Brazilian Button Flower, Pangkalan Bun, & Meramban

Pertama kenal bunga ini saat dulu sering sepedaan di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Bunganya yang biru cerah di antara tanah pasir putih jalanan ke arah Kumpai Batu membuat saya turun dari sepeda dan terkagum-kagum. Tanaman liar dengan bunga yang menawan. Saya jadi pengen memindahkannya sebagian ke halaman depan kamar kos saya yang sudah layaknya kebun karena ada banyak tanaman yang saya tanam. Semuanya saya ambil dari sekitar rumah. Saya berhasil menumbuhkannya dan si cantik ini berkembang sepanjang tahun. Tidak seperti saudaranya yang saya lihat mengering saat musim kering dan kembali tumbuh saat musim hujan.

Nah, saat saya ke Desa Penglipuran di Bangli, saya mendapati lagi bunga yang asalnya dari Brazil ini ditanam sebagai tanaman penghias taman penduduk. Saya meminta ke salah seorang ibu untuk diberi bibitnya yang dengan senang hati membawakan saya dua tanaman. Sekarang salah satunya sudah berkembang. Tanaman ini menjadi kenangan buat saya akan kota Pangkalan Bun yang waktu itu sangat menyenangkan buat saya untuk pergi bersepeda sambil meramban.

Brazilian Button Flower, Pangkalan Bun, & MerambanPertama kenal bunga ini saat dulu sering sepedaan di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Bunganya yang biru cerah di antara tanah pasir putih jalanan ke arah Kumpai Batu membuat saya turun dari sepeda dan terkagum-kagum. Tanaman liar dengan bunga yang menawan. Saya jadi pengen memindahkannya sebagian ke halaman depan kamar kos saya yang sudah layaknya kebun karena ada banyak tanaman yang saya tanam. Semuanya saya ambil dari sekitar rumah. Saya berhasil menumbuhkannya dan si cantik ini berkembang sepanjang tahun. Tidak seperti saudaranya yang saya lihat mengering saat musim kering dan kembali tumbuh saat musim hujan.Nah, saat saya ke Desa Penglipuran di Bangli, saya mendapati lagi bunga yang asalnya dari Brazil ini ditanam sebagai tanaman penghias taman penduduk. Saya meminta ke salah seorang ibu untuk diberi bibitnya yang dengan senang hati membawakan saya dua tanaman. Sekarang salah satunya sudah berkembang. Tanaman ini menjadi kenangan buat saya akan kota Pangkalan Bun yang waktu itu sangat menyenangkan buat saya untuk pergi bersepeda sambil meramban.

Posted by Dwi Setijo Widodo on Thursday, January 24, 2019

2 Comments to "Brazilian Button Flower, Pangkalan Bun, & Meramban"

  1. DSW  11 July, 2020 at 15:16

    Waahhh…setuju sekali! Ada banyak keindahan di sekeliling kita bila kita menyadarinya.

  2. EA.Inakawa  11 July, 2020 at 10:42

    Bunga itu selalu menjadi ungkapan Rasa Cinta, dan seharusnya jangan pernah melupakan keberadaan pohon Bunga yang ada disekeliling kita, artinya kita sedang berada ditengah rimbunnya Cinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.