Hadiah

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA YANG BERBAHAGIA…

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. di akhir  tahun 2019 ini.

Harapan Dj. anda semua telah melalui tahun 2019 dengan suasana yang Bahagia, Sehat dan tidak kurang satu apapun. Sebelum Dj. seperti biasanya, pamer segala sesuatu di oret-oretan Dj. ini, perkenankan
Dj. untuk mengucapkan…

SELAMAT HARI RAYA NATAL 2019 DAN SELAMAT MEMASUKI TAHUN 2020…!!!

Semoga anda telah melalui tahun 2019 dengan penuh kesuksesan kesehatan dan kebahagiaan serta berkat yang berlimpah. Dan tahun 2020 akan anda mulai dengan penuh kebahagiaan, semoga apa yang menjadi impian anda di tahun 2020 akan menjadi kenyataan…!!!

Okay…Seperti biasanya, sebelum Hari Raya Natal tiba, di setiap kota di Jerman, atau di Eropa pada umumnya, akan ada pasar Natal. Ya, selain toko-toko yang dihias dengan barang-barang Natal, juga di setiap tengah kota ada PASAR NATAL.

Karena 45 kali melihat Pasar Natal di Mainz dan di kota yang lainnya di Jerman, rasanya, semua hampir sama…Hanya sebagai tradisi, orang akan berbondong ke sana, selain untuk membeli hiasan Natal, di sana juga banyak dijual makanan ciri khas Natal. Dan kami pun sekedar lewat pasar Natal untuk mencicipi Kartoffelpuffer atau Reibekuchen (kentang yang di parut dan dicampur dengan tepung, bumbu dan telur lalu digoreng).Ini sangat enak, dimakan dengan bubur apfel. Dj. pernah menuliskannya.

Dan di Pasar Natal ini, walau ada 3 stand, tapi yang laris hanya 1 stand saja dan antriannya cukup panjang dan tidak pernah putus. Susi sempat menghitung, dalam 1 menit, mereka melayani 10 – 12 pembeli, katakan hanya 10 pembeli saja. Maka dalam 1 jam, ada 600 pembeli.Dan setiap pembali, membeli 2 – 4 porsi, untuk keluarga atau pasangan. Susi hitung hanya 2 porsi saja.Jadi satu jam laku 1200 porsi, padahal 1 porsi harganya € 4,50. Jadi dalam 1 jam sudah mendapatkan € 4,5 X 1200 = €5400,-.

Mereka buka dari jam 11 pagi – 20 malam, jadi 9 jam, dan hasil 1 hari = 9 X € 5400,- = € 48.600, – Buka 4 minggu atau 24 hari dari tgl 1 – 23 Desember, jadi 24 X € 48.600 = € 1.166.400, – atau di X Rp. 15.000 = Rp. 17.496.000.000,-
Gilaaaaaaa…!!! Hanya dengan jualan kentang goreng di pasar Natal saja bisa menghasilkan uang begitu buanyaaaaak…. Hahahahahahahaha…!!!
Okay, katakan bayar pegawai, bayar pajak, bayar asuransi dan bayar bahan, setengahnya, masih meraup penghasilan sekitar Rp. 8000.000.000,-
Minimum…..

Tapi ini Dj. cerita yang satu Stand dan stands yang lain, tidak banyak pembeli, hanya kadang-kadang saja. Inilah yang namanya rejeki, tidak kemana. Tapi kalau di Indonesia, yang satu laris dan yang lain tidak, pasti sudah dicurigai, pakai guna-guna lah, pakai ilmu lah….Ya, jelas lah, harus pakai ilmu memasak, mungkin ilmu bumbu yang lain daripada yang lainnya…Hahahahahahahahahaha…!!!

Biasanya, Pasar Natal dibuka, pada minggu Advent Pertama, biasanya selama 4 minggu, sampai Natal tiba. Kali ini Dj. tidak akan banyak pamer Pasar Natal, walau kami juga harus lewat Pasar Natal di Mainz dan juga di salah satu, toko barang-barang peralatan Rumah Tangga. Di sana sangat banyak barang Rumah Tangga, apa saja yang diperlukan untuk keperluan Rumah Tangga. Dari keperluan kamar tidur, ruang tamu, ruang makan, Kamar anak, kamar mandi, dapur dan banyak lagi.

Toko ini sangat besar, mungkin mirip Mal di Indonesia, tapi hanya satu toko dan tidak terdiri dari banyak toko. Kami ke toko ini, karena ingin mecari hadiah untuk pernikahan, jadi bukan untuk hadiah Natal. Di dekat Mainz, ada beberapa toko seperti ini, tapi letaknya, diluar kota, jadi tidak tidak mengganggu kesibukan di dalam kota dan tidak mengakibatkan kemacetan.

Okay, biasanya kalau masuk ke toko seperti ini, kan banyak godaan, karena banyak melihat barang-barang yang bagus-bagus…dan ingin membelinya, mungkin karena sedang obral…Apakah itu tempat tidur, sofa, alat-alat dapur atau barang-barang keperluan di kamar mandi dan WC, Hahaaha…!!!

Nah untuk itu, ada nasehat orang Jerman, sebelum belanja, lebih baik cari makan dulu dan makan yang kenyang….Lho apa hubungannya, belanja dengan makan…??? Orang bilang, kalau belanja dengan perut kosong / lapar, maka apa saja juga ingin dibeli…Kalau perut kenyang, maka akan menjadi malas membeli…Hahahahahahaha…!!! Okay, untuk menuju ke Restauran di tingkat 4 di toko ini, kami harus melalui Pasar Natal di lantai bawah.

Akhirnya, kami naik dengan lift ke tingkat 4, karena Restaurant di tingkat 4 dan ternyata di dalam Restaurant juga penuh manusia. Puji TUHAN…!!! Pelayan yang baik, langsung mengantar kami, dimana ada meja yang tamunya baru akan pergi. Dan kamipun segera memesan, karena kalau dia pergi, maka akan menunggu lama lagi, walau banyak pelayan yang lainnya.
Nah setelah manunggu sekitar 20 menit, maka makanan Susi dan anak-anak datang, hanya pesanan Dj. yang belum datang. Mungkin karena schnitzel, jadi tidak harus lama nunggu…Wiener Schnitzel (mungkin itu dulunnya makanan orang Wien…Hahahaha…!!!), tanpa saus tapi dengan salat kentang…

Jäger Schnitzel (Schnitzel ala pemburu) dengan saus dan kentang goreng.

Sudah gelas bir yang ke 2 yang Dj. pesan, baru akhirnya makanan Dj. datang juga…Kasihan pelayannya kelihatan sedikit stress dan minta maaaf, karena Dj. harus lama menunggu…Hahahahaha…!!! Dj. pesan Loin yang menjadi favorit Dj. di toko ini. Bagusnya, di toko ini semua makanan cukup murah dibanding Restaurant di kota. Mungkin juga reklame agar banyak pengunjung datang ke toko ini, untuk membeli barang, selain akan makan juga.

Daniel menunggu sampai makanan Dj. datang, baru dia makan bersama Dj….

Okay…Setelah makan, maka kami ke satu bahagian dimana, sudah disediakan hadiah-hadiah yang dipilih oleh pasangan penganten yang mereka perlukan untuk rumah tangga mereka nantinya. O ya…Toko ini namanya SEGMÜLLER, yang tinggal di Jerman, pasti mengenalnya, karena ada banyak di Jerman. Di dalam ruangan yang sangat luas, banyak meja yang dihias dengan barang-barang keperluan Rumah Tangga.

Jadi para undangan, yang menerima undangan, di kartu undangan sudah tertera, hadiah ada di toko X (misalnya). Jadi, para undangan tidak perlu pusing cari hadiah, disana sudah disediakan, apa yang pengantin pesan.
Jadi, toko akan mencatat, siapa membeli apa…jelas sudah harus bayaar…Hahahahaha…!!! Asal jangan salah masuk ruangan yang mana calon pengantinnya, orang lain dan bukan yang ada dalam undangat.
Karena biasanya ada beberap ruangan hadiah yang dipesan para calon pengantin – pengantin yang berbeda. Hadiah ini, bukan hadiah yang mahal, karena nantinya, bila yang di ruangan sudah habis, maka pengantin bisa menukarkan dengan barang yang lebih mahal dan sisanya dia akan tambah, atau tetap yang dipamerkan. Dengan demikian, tidak kelihatan terlalu mengharap barang mahal…dan juga meringankan tamu yang sdh mau membeli barang-barang di toko tersebut, sebagai hadiah…Dan tamu datang tanpa membawa barang ke pesta pernikahan, cukup membawa undangan saja.

Dan inilah meja-meja yang di atasnya ada barang-barang keperluan Rumah Tangga…Mohon maaf, Dj. tidak perlihatkan semuanya, karena terlalu banyak meja…Hahahahahaha…!!!

Dengan demikian, tidak ada tamu yang membawa hadiah yang sama, karena mereka membeli di toko yang sudah menyediakan semuanya berbeda di setiap meja. Dj. yakin di Indonesia, pasti juga sudah ada yang serupa…Tapi i i i…Tidak juga setiap orang kan merayakan pernikahan mereka dengan banyak tamu. Banyak yang sekedar menikah di catatan sipil dan gereja dan hanya diantara keluarga dan teman dekat saja.

Banyak yang berpikir, daripada uangnya untuk pesta, lebih baik untuk pesiar, misalnya pesiar ke Bali atau Hawaii, bisa mandi Matahari.
Tapi Dj. rasa tidk demikian dengan orang Indoesia, kebanyakan orang Indonesia sangat mementingkan pesta, kalau perlu orang sekampoeng atau satu kota diundangnya.Mereka akan malu, kalau sampai jadi pembicaraan orang lain, kok tamunya sedikit.

Tapi beberapa hari kemudian, setelah pesta, pusing mikir bagaimana mengembalikan utang…Kasihan kan…Kami dulu juga demikian, karena kami saat itu masih sekolah, maka cukup bersama mertua dan kaka ipar saja di catatan sipil dan setelah itu makan bersama dirumah…Dari pihak Dj sama sekali tidak ada. Setelah ada penghasilan dan bisa sedikit menabung, baru berani untuk daftar pernikahan di Gereja…Saat itu, Dewo dan Dewi sudah ada…Hahahahahaha…!!!

Okay…banyak sudah yang Dj. pamerkan dan mohon maaaf bila banyak salah kata atau salah nutul…Terimakasih kepada anda semuanya yang selalu menunggu oret-oretan Dj. dan yang selalu setia membubuhkan
komentarnya…

Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj.

Kiranya Berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kehidupan kita setiap hari, juga untuk tahun 2020.

MERRY CHRISTMAS 2019 AND A HAPPY NEW YEAR 2020…!!!

Salam manis dari Mainz
Dj. 813

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

14 Comments to "Hadiah"

  1. Lani  9 January, 2020 at 07:30

    Wiener Schnitzel makanan Jerman yg paling aku suka. Yg difoto itu daging sapi, ayam atau B2 kah?

    Menurutku enak yg pakai saus

  2. Dj. 813  28 December, 2019 at 12:08

    Hallo James….
    Benar sekali… hahahahahs…!!!
    Terimakssih James…
    Salam

  3. James  28 December, 2019 at 09:12

    ha ha ha keren foto jadulnya mas DJ, pasti itu foto lagi jaman celana Cutbray tahun 70 an yah ?

  4. Dj. 813  27 December, 2019 at 14:10

    Hallo James . . .
    Terimakasih…… sdh mampir…
    Ssntai saja….
    Tidak ada kata terlambat, selama masih bisa klasih komentar…
    Semoga anda sehat dan bahagia selalu bersama keluarga….
    Salam sejahtera darii Mainz.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.