Bukan Hanya Penganan Biasa – Asal Mula Lumpia Makanan Saat Festival Cheng Beng di Quanzhou

Henky Honggo

 

Note Redaksi:

Walaupun Ceng Beng sudah berlalu kemarin di tanggal 5 April, namun makanan khas yang menyertainya tak lekang oleh waktu. Mari kita simak artikel menarik di bawah ini.

Penganan lumpia (潤餅 rùn bǐng) sangat identik dengan makanan tradisional khas Semarang. Salah satu sajian Nusantara yang tidak asing di telinga. Lumpia merupakan makanan yang dibawa para imigran Tiongkok dan berakulturasi dengan rempah-rempah Nusantara.

Di negeri Tirai Bambu, lumpia berasal dari Quanzhou (泉州 quán zhōu), sebagai kudapan yang sangat terkenal. Menjelang festival Cheng Beng, lumpia sebagai salah satu makanan yang disajikan untuk dinikmati bersama keluarga.

Bahan pembuat lumpia di Quanzhou berupa kacang tanah, wortel, kubis, seledri, kecambah, jamur, rumput laut, bihun, daging, udang, bawang putih. Saat dimakan, harus dibungkus dengan kulit yang terbuat dari tepung terigu. Hasilnya mirip dengan bantal guling.

Legenda

Ada banyak legenda tentang asal mula lumpia. Salah satunya diprakarsai oleh istri Cai Fuyi (蔡复一 cài fù yī), seorang sarjana dari Dinasti Ming. Cai Fuyi seorang brilian dan jujur, tetapi berulang kali dijebak oleh pengkhianat. Kaisar mendengarkan tuduhan palsu dan meminta Cai Fuyi untuk menyelesaikan transkrip dokumen pengadilan selama 49 hari. Totalnya ada 9 kotak, jika tidak selesai maka akan dianggap melawan.

Untuk menyelesaikan tugasnya, Cai Fuyi lupa makan dan tidur, siang malam kedua tangannya digunakan untuk menulis. Istri Cai berpikir dengan cara cerdas untuk menyiapkan makanan. Membuat tepung terigu yang diadon dengan air, lalu panggang di atas wajan. Hasilnya seperti lembaran mie yang tipis. Setelah itu mencincang daging hingga halus, kemudian ditaruh di atas lembaran tipis lalu digulung silinder.

Selama berhari hari istri Cai menyuapnya dengan lumpia, sehingga tidak menghabiskan waktu menyelesaikan tugas. Akhirnya dengan pelayanan istri yang penuh kasih sayang menyiapkan makanan, Cai Fuyi dapat menyelesaikan tugasnya tepat waktu.

Evolusi

Selama era Dinasti Tang dan Song, banyak penduduk yang berimigrasi ke wilayah selatan. Kue lumpia pun diperkenalkan ke wilayah Fujian selatan dan dianggap sebagai pelopor lumpia. Bentuk kulit lumpia yang bulat melambangkan penyatuan kembali sebuah keluarga. Kulit lumpia berwarna putih dan fitur isinya merah, sebagai lambang perak yang terbungkus emas. Simbol ini dianggap sebagai keberuntungan dan dicintai oleh orang sekitarnya.

Isi dari lumpia kemudian berevolusi pada bahan musiman. Pilihan terbaik yaitu wortel yang memunculkan rasa manis, kacang, bawang putih, daun bawang, rumput laut, juga bahan lainnya. Saat menjelang Cheng Beng adalah musim panen tiram, sehingga menggunakan daging tiram bergizi sebagai menu pelengkap. Setelah itu lumpia dengan isi yang bermacam-macam tersebut digoreng. Sajiannya pun ditambah dengan gula, bawang putih, ketumbar dan peterseli. 

Sebagai makanan tradisional, lumpia juga selaras dengan konsep kesehatan saat itu. Wortel kaya akan vitamin A, rumput laut mengandung kalium, kacang mengandung protein nabati, ketumbar menurunkan tekanan darah. Karena itu lumpia bukan hanya sebagai penganan biasa, tetapi juga makanan hijau yang sehat. (henky honggo)

 

 

5 Comments to "Bukan Hanya Penganan Biasa – Asal Mula Lumpia Makanan Saat Festival Cheng Beng di Quanzhou"

  1. Alvina VB  20 May, 2020 at 06:36

    Kan bisa minta dibikinin lumpia Semarang pake rebung sama istri kalau gitu, James. Pasti ada kan rebung di Ausie?

  2. James  11 May, 2020 at 09:18

    iya AL saya suka sekali rebung, sudah terlalu lama engga menyantap Lumpia Semarang, sejak pindah ke Ozi, jadi cuma makan bikinan istri doang

  3. Alvina VB  11 May, 2020 at 01:30

    Thanks buat sharing cerita asal-usul lumpia. Lumpia jenis apapun saya suka, tapi tidak yg pake rebung,karena baunya yg menyengat, he…he….Lidah org lain2 ya……. James, lumpia Semarang yg pake rebung ya? Kl gitu gak ada saingannya James, silahkan dihabiskan sendiri, ha..ha…..

  4. James  10 May, 2020 at 09:03

    Lumpia Semarang uenak kangen deh……bikin laper

  5. bagong julianto  10 May, 2020 at 07:46

    Berarti masih ada kelanjutan kisah loen pia hingga muncul irisan rebung di dalamnya.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.