Arti “Expired Date”

Sasayu

Gue akan membahas isu ini secara logika, common sense dan ilmu yang gue punya yang setidaknya sedikit lebih tahu dibandingkan orang awam.

Sebelumnya, gue tekankan, gue tidak dibayar sepeser pun oleh pihak marugame udon, pizza hut dan PHD. Gue sama sekali tidak memiliki afiliasi, pekerjaan ataupun punya saham di SriBoga group. Setidaknya posisi gue bisa memberikan pendapat yang lebih objektif.

Secara etika perdagangan, gue menyayangkan praktik ini dan gue mengerti kenapa customer merasa ditipu dan merasa tidak aman.

Hanya jangan terlalu cepat menghakimi dan langsung membuat kehebohan yang tidak perlu dan berlebihan.

Kenapa saya concern untuk meluruskan beberapa hal mengenai masalah ini. Karena banyak sekali makanan yang masih layak konsumsi tetapi dibuang karena ketakutan yang berlebihan dengan expiration date. 90% penduduk US membuang makanan sebelum waktunya, padahal diestimasi ada 795 juta manusia yang mengalami malnutrisi dan kekurangan pangan.

http://edition.cnn.com/…/19/health/sell-by-dates-waste-food/
http://www.worldhunger.org/2015-world-hunger-and-poverty-f…/

Pertama, dalam produksi pangan, banyak istilah selain expiration date; sell by, use by/best before, guaranteed fresh, packed, etc, etc. Tanggal-tanggal ini bisa digunakan sebagai guidelines/acuan bagi konsumen perihal kualitas dan rasa terbaik dari makanan.

Tanggal-tanggal ini merupakan estimasi, gue ulangi ESTIMASI! IMPOSSIBLE untuk benar-benar mengetahui secara pasti, secara menit, detik, sepermili detik kapan makanan menjadi basi/spoiled. Makanan yang sudah melewati masa expiration date, belum tentu SPOILED. Makanan yang masih dalam waktu expiration date, juga bisa saja sudah rusak/basi.

“Expired date” tidak menjadi jaminan akan membuat kita sakit. Yang membuat sakit itu food pathogens seperti Salmonella atau E.Coli, yang sudah ada sebelum makanan itu diproses. Nah pertumbuhan bakteria ini tergantung dari waktu dan temperatur yang tergantung dari keadaan lingkungan, baik itu kelembapan, kebersihan tempat memproses, suhu ruang penyimpanan, pemanasan yang tidak sempurna, cross contamination dan lain sebagainya.

Kedua, lihat juga jenis produknya. Produk makanan seperti daging, keju, susu, dairy products in general akan memiliki shelf-life yang lebih pendek. Produk seperti tepung, bonito powder (seperti yang diliput), mie instan, etc memiliki water dan moisture content yang rendah, lingkungan dimana bakteria susah bertumbuh, sehingga punya shelf-life yang lebih lama. Tambahan fakta buat kalian, daging steak di restoran mahal yang kalian makan itu, tidak dipotong hari itu atau sehari sebelumnya. Setidaknya setelah dipotong, perlu melalui proses aging kira-kira 20-30 hari (dry aging) atau 4-10 hari (wet aging). Kok gitu? karena selama proses itu, enzyme yang ada akan bekerja dan membuat rasa daging (rasa MSG/umami) lebih enak.

Makanan-makanan lain yang bahkan bisa dibilang tidak punya expiration date seperti madu murni, beras, kacang2an kering, tepung maizena, vanilla extract, coklat murni, garam, gula, tentunya tetap akan layak dan aman dikonsumsi walaopun sudah jauh melalui expiration date.

Ketiga, tergantung kualitas produksi dan SOP pabrik. Konon katanya dan memang cukup terpercaya, produk-produk bumbu, saus bikinan jepang, sangking kualitas produksi pabrik, SOP dan HACCP di atas rata-rata, produk-produknya masih layak dan aman di konsumsi 6 bulan-1 tahun (dengan suhu dan kondisi ruang penyimpanan yang layak) setelah expiration date. Sedikit menjelaskan kenapa expiration date si bonito powder itu diperpanjang 6 bulan kan?

Keempat, lihat proses masakan itu sebelum masuk ke mulut dan perut kita. Semua makanan yang disajikan di dua restoran itu diproses dengan suhu yang tinggi, direbus, dipanggang, digoreng. Jadi kemungkinan besar, bakterianya juga sudah modar dan mati…ti…ti…ti…

Kan kalian tentunya tidak makan setiap hari di dua restoran tersebut, eat in moderation and you’ll be fine.

Lalu bagaimana cara yang paling tepat mengetahui makanan yang sudah spoiled? Percaya dengan indera kita, kalau dari bau saja sudah tidak enak, kemungkinan besar pasti rasa juga sudah rusak. Dari penampilan/tekstur juga akan terlihat mana yang segar dan tidak. Lima indera kita itu tetap masih menjadi sensor yang paling tokcer.

Monggo di share…

Tessa Sugito
M.Sc. Food Science
Contributor at Zywielab.com

About Sasayu

Dari kecil passion'nya adalah makanan, bahkan sampai cicak pun dilahapnya tanpa basa-basi. Petualangannya melanglang buana, menjelajah benua Eropa mengantarnya meraih gelar dan ilmu dalam Food Technology dan Food Science. Setelah lulus dari Helsinki, kembali ke Tanah Air untuk melanjutkan kerajaan kecil keluarga: PONDOL - Pondok Es Cendol, spesialis masakan Jawa Tengah yang cukup melegenda di Jakarta.

Arsip Artikel

13 Comments to "Arti “Expired Date”"

  1. Mawar  8 August, 2020 at 02:23

    Thanks Tessa, sangat informative. Jadi semakin aware mana yang masih bisa di konsum dan mana yang tidak. Iya… kadang ada makanan tertentu yang masih jauh expired date nya, tapi sudah rusak.

  2. [email protected]  30 July, 2020 at 09:11

    Yang dari KONA mencungul…
    apa kabar… yang dari kona… huhuhuhuhu…..
    lama tak sua

  3. Lani  29 July, 2020 at 11:13

    Tessa: Aku sependapat dengan kamu makanan yg expired belum pasti sudah rusak. Aku percaya lidah kita bisa membedakan makanan itu basi atau bau nya beda oleh karena itu kalau nemu makanan/masakan yg sdh expired kalau kurang yakin ya dibaui, didulit diicipi dan dirasakan sendiri kalau rasanya berbeda baunya mungkin kecut/masam itu sudah rusak jelas segera masuk bak sampah……..
    Bahkan aku sering melihat makanan kering yang utama/kaleng yg di donasikan ke food basket secara umum sudah expired (tidak semuanya) akan tetapi masih layak untuk dikonsumsi………

  4. Betty Lambeth  27 July, 2020 at 21:25

    Thank you atas artikel tsb shg pengetahuan pun jadi bertambah. Tuhan memberkati passion mu ini.

  5. EA.Inakawa  27 July, 2020 at 09:51

    Mantap, jadi lebih tau dari kemarin

  6. Alvina VB  26 July, 2020 at 06:15

    Informative article, Tessa! Kl beli barang emang selalu liat2 dulu kapan nich expired datenya; kl gak ada kadang jadi ragu2 mau beli. Kl di sini, close to expired date, biasanya itu barang2 tertentu disale abis2an, supaya stock yg baru masuk, atau suka disumbangkan ke shelter atau food bank yang rata2 orang yang memang butuh dateng dan ambil.

  7. Sasayu  26 July, 2020 at 00:19

    @Kathyrn: holaaa, udah lama bener ga nulis lagi di Baltyra aku, tiba2 muncul ini dipampang. Di Indo harusnya juga dibedakan kok, cuma ya mmg makanan Indonesia mostly ya slow cooking dishes ya, jadi bukan yang banyak mentah seperti makanan Jepang.

    Thank you James dan Pak Han yang sudah mampir dan komen

  8. James  25 July, 2020 at 07:58

    semakin jelas penjelasannya makasih Sasayu, meski sy pernah bekerja di Food Lab seperti di ingatkan kembali

  9. Kathryn  24 July, 2020 at 20:12

    Wah bagus banget Tessa tulisannya!
    Di Jepang juga basically Expired Date dibagi 2 jenis: 消費期限 dan 賞味期限. Ini kalau ditranslete bhs Inggris sama jadi Expired Date doang. Yang 消費期限 merujuk ke batas waktu konsumsi. Untuk makanan yg shelf-life nya pendek. Di sini apalag adai banyak bentou mentah kayak maguro don, sushi dll jadi memang kalau sudah lewat, dianjurkan tidak dimakan lagi.Yang 賞味期限 merujuk ke batas waktu kualitas makanannya. Selama makanan masih aman tidak terbuka di kontainer nya, masih layak dan enak dikonsumsi, kayak snack, cup noodles, dll.

    Di Indo dibedain gini juga gak sih ya? saya gak pernah perhatiin karena biasanya pulang Indo makan masakan sudah diolah semua ketutupan bumbu. Makan rendang juga sudah gak tahu lagi itu daging rendang dari kapan yg penting masih enak, pedes

  10. Handoko Widagdo  24 July, 2020 at 16:05

    Senang ada artikel pengetahuan seperti ini di Baltyra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.