Dj. lewat tengah kota dan ini adalah Gereja tertua di kota Mainz. Karena Mainz, penduduknya tidak sampai 200 rn kepala, maka seperti biasa, kalau di banding kota di Indonesia, Mainz kelihatan sepi, tapi juga tenang.Tidak ada Mal, hanya ada City Walk saja.

Dan di dekat patung Gutenberg, di sana ada tanda, bahwa kota Mainz, juga dilalui 50° Garis Lintang Utara.

Puji TUHAN…!!! Saat lewat toko Asia, Dj. lihat ada kacang panjang, terong mini (maaf Dj. sebut mini, karena memang kecil ?) seperti mbak Tree…hahahahahahaha…!!! (Senang godain mbak Tree agar senyum-senyum sendiri dan tetap sehat). Okay, ada juga tauge, sambal kacang, ada tahu dan tempe…saatnya bikin KAREDOK…!!! Suegeeeeer…Kata yu Lani…

Dj juga goreng Tahu dan Tempe…

Tapi Dj. hari itu juga di Asia Toko dapat “TEMU KUNCI“, entah didatangkan darimana…Hahahahaha…!!! Haaaaach…??? Anda tidak tahu apa itu Temu kunci…??? Okay…Okay…Okay…silahkan lihat foto di bawah, mungkin ada bedanya dengan yang di Indonesia…??? Karena Dj. pernah pamer Kemangi, saudara Dj. bilang kok daunnya besar dan beda dengan yang di Indonesia.
Padahal Dj. belum pamerkan kemangi yang berdaun hitam… Hahahahahahaha…!!! Lha serius ini, tidak percaya ya…lihat saja sendiri deh…Ini TEMU KUNCI

Ini Kemangi berdaun hijau dan hitam, tapi aromanya tetap sama dengan kemangi yang ada di Indonesia.

Okay…Dan Temu Kunci ini Dj. akan bubuhkan saat akan bikin “ SAYUR BENING “ Hhhhhmmmm…Lecker…!!!

Dj. ada bonsai pohon cabe rawit…Pohonnya, jelas kecil, namanya juga bonsai (Pun tsai) dan buahnya juga mini, tapi puedeeeesnya minta ampun…
(mau nulis kecil seperti mbak Tree, tapi mbak Tree tidak pedes, melainkan murah senyum…benar mbak Tree…?). Dj. petik 1 buah (bukan satu biji) dan Dj. gerus di sayur bening tersebut, waduuuuuh…Mulut Dj. seperti terbakar…Hahahaha…! Nah ini dia bonsai Cabe yang Dj. cerita di atas…Masih jauh lebih kecil dari kuku jempol Dj. buahnya yang merah dan yang hijau masih di pohon, tapi bunganya tetap bermunculan…

Okay…

Jelas tidak lupa dimakan bersama krupuk, agar lebih nikmat…!!! Sayangnya, krupuk tali emas ini belum Dj. temukan di Mainz, jadi kalau ingin beli, ya harus ke Amstterdam. Sambil jalan-jalan atau pesan saudara yang tinggal di Amstelveen.

Waduuuh…banyak sudah, apa yang Dj. ceritakan, semoga tidak banyak mengecewakan…Mohon maaaf bila banyak salah kata dan banyak guyonan…

Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. Terimakasih kepada anda semua yang setia membaca oret-oretan Dj. dan membubuhkan komentarnya.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menyertai kita semuanya.

 

Salam manis dari Mainz
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

22 Comments to "Jalan Kaki di Pinggir Sungai Rhein"

  1. Nur Mberok  22 November, 2019 at 15:33

    Baru liat temu kunci gede dan panjang gitu.

    Juga kemangi hitam.

    Bonsai cabenya bagus yah.

    Pengen punya bonsai buah2an yg serimbun itu…

  2. Dj. 813  20 November, 2019 at 20:52

    Hallo Wid…
    Terimakasih sudah mampir….
    Mosok ngiler , Dj rasa Wid lebih bpinter madak dari pada Dj….
    Nanti kalau Dj mudik, Dj bawain cabe rawit dari bonsai Dj.
    Hahhahahaha….!!!
    Salam.manis dari Mainz, jug untuk Lie dan anak-anak…‍♂️

  3. widya  20 November, 2019 at 16:52

    Ngiler sama karedok…sayur bening dan cabe rawit bonsai nya Om Dj… makasih yaa..

  4. Dj. 813  16 November, 2019 at 14:13

    Hallo mbak Tree….
    Senenge rek…
    Masih mu nongol lagi…m
    Matur Nuwun…
    Mbelgedes iku opo tho mbak Tree….?
    Ya begitulah, yang namnya manudia…
    Kalau bocara bohong, banxak prang percaya….
    Klau bicae jujur, malah tidak di percaya….
    Hahhhahahahaha….!!!
    Salam.manis dari Maunz dan terap sehat sellu….

  5. Triyudani  16 November, 2019 at 13:53

    Hahaha mbelgedes mas Dj
    Gpp wis sing penting tetep mau menulis dan menghibur banyak orang.
    Matursuwun

  6. Dj. 813  16 November, 2019 at 02:22

    Aloha yu Lani….
    Mahalo Yu…
    Okay. Nanti kalu ada yang dari indonesia, minta dikirimi daun kolor..
    Sayur bening sangat sederhana, mudah dimasak.
    Tapi rasanya sangat uenak dan segar… apalagi saat ini udara di Mainz, mulai dingin…
    Aplagi sejarang di toko Asia selalu ada… jadi akanmlebih sering bikin
    Okay, salm.mnis dari Mainz yu….

  7. Lani  16 November, 2019 at 01:51

    Melihat sayur bening dan jagung (lain kali bikin sayur bening pakai daun Kelor ya) nggarai ngileeeeer kebesssss……
    Pas dimakan dengan sambal terasi, tempe goreng.

    Temu kunci ditemukan di supermarket Asia? Memang sayur bening harus pakai temu kunci biar sedap wangi, agak digeprek biar aromanya tambah wangi ketika dimasukkan ke sayur bening

  8. Dj. 813  15 November, 2019 at 20:56

    Hallo Ajeng…
    Terimkasih sudah mampir….
    Puji TUHAN…!!!
    Bisa lihat foto-foto nya…
    Kami malhbtidk bisa lihat…
    Hahahhjaha….!!!!
    Salm.mnis dari Mainz.

  9. Dj. 813  15 November, 2019 at 17:03

    Hallo Dewi Dew Dew…
    Terimakasih sudah mampir…
    Nebar sekali….
    Kemangi, atat Basilikummenjadi faforit Dj….
    Jug untuk mkan pecel lele atau makan sambal apapun…
    Tom Yan Thai salat , juga faforit kalau ke Thai Restaurant…
    Dj leboh suka sebut nama….mtidak perlz malu… hahahhshs…!!!

  10. Dewi dedew  15 November, 2019 at 11:52

    Ada namaku disebut. Jadi malu dan senyum2 sendiri. Kemangi hitam aku baru lihat. Kalau kemangi yg seperti di photo itu sptnya kemangi dari thailand. Di supermarket2 besar di jkt terkadang ada. Wanginya mantap. Apalagi jika untuk sup tom yam. Slurp sedap. Ditunggu tulisan berikutnya pak Dj. Photo2nya selalu menarik. Sehat selalu pak. Salam untuk keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.