Nyanyian Lumba-lumba di Kenjeran

Nyanyian Lumba-lumba di Kenjeran

Bukan pekerjaan mudah membuat untaian kerang kecil ala sari-sari atau kerang kopi begitu. Apalagi bentuknya rapi. Kalau aku yang membuat, bisa berjam-jam baru jadi. Kuhitang, harga seuntai kerang antara Rp 2.000 – Rp 2.500. Jadi ingin tahu berapa upah buruh perangkai kerang…

Surat dari Banda (3)

Surat dari Banda (3)

Kau tahu dari mana pohon pala berasal? Pernah kubaca dalam novel ‘Mirah dari Banda’ karya Hanna Rambe tentang mitos pala. Baiklah kuulang sedikit, mungkin kau belum membacanya. Alkisah, Raja Mata Gunda dan Putri Delima di Banda Besar dikaruniai seorang putri…

Mangrove di Pulau Lumpur

Mangrove di Pulau Lumpur

Akhirnya kulihat juga, tanggul lumpur lapindo dari bagian belakang. Beberapa puluh meter di sana, di unjung hamparan sawah dan kebun. Beberapa menit sekali asap membumbung ke langit, menyemburkan gas yang belum juga mati.Beberapa petani nampak tak…

Surat dari Banda (2)

Surat dari Banda (2)

Pongki, nama lelaki paruh baya itu. Asam garam kehidupan lengkap sudah dirasakannya. Ketika kerusuhan Ambon meletus pada tahun 1999-2002, pulau-pulau kecil nan jauh seperti Banda kena juga imbasnya. Bukan karena ada gerombolan dari luar yang datang…

Surat dari Banda (1)

Surat dari Banda (1)

Aku suka dermaga kecil ini. Orang lokal menyebutnya tita. Tempat ini mengingatkanku akan perjalanan dari Ternate ke Tidore, Maitara, dan Halmahera. Bedanya, di sini aku berlayar melambat-lambat dengan perahu motor. Sedang di sana melaju dengan speed boat…

Matinya Tambak Garam

Matinya Tambak Garam

Pagi itu ladang garam di sepanjang Benowo-Osowilangun nampak sunyi. Mati. Tanahnya pecah-pecah. Merongkah. Tanda lama tak bersua air laut. Di beberapa bagian tergenang air hujan. Pipa-pipa yang biasa menyalurkan air laut dari sumur sekitar pun mangkrak, lama tak diguna…

Kisah Sampah Kota Buaya

Kisah Sampah Kota Buaya

Dia masih seperti yang dulu. Baunya yang menyengat, membuat bulu hidungmu gatal dan mulutmu mengumpat. Menempatkanmu antara mau bersin atau muntah. Dia, mengotori kerongkonganmu, membuatmu mual tak terkira, lambungmu bergolak, lalu “Hueeeek..!”