Bukan Petualangan Game of Thrones (4) Rovinj

Hennie Triana Oberst

 

Artikel sebelumnya:

Bukan Petualangan Game of Thrones (1) Poreč

Bukan Petualangan Game of Thrones (2) Pula

Bukan Petualangan Game of Thrones (3) Kuliner

Liburan di satu tempat yang belum pernah dikunjungi akan membuat daftar panjang tempat-tempat yang ingin dilihat. Tetapi karena kami (biasanya) liburan untuk bersantai sambil menikmati suasana baru, maka seringnya mengunjungi satu tempat itu bukan satu keharusan, jika sempat maka akan kami jalani. Banyak sekali kota cantik yang bisa dikunjungi di Semenanjung Istria ini, tetapi kami jalani yang tidak terlalu jauh dari tempat menginap, sehingga perjalanan pergi dan pulang tidak menghabiskan waktu.

Kota Rovinj yang kami pilih, jarak tempuhnya hanya sekitar setengah jam berkendara dengan mobil dari tempat kami menginap. Salah satu kota paling fotogenik dan romantis di Semenanjung Istria. Dulunya kota pelabuhan Rovinj dibangun di satu pulau di dekat pantai, hingga pada tahun 1763 dihubungkan ke daratan. Bangunan di kota ini terlihat artistik dan menarik dengan warna-warninya, betul-betul menebarkan suasana romantis di mana-mana.

Terlihat cukup banyak wisatawan dari berbagai negara di kota ini, dari yang berjalan sendiri dan mengabadikan diri dengan swafoto hingga wisatawan yang berkelompok berjalan mengikuti tour guide mereka yang memegang bendera atau payung berwarna.

Memasuki gerbang kota tua akan ditemui pasar terbuka yang menjual buah-buahan, sayuran, produk lokal dan berbagai jenis cendera mata. Seperti di kebanyakan pasar terbuka seperti ini, akan terdengar suara penjual yang menawarkan dagangan mereka untuk menarik pembeli. Kami hanya melewati saja, karena malas untuk menenteng belanjaan selama merjalan-jalan di kota. Nanti ketika kembali ke tempat parkir akan kami lewati juga pasar ini. Lihat saja apakah masih ada yang kami ingini untuk dibeli.

Tak akan kelaparan jika berada di kota ini, banyak terdapat rumah makan dan Cafe. Ada beberapa yang unik, seperti satu Cafe yang menyajikan minuman di luar, di jalan, di atas anak tangga, dengan menggunakan meja rendah dan bantal sebagai alas duduk. Suasana santai dan nyaman tercipta di sana. Cuaca yang cukup panas seperti ini cukup menggoda untuk berhenti sebentar sekedar menikmati minuman dingin.

Setelah menapaki jalan berundak dengan anak tangga yang lumayan banyak, kami berada di halaman Gereja St. Euphemia, salah satu monumen penting di kota ini. Gereja Barock yang dibangun pada tahun 1725 ini juga dikenal dengan sebutan Basilika St. Euphemia. Seni Barock ada di periode tahun 1600 – 1750, masa itu dibangun Gereja dan Kastil yang sangat indah, dan megah. Kastil-kastil Barock biasanya memiliki taman yang sangat luas dan indah, interior kamarnya dihiasi dengan lukisan imajinatif.

Jika mengunjungi satu tempat, aku suka melongok kota tuanya. Menikmati keindahan kota dan arsitektur bangunan masa lalu, sambil membayangkan dan meresapi suasana masa lalu dalam fikiran sendiri. Pasti banyak sekali terukir cerita dan kenangan yang di sini, mungkin juga ada banyak cerita tentang cinta yang tertinggal di sepanjang jalan dan tembok-tembok kota. Sehingga terpancar nuansa romantis di sini.

Menyusuri jalan dan gang sempit di kota ini akan bisa kita rasakan pesona sisa kejayaan Era Venesia, bangunan kuno yang masih tetap memancarkan kemolekan dan kemegahannya.

Rovinj sungguh-sungguh menawan dipandang dari segala sudut.

T A M A T
Sampai bertemu di perjalanan berikutnya
Kroasia, Pfingsten Juni 2019

 

 

4 Comments to "Bukan Petualangan Game of Thrones (4) Rovinj"

  1. Hennie Oberst  28 June, 2020 at 17:22

    Terimakasih sudah singgah ya Pak Sirpa. Mudah-mudahan sehat selalu
    Salam hangat dari jauh.

  2. Sirpa  28 June, 2020 at 04:44

    Mampir menyimak JJS nya …

    makasih dat diberitahu berita meninggalnya JC
    (tadi barusan nunut di artikelnya Mas Handoko (ttg Kuliner Tionghoa)

    salam hangat.

  3. Hennie Oberst  2 April, 2020 at 16:01

    Iya, betul sekali. Terimakasih ya Pak EA. Semoga sehat-sehat dan baik-baik saja ya di sana.
    Salam hangat dan sehat selalu.

  4. EA.Inakawa  2 April, 2020 at 13:00

    Betul Hennie,
    Menikmati Kota Tua yang sarat dengan sejarah punya sensasi sendiri, kita takjub bagaimana Tuhan memberikan imajinasi yang berbeda kesetiap insan yang berbeda Bangsa, dan keindahan alam & arsitektur nya.
    Salam Sehat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.