Dari CITIZEN JOURNALISM Untuk JOSEPH CHEN (from CJ to JC) – part 6-

AJI (by: Jonathan Leung)

Berawal dari milis yg membernya cuma awalnya 10 atau 9, dan akhirnya 8 dgn keluar nya Sophie dan Wenny dan akhirnya diganti oleh Hariatni Novitasari, milis ini dgn inisial GCN yg bermula dari grup cucu neli sampai berubah jadi grup cerdas nyampah, aku lupa kayaknya juwita sydney juga pernah disini , tiap hari bahas yg gak penting, pokoknya nyampah apa aja yg ada dihati dan kepala, sampai suatu saat Aji bilang mau bikin CJ juga buat pengganti KOKI yg dibrangus oleh Kompas, mintalah dia usul dr kita2 nama yg cocok dipakai, dan masing2 dr kita usul yg penting initial nya GCN, akhirnya diputusin nama yg dipilih seingatku usulan dr Gandalf yaitu Global Community Nusantara , tp singkatannya jd Baltyra , setelah Bandulan jd (demikian kami menyebutnya) yg aktif membantu desain adalah Gandalf, entah siapa lagi diluar kami yg bantu krn Aji gak pernah bilang, milis ini berubah jd WA grup setelah wa menggantikan BbM dan milis, sampai saat ini sdh sekitar 11-12 th grup kecil kita ini berjalan sampai td pagi , kita mendengar kabar kepergian Aji Chen Bromokusumo kita bener2 shock. Selamat jalan bro mungkin hanya kita yg selalu membully dirimu , terutama sekali oleh master sengak dr suzhou,
Rest in peace Master Pilih Kasih , you will be missed by, see u in another life.

JC – Jalan Cinta (by: El Hida)

: Teruntuk Joshep Chen

 

selamat jalan menuju Cinta

tempat di mana keindahan

menjadi rumah

tempat di mana kebahagiaan

menjadi megah

 

selamat jalan menuju Cinta

tempat di mana airmata

menjadi doa

tempat di mana kenangan

menjadi harapan

 

selamat jalan menuju Cinta

tempat di mana nyanyian-nyanyian

menjadi salam perpisahan

tempat di mana segala puji-pujian

menjadi ketentraman

 

selamat jalan menuju Cinta

lalu lihatlah kami di sini dalam duka

lalu kenanglah kami di sini yang kini luka

lalu peluklah impian-impian kami menjadi nyata

 

selamat menempuh

Jalan Cinta

wahai jiwa yang di kedalaman dada

selalu ada rindu dan suka cita

 

Tasikmalaya, Juli 2020

AJI (by: Ratna Elnino Agustina)

Makasih Anastasia Esti Yoeswoadi dan Mena, mewakili kita semua bertemu Buto untuk kali yang terakhir.

Leon bilang, bunga kita memang diminta ditaruh di depan karena Baltyra punya arti tersendiri untuk Papa 😭💜

AJI (by: Betty Gummira Lambeth)

Sekitar 2 minggu JC telah meninggalkan kita di Baltyra. Namun saya percaya kita semua akan selalu memperbincangkannya sampai kapanpun, seperti sosok almarhumah Zeverina … apalagi sosok JC terkenal dng kebaikannya & jarang bahkan saya tidak pernah membaca/mendengar ttg keburukannya.
Yang saya ingat bbrp tahun y.l saya pernah meminta resep di saat Imlek, yaitu masakan rebung, beliau langsung memberikannya di kolom komentar di Baltyra. Hanya sayang saya tidak menyalinnya kembali & resep itu pun hilang tertelan komen2 lainnya sebelum saya sempat mempraktekkan resep rebung tsb.
Kepergian JC, bagi saya pribadi terlalu sangat mengejutkan … saya menerima WA dr Linda Cheang Yue Lin & saya membacanya pas baru bangun dari tidur. Jujur, saya kaget & tidak percaya serta menangis krn saya masih melihat aktivitasnya di PSI bbrp hari sebelumnya.
Tapi dengan melihat photo2 yg diposting di Baltyra oleh Mas Iwan Kamah & FB ttg kepergian JC tsb, mau tidak mau saya saya harus menepis keraguan saya ttg berita tsb.
JC, kau sudah mengakhiri pertandingan di dunia ini dng baik. Tentramlah kau di sana bersama Sang Pemilik Kehidupan, yaitu Bapa Sorgawi. Suatu saat nanti kita akan berjumpa kembali di Rumah yg telah Bapa sediakan bagi kita semua.
You will be missed forever!!!

 

AJI (by: Ira Soenjoto Kaminsky)

Saya dikenalkan oleh Mas Aji Chen Bromokusumo tahun 2018 di Markas PSI Tanah Abang. Dia orangnya antusias dengan sebuah isu dan masalah hingga tuntas diselsaikan. Saya suka karakter dia soal ini.

Awal bulan Juni 2020, ketika sedang hangat isu TPA Cipeucang, Mas Aji kerap hubungi saya melalui medsos. Dia minta saya memviralkan tahap-tahap perjuangannya melakukan advokasi di akun Twitter saya. Saya melakukannya dengan baik. Hingga saya banyak dicaci maki oleh kaum pembela kebatilan. No problem…

Saya bangga degan Aji.

 

Ucapan duka (by:Lani Kona)

Aku mengenal JC (yang selalu aku panggil AJ, atau Lurah Baltyra) melalui KOKI. Setelah KOKI lenyap kemudian lahirlah Baltyra, perkenalan kami berlanjut.

Pertama kali bertemu Lurah Baltyra kurang lebih 20 tahun yang lalu ketika aku mudik dan mampir Jakarta. Kami bertemu disalah satu restaurant lupa nama restaurant dan tempatnya. Ketika bertemu Lurah Baltyra mengajak isterinya dugaanku mereka belum lama menikah. Mereka belum beranak pinak, dan Suzanne belum bisa berbahasa Indonesia.

Seingatku dalam pertemuan pertama kali, kami sudah ngobrol ramai seperti sudah saling mengenal lama seperti “sahabat ambyar” saja. Lurah orangnya ceplas ceplos, super ramah, saling ejek. Kami merasa klop dan nyambung Lurah ketemu nyai bikini kiwir-kiwir von Kona hahaha aku masih ingat julukan dia buatku.

Ternyata AJ dan aku sama alumni nya dari UNDIP hanya berbeda fakultas.

Sebetulnya tahun ini aku berencana mudik dan gagal karena Covid-19. Kami punya rencana untuk ketemu lagi selain sudah lama tidak ketemu aku ingin ketemu dengan ke 3 jagoannya serta Suzanne yang sudah lancar berbahasa Indonesia.

Diantara kami masih saling kontak rutin walau tidak setiap hari. Seringnya via WA, email, tapi kadang telpon seru dan ramai sepertinya tidak pernah kehabisan bahan obrolan.

Jarak yang jauh sama sekali tidak berarti bagi kami. Aku merasa senang tiap kali bisa berkontak ria yang paling utama dan berkesan Lurah Baltyra adalah kamus berjalan bagiku karena setiap aku punya pertanyaan apapun itu jawabannya lengkap disertakan link dari Wikipedia.

Bahkan kami masih kontak pada hari Selasa, Juni 23. Saat itu jelas dalam ingatanku dia dengan penuh semangat menggebu membicarakan tentang tanggul rob yang jebol padahal belum setahun dibangun, disertai dengan mengirimkan artikel baik yang dimuat di Kompas dan dari YouTube. Kami terlibat dalam diskusi cukup instens. Tidak ada tanda-tanda kalau ki Lurah sakit atau apapun itu.

Tanggal 26 Juni, Jum’at, dipagi hari ketika aku buka HP, langsung njegleg, kaget, shocked, lemas serasa “balungkuwuk ku dilolosi” karena dapat berita dari teman-teman Baltyra kalau Lurah Baltyra telah berpulang menghadap Tuhan pada hari Kamis malam. Aku tidak percaya kepalaku serasa berputar penuh dengan bejibun pertanyaan mengapa, apa alasan dibalik meninggalnya yang tiba-tiba. Karena Selasa kami masih kontak, semua masih jelas dia penuh dengan semangat menggebu mengulas yang sedang dia perjuangkan. Satu kalimatnya yang masih aku ingat “saat ini sedang aku osak-asik permasalahannya”

Tidak terlintas sedikitpun dipikiranku kalau ki Lurah sakit. Karena yang aku tahu ki Lurah sadar banget akan kesehatan, bahkan makan dan olahraga. Tanpa terasa airmata ini meleleh, sedih sekali antara percaya dan tidak percaya akan tetapi harus percaya bahwa AJ sudah kembali kerumah Bapa. Aku beritahukan berita duka ini ke Charismatic prayers group untuk mendoakan agar arwah AJ diterima disisi Nya.

Aku merasa sangat kehilangan seorang teman sejati yang penuh semangat, teman bersendau-gurau, sosok yang aku percaya, kocak, lucu, dan kadang nganyel-ke semua itu tidak akan terlupakan selama aku mengenalnya.

Aku sangat kehilangan “kamus berjalan” yang selalu siap dengan jawaban atas pertanyaan yang aku ajukan.

Selamat jalan sahabat dirimu akan selalu dalam kenangan

Rest in Peace in God’s hands

Kailua Kona, the Big Island of Hawaii. July 1st 2020.

 

Ucapan duka (by: Mbak Clara Bordji Montpelier)

Selamat siang dari Montpellier/France, Dimas Handoko! Saya Clara Bordji! Maaf menggangu!

Per-tama2, saya minta maaf, karena sudah lama tidak berkabar2an!

Saya harap mas Handoko sekeluarga dalam keadaan sehat2 walafiat dan selalu dalam lindungan Tuhan YME!

Kedua, saya mendapat kabar dari Lani Kona, berita yang sangat menyedihkan mengenai kepulangan dimas Josh Chen ke hadirat Tuhan YMK! Dan Lani memberi tahu saya, bahwa liwat mas Handoko, saya dapat ikut menyampaikan rasa belasungkawa atas meninggalnya mas Josh Chen kepada keluarga mas Josh Chen.

Berita kepergian dimas Josh ini membuat saya sangat kaget dan ikut sedih meskipun saya tidak terlalu mengenal sosok dimas Josh, tetap dalam pertemuan mas Josh dan saya , dua kali, saya dapat menyimpulkan bahwa sosok dimas Josh sebagai sosok yang sangat simpatik dan mempunyai aura yang sangat positif!

Karena itu liwat dimas Handoko, saya mohon untuk menyampaikan kepada keluarga dimas Josh, perasaan ikut berduka cita yang mendalam atas kepergian dimas Josh Chen! Semoga arwah dimas Josh diterima disisi Tuhan YME dan keluarga yang ditinggal diberi ketabahan Amin!

RIP dimas Josh Chen!

Terima kasih banyak dimas Han sebelum dan sesudahnya atas kesediaan dimas menyampaikan rasa duka ini!

Saya harapkan semoga dimas Handoko sekeluarga tetap dalam lindungan Tuhan YME!

Semoga lain kali kita bisa berbincang2 lagi dan siapa tahu bisa kembali bertemu muka kalau keadaan sudah mereda!

Semoga Tuhan YME mendengarkan doa2 kita semua!

Salam sejahtera dari sebrang lautan, Clara Bordji

Sampai jumpa lagi (semoga) dalam kesempatan yang lebih memungkinkan.

N.B; Jangan segan 2 dimas Han menghubungi saya

Orang Hebat (by: [email protected])

“Bisa Ngomong”

“Bisa…. Kenapa…”

“Kamu mau kalo diminta bantuan untuk melihat tanggul longsor di tangsel”

“Bantuan apaan”

“Apa yang perlu dilihat dan dinilai dari struktur bangunannya dan kenapa bisa longsor”

…..eh buset…. SIAP!!!

setitik pembicaraan mengenai hal terakhir yang sedang dia kerjakan.

Berawal dari KOKI di kompas dot com, pindah gerbong dan tiba tiba menghilang, hingga akhirnya aku tau ternyata ada BALTYRA dot com.

Bermula dari ingin menulis kecil2an, tapi takut karena gak bisa nulis, dipaksa (ya dipaksa) oleh JC untuk nulis “coba saja” katanya, gak peduli bahasanya, gak peduli tata caranya, yang penting bisa menulis dan mengungkapkan ide dan kreatifitas.

Dari situ saya mulai menulis. Dari situ saya mengenal banyak kawan kawan baik di Indonesia, di Eropa, di Amerika dan di belahan dunia lain termaksud ternyata ada beberapa penulis juga yang berdomisili di Singapura seperti saya pada saat itu.

Singkat cerita, kopdar baik di Singapura dan di Indonesia, dan akhirnya saya balik ke Indonesia untuk mengikuti sepak terjang gubernur yang menjadi salah satu jagoan dari JC yaitu pak AHOK (kerja di BUMD) hingga akhirnya semakin sering bertemu dengan beliau.

Hingga tahun 2018, dimana kita mulai sering bertemu karena ada kerjaan bersama dan dia menawarkan “loe ikut jadi kader PSI mau gak, loe tau sepak terjang persilatan politik dan loe tau luar dalam DKI”…. pada saat itu saya menolak dengan alasan “belum saatnya bro, mungkin lain kali”

Hingga terpilihnya dia menjadi wakil rakyat di tangsel membuat dirinya semakin sibuk, hingga adanya suatu kasus yang membuat dia semakin sibuk.

Kita berbincang mengenai apa saja yang harus dilakukan, apa saja yang biasa dilakukan dalam proses design, pelelangan, pemilihan dsb.

Hingga….. dia mengirim pesan video pada tanggal 16 Juni 2020 dengan judul sesuai arahan Pak Dir….
Ku lihat… WOW…. dibantai sesuai apa yang kita sempat bicarakan hingga detail… luar biasa (bangga juga oi, arahan2 dan step by step yang kita bicarakan di pake disitu.)

Tapi…tak kusangka… pada tanggal 26 Juni 2020… pagi2 baru bangun pagi, ku melihat notifikasi WA dari staffku, mengirimkan photo dan informasi mengenai kepergianmu….

pertama yang kulakukan adalah menulis “HOAX” ga mungkin ini….
ku buka group WA, ternyata ada berita mengenai ini….
ini bukan HOAX… ini BENERAN… yang bener?? gak mungkin?? barusan beberapa hari lalu kita berbicara di telp.

KENAPA???
BAGAIMANA???
KOK BISA???
YAKIN???
BOHONG???

Semua ada dikepala… 

Butuh waktu untuk menerima semua ini hingga saatnya kau di kremasi…
Itupun aku masih tidak bisa mempercayainya…. 
Melihat photomu, ku masih berpikir… gak mungkin…

Tapi…
Itu benar terjadi…

Kepergianmu membuat aku (semua orang yang mengenalmu) kehilangan, ku kehilangan seorang TEMAN dan LAWAN dalam bertukar pikiran, pembicaraan, ataupun persoalan apapun…

Selamat Jalan Kawan….
Sampai Jumpa Diwaktu yang lain…

Kita semua akan melanjutkan perjuanganmu disini…

MERDEKA!!!

Tiap ketemu selalu di TKP ini dengan Bercandaan… “LOE TRAKTIR DONG YANG MAHAL, MASA SOTO MULU”

7 Comments to "Dari CITIZEN JOURNALISM Untuk JOSEPH CHEN (from CJ to JC) – part 6-"

  1. Tammy  8 July, 2020 at 14:20

    Gandalf: masih di SZ?? Lama sekali di sana. I miss SH.

  2. Gandalf the Grey  8 July, 2020 at 12:26

    @Alvina VB

    P.S. Ke manakah Gandalf

    Saya gak ke mana-mana kok…

  3. Tammy  8 July, 2020 at 08:47

    Turut belasungkawa buat keluarga dan sahabat JC. Semoga Tuhan memberikan penghuburan dan ketabahan.

    To JC’s beloved wife and children, we’ve met once in Shanghai. Please accept my deepest condolences to you. May you find comfort in knowing that he was loved and will be missed by many that have known him.

  4. Alvina VB  7 July, 2020 at 21:13

    Masih speechless, belum bisa nulis panjang2; tapi biarlah kita kenang Aji, sebagai ki Lurah yg membuka ‘networking’ dalam Global Community Nusantara.
    P.S. Ke manakah Gandalf dan Sophie saat ini?

  5. [email protected]  6 July, 2020 at 21:46

    hooh soto di alamsutera

  6. Handoko Widagdo  6 July, 2020 at 18:15

    Soto?

  7. Nur Mberok  6 July, 2020 at 10:11

    Kamu… Ah kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.