Dialog Antara Aku dan Angin Malam

Ning Putri Pratikasari

Malam ini saat aku melangkahkan kaki…angin selalu menerpa dengan rasa yang dingin ,merasuk ke relung hati dan pikiranku.

Seakan dia meyadarkan aku untuk mengingatkan diri dengan langkah yang telah di telusuri.

Siapakah dirimu, yang saat ini di liputi kebahagiaan?itulah sapaan angin malam yang membuatku terdiam….

“Aku”..jawabku…langkahku saat ini pasti…aku melihatnya penuh dengan kelembutan..penuh hasrat untuk menjadi sebuah kenyataan…

“Dimanakah langkahmu kau bawa?” tanya sang angin malam padaku…

“Aku melihat sebuah titik terang yang penuh cahaya…ke sanalah arah langkahku wahai angin malam…

Sebuah harapan dengan penuh cinta dan kasih sayang..selalu penuh dengan senyum dan pelukan hangatnya…”

“Ohhh menyenangkan sekali langkahmu” jawab sang angin…

“Yakinkah dengan cintamu?

Siapa dirimu yang berani memberikan cinta padanya,sepadankah dirimu dengannya….??” Sang angin bertanya kembali sambil meniupkan rasa dingin yang kurasakan…

“Angin malam…salahkah aku memberikan cintaku?

Harapan ku telah aku gantungkan padanya.

Apa karena usiaku,

aku tidak pantas untuknya?

Apa karena sudah terlihat beberapa helai anak rambut yang berubah warna?”

Bukan itu yang ku maksud jawab angin malam…kau begitu tulus memberinya…akankah itu terbalas?

Aku tak ingin melihatmu selalu sendiri…walau penuh tawa bahagiamu, karena aku tahu kau akan melepas tawa dan senyummu di saat dia tetap bersamamu.

Senyummu begitu indah,walau aku hanya angin malam …..yang menikmati senyummu saat berhembus bersama datangnya rintik air.

Angin malam indahnya saat ini aku bisa denganmu…sampaikan padanya bahwa aku tulus mencintainya dan katakan padanya bahwa aku selalu merindukannya…

Akan ku sampaikan padanya bahwa engkau ingin selalu ada dalam pelukan hangatnya…dan akan ku minta dia untuk selalu menjaga senyummu…..

6 Comments to "Dialog Antara Aku dan Angin Malam"

  1. Eiwie Younora  30 December, 2019 at 15:59

    Beautiful

  2. Sade  30 December, 2019 at 15:44

    Yes

  3. SADE  30 December, 2019 at 15:36

    Bagus nih

  4. Lina Batubara  30 December, 2019 at 12:07

    Kalau sudah didasari ketulusan dan doa, tidak ada yang perlu dkhawatirkan toh?
    Jika memang baik , akan Tuhan berkati
    Jika tidak baik pasti Tuhan punya cara untuk mengingatkan dan sediakan yang lebih baik
    Nikmati saja dulu alunnya

  5. Junita  29 December, 2019 at 23:11

    Aku sih yesss

  6. Maria S  29 December, 2019 at 18:40

    Andai aku angin…
    Aku kan berkata : “Gapailah bahagiamu”……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.