Surat Pertama dari Kota Kabupaten

Angela Januarti Kwee

 

Dear David,

Hi, aku menulis surat ini tepat di penghujung tahun 2019. Jadi, bila kamu membacanya di awal tahun 2020, aku ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru.

Setahun berlalu, dan aku senang sempat melewati beberapa waktu bersamamu. Terima kasih untuk rangkaian kisah yang kita jalin bersama.

Di surat ini aku ingin berbagi satu kisah untukmu. Tentunya ketika kamu tak ada di sampingku.

Sehari sebelum pergantian tahun, di tengah sukacita liburan panjang, perayaan Natal dan kegembiraan berkumpul bersama orang-orang yang kita kasihi. Aku merasa perlu memiliki waktu heningku sendiri. Anehnya, dorongan itu sangat kuat.

Hanya saja, kota ini tak menawarkan banyak tempat yang kubutuhkan. Kamu tahukan kebiasaanku kalau ingin hening. Ah, andai ada kamu ya. Jadi rindu melewati keheningan itu bersamamu.

Ketika rasa itu tak mampu lagi kubendung, aku memilih berkunjung ke gua Maria dalam keheningan malam. Kali ini, aku tidak sendirian, David. Aku ditemani dua orang malaikat kecil. Anak dari temanku. Mereka menemaniku berdoa dan diam dalam kesunyian. Sesekali mereka berbisik agar tidak menggangguku, tapi karena hanya ada kami bertiga, suaranya tetap terdengar. Hahaha ….

“Di luar sana, Bunda Maria pernah menampakkan diri kepada tiga orang anak,” kataku. Mereka mendengarkan kisahku mengenai penampakan Bunda Maria di Fatima dengan serius. “Bunda Maria mengajarkan mereka untuk berdoa Rosario. Suatu saat, ketika kalian beranjak dewasa dan tidak ada orang yang dapat kalian ajak bercerita, kalian dapat datang ke Bunda Maria seperti malam ini.”

Tak lama, kami kembali terdiam. Mereka tidak keberatan duduk bersamaku lebih lama. Kamu tahu David, aku sangat menikmati momen itu. Cahaya lilin yang aku nyalakan, kesunyian malam, dan kebersamaan kami, membuat hatiku sangat tenang.

Keheningan itu kami tutup dengan mendaraskan doa tiga kali Salam Maria. Saat aku mendengarkan dua malaikat kecil itu berdoa dengan sangat polosnya, ada energi yang menjalar ke seluruh diriku. Energi yang membuatku tersenyum dan berbisik dalam doa, terima kasih Bunda.

Aku rasa, keinginan yang begitu kuat untuk memberikan diriku keheningan bukan tanpa alasan. Sang Maha Damai ingin aku mengalami kisah sederhana bersama Maria dan dua malaikat kecil ini. Dan, kamu pasti tahu bahwa ini sangat berkesan untukku.

David, itu kisah sederhana yang ingin kubagikan padamu. Semoga kamu suka ya. Dan, semoga pula di tahun baru ini, kita punya lebih banyak waktu untuk melewati keheningan bersama.

Jaga dirimu.

Salam sayangku,

Mawar

 

 

About Angela Januarti Kwee

Tinggal di Sintang, Kalimantan Barat. Bersahaja namun sangat dalam memaknai kehidupan. Banyak sekali kegiatan yang berkenaan dengan kemanusiaan, kebhinnekaan dan wujud Indonesia yang plural. Menembus batas benua dan samudra membagikan cerita kesehariannya melalui BALTYRA.com

My Facebook Arsip Artikel

2 Comments to "Surat Pertama dari Kota Kabupaten"

  1. Angela Januarti  10 January, 2020 at 08:27

    Hi James : Terima kasih. Selamat Natal dan Tahun Baru

  2. James  9 January, 2020 at 08:40

    Angela, Selamat Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.