Teknologi Tepat Guna

Jhony Lubis

Apa kabar bro n sist semua? Semoga sehat dan selalu kritis dalam membaca informasi….

Apalagi nih yang bro Lubis mau tulis? Cuma iseng saja karena saya tergelitik membaca berita tentang rencana penerapan teknologi di Indonesia… bahkan semakin ramai yang berwacana dengan orientasi teknologi sebagai solusi atas semua masalah di Indonesia….. ingat di Indonesia…!!!

Ilustrasi awal, Indonesia negara agraris meningkat menjadi industry dimana berubahnya arus penduduk dari pedesaan ke perkotaan baru dan menjadi pekerja di industry dan selanjutnya akan mengarah ke industry 4.0 yang berbasis teknologi dan selanjutnya mungkin akan mengarah ke sektor jasa. Sekarang trend teknologi informasi di Indonesia atau yang semuanya berbau teknologi canggih.

Saya baca di media online maupun cetak, bahwa ada wacana akan memakai teknologi informasi agar PNS (belum terinformasi jabatan/fungsi) agar bisa bekerja dari rumah, teknologi mobil/motor listrik, Artificial Inteligence dalam pekerjaan administrasi pemerintahan termasuk dalam bidang pendidikan, bisnis online yang digadang-gadang sebagai unicorn bahkan decacorn dan lain-lainnya.

Saya pribadi sedikit paham tentang teknologi jadi boleh dibilang kurang cerdas walau sempat kerja yang terkait teknologi dulunya *smile….  tetapi saya coba kaji dari aspek luas sebagian penyeimbang  nalar logica.

Wacana PNS akan kerja dari rumah….hahaha..… saya jujur bingung walau saya sedikit paham mulai dari Office automation, Artificial Intelligence, Decision Engine, Expert System termasuk office 365 dari Microsoft yang dapat share pekerjaan bersama…. Ingat kerjaan PNS itu adalah pekerjaan pelayan public kepada individu ataupun kelompok / instituisi / korporasi

Saya ajak sedikit bermain imaginasi terkait kerjaan bersama secara online, siapa yang akan jadi admin untuk mendistribusikan pekerjaan?  Bisa saja dengan algorithma dibuat distribusi pekerjaan kemudian siapa yang akan mengkontrol hasil pekerjaan? Bagaimana kalau perijinan dimaksud berjenjang kewenangannya?   Bagaimana verifikasi  terpenuhi syaratnya? Bagaimana infrastruktur nya mulai dari jaringan komunikasi hingga Hardware untuk kerja? Last but not least mau dikemanakan PNS yang sudah ada bila teknologi dijadikan solusi, bahkan hampir setiap tahun pembukaan lowongan PNS yang kesannya akan dijadikan sector Padat Karya… *smile

Saya setuju penerapan teknologi untuk pelayanan yang sifatnya rutin perpanjangan misalnya perpanjangan SIM, Paspor, STNK, (SIUP, TDP terakhir infonya sudah tidak perlu diperpanjang atau cukup lapor elektronik) dapat dilakukan dengan metode perpanjangan kartu kredit, selama historis bagus maka setiap jatuh tempo akan diperpanjangan otomatis kecuali ada informasi pembatalan sebelum perpanjangan  dan kesadaran public untuk update data bila ada perubahan.

Asumsi saya lamanya proses birokrasi bukan karena kurang teknologi tetapi kegemukan organisasi dimana harus melalui beberapa tahapan meja untuk menyelesaikan dokumen perijinan, silahkan lihat struktur organisasi pemerintah di kementrian atau PEMDA. Saya pernah baca dan tidak paham batas tanggung jawab dan kewenangannya termasuk volume pekerjaan terhadap jumlah PNS nya misalnya ruang lingkup kewenangan kasie, kabidang, kasubag, kadis disetiap biro/divisi/direktorat…

Pertanyaan saya bagaimana masyarakat yang tidak memiliki teknologi dan membutuhkan pelayanan public? Apakah masih model konvensional datang kekantor pemerintah? Bila PNS nya kerja di rumah , tentu tidak mungkin artinya ada pekerjaan administrasi pemerintah  yang harus kekantor juga…

Mungkin tepatnya untuk PNS jabatan perencanaan strategis, non public service atau litbang dapat dikerjakan dari rumah  tetapi apa tidak buat ngiri PNS lainnya karena jam kerjanya tidak terukur… hahaha…

Selain itu tentang artificial Intelligent untuk pekerjaan adminsitrasi, saya masih bingung kalau untuk pengelolaan data bisa pakai excel atau SPSS untuk statistic atau buat query language sederhana untuk basis database atau mungkin mau seperti mesin ATM untuk keluarkan surat administrasi pemerintah misalnya pilih jenis surat yang diminta, pencet 1 untuk SKD, pencet 2 SKCK, pencet 3 STNK dst… *smile

Saya berharap teknologi bisa jadi solusi cerdas dan mengurangi tatap muka sehingga mengurangi pungli dan semua pembayaran masuk via perbankan sehingga menjadi pendapatan negara non pajak termasuk teknologi mengurangi jumlah PNS sehingga beban gaji pegawai pemerintah di APBN/APBD menjadi efisien dan direlokasi untuk menjadi anggaran pembangunan.

(Persepsi public jadul dan saya tidak mengikuti info terakhir tentang persepsi kepuasan public atas kinerja PNS), PNS masuk kantor konvensional saja, belum tentu mudah ditemukan saat jam kerjanya dan penyelesaian pekerja tepat waktu sesuai SLA nya dengan biaya yang jelas sesuai daftar biaya.

Teknologi akan tepat guna bila paham…. Teknologi hanya menjadi life style bila tidak paham…..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.