Cinta Sejati

Ning Putri Pratikasari

 

Dalam perjalanan siang tadi sempat meleleh hati ini melihat pasangan yang sudah tua (berkisar 70 thn an).

Kebetulan bus agak penuh, mereka naik dan sang istri duduk sambil menyuruh sang suami duduk di bangku yang masih tersedia.

Sang suami tidak mau dengan alasan agak susah duduk karena membawa tas ransel yang agak besar.

Sang istri memaksa sang suami, karena takut orang yang dia cintai jatuh.

Sang suami tetap kekeh tidak mau duduk.

Sampai sang istri bilang…”Tas mu bisa aku pangku dan kamu bisa duduk”

Akhirnya sang tambatan hati duduk dan bertanya pada sang istri : “Kenapa kamu memaksa saya untuk duduk”

Sang istripun menjawab “Saya tidak mau kamu jatuh,sayang”

Suamipun langsung memegang tangan istrinya dan mengatakan “Begitu besarkah rasa khawatirmu? Terima kasih kamu mencintai saya selama hidup ini”

Sekarang kamu tidak perlu khawatir lagi karena saya sudah duduk”

Sang istri menatap penuh dengan rasa cinta dan sayang.

Suamipun mengatakan “I love you”

Jawaban sang istri sangat sederhana…sebuah tatapan sayang, dengan berkaca-kaca matanya dan senyum manisnya…

Melihat kejadian dan mendengar obrolan mereka (kebetulan aku duduk di sebelahnya), jadi aku mendengar langsung….hatiku trenyuh…dan ikut merasakan kebahagiaan dan kekuatan cinta di antara mereka, yang aku lihat sangatlah luar biasa.

 

 

One Response to "Cinta Sejati"

  1. James  10 May, 2020 at 09:19

    Sejatinya Cinta itu demikian, berlangsung hingga hart tua jika boleh sampai ajal menjelangpun demikian, itulah yang seharusnya terjadi dengan setiap pernikahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.